{"id":129665,"date":"2026-10-02T10:11:07","date_gmt":"2026-10-02T03:11:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.wowrack.com\/?p=129665"},"modified":"2026-10-02T10:11:07","modified_gmt":"2026-10-02T03:11:07","slug":"kenapa-shadow-ai-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud\/kenapa-shadow-ai-berbahaya\/","title":{"rendered":"Keamanan Shadow AI pada Penggunaan AI di Kantor"},"content":{"rendered":"<p><i><span data-contrast=\"auto\">Artificial Intelligence <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(AI) saat ini sudah semakin menjadi bagian yang melekat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">dengan <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">aktivitas kerja sehari-hari. Mulai dari menyusun email, menganalisis dokumen, membuat kode, hingga mencari ide, semuanya bisa dilakukan dengan AI.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di Indonesia sendiri, adopsi AI sudah berkembang sangat pesat. Microsoft dan LinkedIn menemukan bahwa 92% karyawan saat ini sudah mengenal dan menggunakan AI di tempat kerja mereka.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, kemudahan yang diberikan oleh AI ini menghadirkan tantangan baru. Ketika AI digunakan tanpa pengetahuan, persetujuan, atau pengawasan perusahaan, muncullah risiko yang sekarang dikenal sebagai <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Shadow AI<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-shadow-ai\"><span data-contrast=\"none\">Apa Itu Shadow AI?<\/span> <\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menurut praktisi IT, Shadow AI merujuk pada penggunaan aplikasi, layanan, model, atau tools berbasis AI di lingkungan kerja yang digunakan tanpa visibilitas atau persetujuan dari tim IT perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Risiko dari shadow AI muncul karena perusahaan tidak mengetahui AI apa yang digunakan, data apa yang dibagikan, bagaimana data tersebut diproses, dan apakah penyedia model AI tersebut memiliki standar keamanan dan kebijakan yang setara dengan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Microsoft sendiri saat ini sudah mengkategorikan AI chatbot, AI model provider API, SaaS MCP server, dan AI code generator sebagai bagian dari ekosistem yang dapat muncul sebagai Shadow AI dalam sebuah perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"contoh-penggunaan-shadow-ai\"><span data-contrast=\"none\">Contoh Penggunaan Shadow AI<\/span> <\/h2>\n<h3 id=\"input-data-sensitif-ke-chatbot-publik\"><span data-contrast=\"none\">Input Data Sensitif ke Chatbot Publik<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Chatbot AI saat ini banyak digunakan oleh karyawan untuk menganalisis atau merangkum berbagai informasi seperti data pelanggan, dokumen internal, kontrak, atau laporan keuangan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hal ini menyebabkan data berpindah dari lingkungan yang dikontrol oleh perusahaan ke layanan eksternal yang belum tentu memiliki tingkat keamanan dan kebijakan yang setara dengan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di tahun 2025, Cisco menemukan bahwa hampir separuh dari responden studi Data Privacy Benchmark mereka mengaku pernah memasukkan data personal atau informasi non-publik ke <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">generative AI<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"tim-menggunakan-ai-yang-belum-disetujui-oleh-perusahaan\"><span data-contrast=\"none\">Tim Menggunakan AI yang Belum Disetujui Oleh Perusahaan<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">AI saat ini bisa juga digunakan untuk berbagai hal, mulai dari membuat presentasi, menganalisis data, merekrut kandidat, sampai mengotomasi pekerjaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Walaupun secara umum tools seperti ini tidak berbahaya, penggunaannya dapat membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk mengevaluasi bagaimana data disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, atau bagaimana autentikasinya dilakukan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"developer-memasukkan-source-code-yang-rahasia\"><span data-contrast=\"none\">Developer Memasukkan Source Code yang Rahasia<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perkembangan AI saat ini sudah mencapai tahap di mana teknologi ini dapat membantu developer untuk memperbaiki bug atau bahkan menciptakan kode baru dari nol.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, yang sering developer lupakan ketika melakukan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">copy-paste<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> kode ke dalam chatbot AI adalah kerahasiaan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">source code<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Jika tools AI yang digunakan belum disetujui oleh perusahaan, informasi sensitif yang tertanam dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">source code<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> bisa saja bocor dan lepas dari kontrol tim IT perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"mengapa-shadow-ai-berbahaya\"><span data-contrast=\"none\">Mengapa Shadow AI Berbahaya?<\/span> <\/h2>\n<h3 id=\"ai-melewati-protokol-keamanan\"><span data-contrast=\"none\">AI Melewati Protokol Keamanan<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Aplikasi atau <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">software<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang digunakan oleh perusahaan umumnya sudah melewati berbagai proses pengecekan sebelum digunakan. Penggunaan shadow AI melangkahi semua proses pengecekan ini.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Karyawan cukup membuka website dan membuat akun pribadi untuk mulai menggunakan AI. Akibatnya, tim IT tidak memiliki visibilitas terhadap apa yang karyawan lakukan dengan data perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"risiko-kebocoran-dan-kehilangan-data\"><span data-contrast=\"none\">Risiko Kebocoran dan Kehilangan Data<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Risiko terbesar dari hadirnya shadow AI muncul ketika data sensitif dikirim keluar dari lingkungan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada tahun 2025, IBM <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Cost of a Data Breach Report<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> menemukan bahwa satu dari lima organisasi yang melaporkan tentang kebocoran data menyatakan itu bisa terjadi karena Shadow AI.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dari studi yang sama, IBM juga menemukan bahwa semakin besar eksposur perusahaan terhadap shadow AI, semakin besar pula dampak yang diberikan ketika terjadi kebocoran data.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"menyulitkan-kepatuhan-regulasi\"><span data-contrast=\"none\">Menyulitkan Kepatuhan Regulasi<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Shadow AI dapat membuat perusahaan kehilangan visibilitas terhadap bagaimana data dikumpulkan, diproses, disimpan, dan dikirimkan ke pihak ketiga.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di Indonesia sendiri, baik dari segi perlindungan dan pengelolaan data, semuanya sudah diatur dalam UU Perlindungan Data Pribadi.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Itulah kenapa penggunaan AI tanpa tata kelola (governance) dapat menciptakan risiko <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/compliance-id\/compliance\/\"><span data-contrast=\"none\">ketidakpatuhan terhadap regulasi<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\"> dan peraturan yang berlaku.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"menguatkan-bias-dan-keputusan-yang-salah\"><span data-contrast=\"none\">Menguatkan Bias dan Keputusan yang Salah<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">AI tidak selalu menghasilkan jawaban yang objektif atau akurat. Sistem AI dapat menghasilkan kesalahan, membawa bias, atau bahkan berhalusinasi.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">NIST AI Risk Management Framework memasukkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">fairness, transparency, accountability, explainability, privacy<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, serta <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">security<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> sebagai karakteristik penting dalam membangun AI yang dapat dipercaya.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Jika dari awal tools AI yang digunakan berada di luar pengawasan perusahaan, tidak ada kontrol dan jaminan atas apa yang dihasilkan oleh AI tersebut.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"strategi-mencegah-shadow-ai\"><span data-contrast=\"none\">Strategi Mencegah Shadow AI<\/span> <\/h2>\n<h3 id=\"1-edukasi-karyawan\"><span data-contrast=\"none\">1. Edukasi Karyawan<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perusahaan bisa mengawali langkah pencegahan dengan memberikan edukasi secara berkala kepada karyawan. Dalam edukasi ini, karyawan diberikan informasi dan insight mengenai tools AI apa yang boleh digunakan dan informasi apa yang bisa dibagikan ke dalamnya.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Lebih detail lagi, edukasi yang diberikan bisa mencakup klarifikasi data, contoh penggunaan AI yang aman, risiko membagikan data perusahaan yang sensitif, dan juga prosedur untuk mengajukan persetujuan terhadap tools AI yang baru.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"2-buat-inventarisasi-tools-ai\"><span data-contrast=\"none\">2. Buat Inventarisasi Tools AI<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebaik-baiknya keamanan, perusahaan tidak akan dapat mengamankan apa yang tidak terlihat. Maka dari itu, perusahaan perlu melakukan inventarisasi tools AI yang digunakan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Identifikasi aplikasi apa yang digunakan, siapa yang menggunakannya, dan bagaimana aplikasi tersebut berinteraksi dengan data yang diberikan oleh karyawan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"3-sediakan-alternatif-resmi\"><span data-contrast=\"none\">3. Sediakan Alternatif Resmi<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Memblokir penggunaan tools AI sepenuhnya bukanlah sebuah langkah yang mudah maupun efektif. Langkah terbaik yang bisa diambil oleh perusahaan adalah menyediakan tools AI yang sudah disetujui penggunaannya.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"4-menerapkan-kebijakan-tata-kelola\"><span data-contrast=\"none\">4. Menerapkan Kebijakan Tata Kelola<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tata kelola terhadap AI diawali dengan menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap penggunaan AI, tools apa yang boleh digunakan, data apa yang tidak boleh dibagikan, bagaimana tools dievaluasi, dan bagaimana insiden ditangani.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"5-kontrol-akses-jaringan\"><span data-contrast=\"none\">5. Kontrol Akses Jaringan<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perusahaan dapat menggunakan kontrol jaringan untuk mendeteksi dan membatasi akses menuju aplikasi yang tidak disetujui penggunaannya.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menggabungkan kontrol akses jaringan dengan strategi keamanan yang digunakan dalam perusahaan dapat memberikan berbagai manfaat seperti peringatan, monitoring, hingga pemblokiran jika diperlukan.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"case-study-kenapa-shadow-ai-muncul-dalam-organisasi\"><span data-contrast=\"none\">Case Study: Kenapa Shadow AI Muncul dalam Organisasi?<\/span> <\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Shadow AI tidak selalu muncul karena karyawan dengan sengaja mengabaikan prosedur keamanan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dari sekian banyak kasus yang terjadi, alasan utama shadow AI muncul adalah adopsi teknologi yang berlangsung lebih cepat daripada perkembangan kebijakan tata kelola perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Microsoft menemukan bahwa 92% karyawan di Indonesia sudah menggunakan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">generative AI<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> di kantor mereka. Selain itu, 48% dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">decision makers<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dalam perusahaan khawatir karena organisasinya belum memiliki visi dan rencana implementasi AI.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dari sini, kita bisa melihat sebuah pola, yakni karyawan membutuhkan cara bekerja yang lebih cepat dengan bantuan AI, tetapi perusahaan belum bisa memberikan solusi yang jelas.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"tools-untuk-mendeteksi-dan-mengelola-shadow-ai\"><span data-contrast=\"none\">Tools untuk Mendeteksi dan Mengelola Shadow AI<\/span> <\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tidak ada satu tool khusus yang dapat mendeteksi keberadaan shadow AI dalam perusahaan. Tetapi dengan menggabungkan teknik <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">discovery, <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/solution\/data-protection\/\"><i><span data-contrast=\"none\">data protection<\/span><\/i><\/a><i><span data-contrast=\"auto\">, endpoint control, monitoring,<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">incident response<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, perusahaan dapat mengontrol penggunaan AI dalam lingkungan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"data-loss-prevention-dlp\"><span data-contrast=\"none\">Data Loss Prevention (DLP)<\/span> <\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/dlp-data-loss-prevention\/\"><span data-contrast=\"none\">Data Loss Prevention<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\"> membantu mendeteksi dan membatasi perpindahan informasi sensitif ke luar lingkungan perusahaan. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi risiko keluarnya informasi internal ke layanan AI.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"microsoft-defender-for-cloud-apps\"><span data-contrast=\"none\">Microsoft Defender for Cloud Apps<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bagi pengguna infrastruktur Microsoft, sudah tersedia tools Microsoft Defender for Cloud Apps. Melalui aplikasi ini, administrator dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi aplikasi, user, dan perangkat yang mengakses jaringan IT perusahaan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Aplikasi atau perangkat yang tidak disetujui dapat dimonitor atau diblokir sesuai dengan kebijakan perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"cloud-access-security-broker-casb\"><span data-contrast=\"none\">Cloud Access Security Broker (CASB)<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Cloud Access Security Broker berfungsi sebagai lapisan visibilitas dan kontrol terhadap penggunaan aplikasi berbasis cloud.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam konteks shadow AI, CASB bekerja kurang lebih sama seperti Microsoft Defender for Cloud Apps, yakni mengidentifikasi dan mengevaluasi aplikasi berbasis cloud yang mengakses jaringan infrastruktur perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"endpoint-detection-and-response-edr\"><span data-contrast=\"none\">Endpoint Detection and Response (EDR)<\/span> <\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/security\/endpoint-detection-response\/\"><span data-contrast=\"none\">Endpoint Detection and Response<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\"> merupakan tools cybersecurity yang bisa dimanfaatkan perusahaan untuk mendukung <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">enforcement <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">monitoring <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">perangkat karyawan. Administrator dapat memblokir akses ke tools AI yang tidak disetujui melalu perangkat yang dikelola perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"managed-detection-response-mdr\"><span data-contrast=\"none\">Managed Detection Response (MDR)<\/span> <\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/security\/managed-detection-response\/\"><span data-contrast=\"none\">Managed Detection Response<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\"> memberikan visibilitas yang lebih luas dibandingkan EDR karena tidak hanya terbatas pada monitoring perangkat hardware.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui MDR, administrator dapat lebih teliti memantau akses shadow AI melalui telemetri dari berbagai sudut infrastruktur perusahaan.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"reco\"><span data-contrast=\"none\">Reco<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Reco adalah platform SaaS security yang menawarkan kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola penggunaan AI dalam <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/saas-sofware-as-service\/\"><span data-contrast=\"none\">ekosistem SaaS<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\">.<\/span> <\/p>\n<h3 id=\"torq\"><span data-contrast=\"none\">Torq<\/span> <\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Torq adalah layanan security yang dapat membantu administrator menciptakan otomatisasi proses keamanan sebagai tambahan dari rangkaian metode keamanan yang sudah diimplementasikan sebelumnya.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"mengapa-shadow-ai-sulit-dideteksi\"><span data-contrast=\"none\">Mengapa Shadow AI Sulit Dideteksi?<\/span> <\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Shadow AI sulit untuk dideteksi karena penggunaan AI sekarang sudah tidak sekadar terbatas pada <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">chatbot<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Karyawan memiliki berbagai jalur akses untuk menggunakan AI, dari browser, aplikasi desktop, API, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">coding assistant, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">SaaS dengan fitur AI, hingga <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">AI agent<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perkembangan aplikasi yang banyak digunakan oleh perusahaan saat ini juga menjadi tantangan tersendiri. Akibatnya, perusahaan membutuhkan visibilitas berkelanjutan yang memakan waktu dan tenaga.<\/span> <\/p>\n<h2 id=\"kesimpulan\"><span data-contrast=\"none\">Kesimpulan<\/span> <\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Shadow AI menunjukkan bahwa tantangan keamanan AI bukan hanya tentang teknologi AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan.<\/span> <\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Daripada melarang penggunaan AI, perusahaan perlu mengetahui tools AI yang saat ini digunakan dan kemudian menciptakan tata kelola yang jelas terhadap penggunaannya dalam lingkungan perusahaan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artificial Intelligence (AI) saat ini sudah semakin menjadi bagian yang melekat dengan aktivitas kerja sehari-hari. Mulai dari menyusun email, menganalisis dokumen, membuat kode, hingga mencari ide, semuanya bisa dilakukan dengan AI. Di Indonesia sendiri, adopsi AI sudah berkembang sangat pesat. Microsoft dan LinkedIn menemukan bahwa 92% karyawan saat ini sudah mengenal dan menggunakan AI di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":129666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","footnotes":""},"categories":[946],"tags":[],"class_list":["post-129665","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cloud","post-wrapper"],"acf":{"main":{"headline":"","":null,"cta":null}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129665"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129665\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129668,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129665\/revisions\/129668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/129666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}