{"id":20118,"date":"2024-01-31T05:00:00","date_gmt":"2024-01-31T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wowrack.co.id\/?p=5167"},"modified":"2025-04-11T12:13:56","modified_gmt":"2025-04-11T05:13:56","slug":"melihat-kesalahan-bisnis-dalam-adopsi-cloud-melalui-cloud-economics","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/melihat-kesalahan-bisnis-dalam-adopsi-cloud-melalui-cloud-economics\/","title":{"rendered":"5 Kesalahan Bisnis dalam Adopsi Cloud"},"content":{"rendered":"\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5169 smush-dimensions lazyload\" style=\"--smush-image-width: 1024px; --smush-image-aspect-ratio: 1024\/614;width: 716px; height: auto;\" data-src=\"https:\/\/wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Cloud-Economics-1024x614.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\"><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berkembangnya teknologi digital, terutama cloud, mendorong bisnis untuk mengadopsi cloud demi mendapatkan keuntungan yang diberikannya. Sayangnya, adopsi ini tidak diikuti dengan perubahan cara pikir dari yang sebelumnya <em>on-premises.<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dampaknya adalah banyak pelaku bisnis yang masih menggunakan perhitungan finansial pada aset digital mereka sebagai \u201cpemilik\u201d, yang seharusnya menjadi \u201cpenyewa\u201d jika sudah mengadopsi cloud.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hal yang kemudian terjadi adalah bisnis melakukan operasinya tanpa memperhitungkan kebutuhan finansial yang spesifik dengan cloud yang digunakan. Alhasil, bisnis hanya mendapatkan sedikit benefit yang cloud bisa berikan, hingga timbul pemikiran untuk kembali ke model sebelumnya, yakni <em>on-premises<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ini semua terjadi karena terdapat kesalahan besar dalam pola pikir ketika sebuah bisnis ingin mengadopsi cloud.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. <strong><em>Early Benefits<\/em> vs. <em>Continuous Benefits<\/em><\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ketika bisnis ingin mulai berpindah menggunakan cloud, sering kali yang menjadi fokusnya adalah bagaimana bisnis dapat mengurangi pengeluaran IT dengan teknologi yang baru ini. Hal yang terjadi adalah kita melewatkan kesempatan bagus untuk me-<em>review <\/em>infrastruktur yang kita miliki saat ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika berfokus pada mengurangi pengeluaran, yang terjadi adalah bisnis melakukan \u201c<em>lift and shift\u201d<\/em>. Yakni sebuah proses migrasi di mana bisnis memindahkan seluruh <em>environment digital<\/em> dari <em>on-premises <\/em>ke dalam cloud.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sayangnya, jika masalah yang ada di <em>environment<\/em> ditimbulkan dari dalam dan bukan karena <em>on-premises, <\/em>maka masalah tersebut juga akan ikut terbawa ke dalam cloud yang baru. Hal ini disebut dengan <em>Technical Debt<\/em>. Hasilnya, pengeluaran kecil di masa migrasi, tetapi dalam proses operasinya tetap mengeluarkan biaya yang tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Inilah kenapa perlu dilakukan <em>review<\/em> secara menyeluruh pada infrastruktur digital yang ada untuk menghilangkan <em>technical debt<\/em> yang merugikan operasi digital sebelum melakukan migrasi ke cloud. Dengan begini bisnis bisa mendapatkan <em>operating cost<\/em> yang jauh lebih kecil dibanding sebelumnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>\u2018<em>Average Cost<\/em>\u2019 CaPex vs. \u2018<em>Incremental Cost<\/em>\u2019 OpEx<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>IT lama atau <em>on-premises <\/em>bergerak berdasarkan investasi berdasarkan model <em>capital expenditure<\/em> atau modal di awal. Dengan model ini, bisnis yang ingin mendapatkan infrastruktur IT harus melakukan perencanaan yang panjang yang diikuti dengan pengeluaran modal.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Model ini membuat bisnis menghitung efisiensi dari pengeluaran yang telah dilakukan dari harga rata-rata dan tingkat penggunaan perangkat yang didapatkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Lahirnya cloud computing dan jasa penyedia cloud menciptakan cara pandang baru, di mana bisnis bisa mendapatkan kemampuan komputasi sesuai dengan kebutuhannya. Di sinilah lahir OpEx atau <em>operational expenditure<\/em> sebagai model investasi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Melalui model OpEx, efektivitas cloud diperhitungkan melalui seberapa efektif bisnis mengevaluasi permintaan komputasi yang dibutuhkan saat itu. Dengan kata lain, bagaimana bisnis hanya membayar yang dibutuhkan saja.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Karena inilah, penting bagi bisnis untuk menciptakan biaya operasional yang dinamis, di mana itu dapat disesuaikan dengan layanan cloud yang dibutuhkan sesuai dengan <em>workload<\/em> yang ada.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Menggunakan Pola Estimasi Pengeluaran <em>On-Premises<\/em><\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hal yang perlu disadari oleh bisnis ketika berpindah dari <em>on-premises <\/em>menjadi cloud adalah adanya perubahan pola finansial yang sebelumnya investasi di muka atau <strong>CapEx<\/strong> menjadi biaya operasional atau <strong>OpEx<\/strong>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Keterlambatan dalam menyadari perubahan ini menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam estimasi pengeluaran yang dibutuhkan untuk operasional infrastruktur IT.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Menyesuaikan dengan perubahan pola finansial yang terjadi, maka alat terbaik dalam melakukan estimasi biaya untuk penggunaan cloud adalah dikaitkan dengan perencanaan penggunaan cloud itu sendiri.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Expansi Cloud yang Berlebihan<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Cloud memiliki kelebihan dalam hal skalabilitas dan elastisitas, di mana infrastruktur cloud sangat dapat mendukung <em>workload<\/em> yang bervariasi dan tidak menentu, sebagai contoh provider streaming video.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sayangnya pada bisnis yang baru ingin melakukan adopsi cloud, tidak ada pemisahan <em>workload <\/em>yang menyebabkan semua data yang ada masuk ke dalam cloud.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pada umumnya, beban kerja bisnis bisa dikategorikan menjadi dua macam. Beban kerja yang tinggi dan bervariasi dalam penggunaannya dan beban kerja rendah dan stabil. Langkah yang tepat bagi bisnis adalah memisah kedua <em>workloads<\/em> ini dan menempatkannya pada tempat yang sesuai.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. <strong>Migrasi Segala <em>Workload<\/em> ke Cloud<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Skala ekonomi yang lahir dalam <em>cloud environment<\/em> menciptakan berbagai keuntungan, baik dalam segi penghematan maupun pendapatan untuk bisnis, melalui prakter <em>hyperscalling<\/em>.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Walaupun begitu, bukan berarti setiap <em>workload<\/em> yang dimiliki oleh bisnis harus dimasukkan ke dalam cloud. Jika ini dlakukan, hal yang umum terjadi adalah bisnis melakukan migrasi kembali ke infrastruktur <em>on-premises.<\/em>\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tingginya kebutuhan infrastruktur, terutama pada bagian penyimpanan data, menyebabkan besarnya biaya yang dikeluarkan. Lambat laun, biaya yang membengkak membuat <em>on-premises <\/em>menjadi opsi yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan cloud.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Melakukan prioritasisasi workload dapat membantu mengoptimalkan manfaat cloud yang dapat diterima oleh bisnis.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Membangun Cloud Berbasiskan FinOps<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Mendapatkan keuntungan terbaik dari cloud dalam hal investasi membutuhkan fokus yang tinggi dan kepemimpinan yang jelas. Maka dari itu, juga dibutuhkan bantuan dari tim FinOps (<em>financial operation<\/em>) yang bertugas dalam memandu bisnis dalam mengambil keputusan terkait dengan pengelolaan cloud.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\r\n<figure class=\"wp-block-table\">\r\n<table class=\"has-fixed-layout\">\r\n<thead>\r\n<tr>\r\n<th>\u00a0<\/th>\r\n<th>Planning<\/th>\r\n<th>Early Phase Adoption<\/th>\r\n<th>Cloud Operation<\/th>\r\n<\/tr>\r\n<\/thead>\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td><strong>General Cloud Activity<\/strong><\/td>\r\n<td>Migration planning<\/td>\r\n<td>Migration execution and assurance\u00a0<\/td>\r\n<td>Post-migration operating model<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td><strong>Role of FinOps<\/strong><\/td>\r\n<td>1. Economics of cloud business case<br \/>2. Cloud sourcing (long-term demand planning, CSP negotiation)<\/td>\r\n<td>1. FinOps organization and operating model<br \/>2. Cloud spends visibility<br \/>3. Cloud-consumption governance and charge-back\/show-back model<\/td>\r\n<td>1. Demand-driven analytical forecasting\u00a0<br \/>2. Continuous optimization\u00a0<br \/>3. Stakeholder orchestration and charge management\u00a0<br \/>4. Enabling business decision through cloud economics.\u00a0<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ada berbagai hal yang bisa dilakukan oleh tim FinOps untuk membantu bisnis memaksimalkan pengaplikasi cloud. Sebagai contoh, tim FinOps dapat mengambil <em>study case<\/em> terbaru dan mengaplikasikannya; melakukan kalibrasi finansial berdasarkan kebutuhan cloud; melakukan update sebagaimana hadirnya layanan dan <em>pricing<\/em> yang baru; atau memfokuskan investasi pada area di mana bisnis dapat lebih diuntungkan dalam adopsi cloud.<\/p>\r\n<\/div><\/div>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkembangnya teknologi digital, terutama cloud, mendorong bisnis untuk mengadopsi cloud demi mendapatkan keuntungan yang diberikannya. Sayangnya, adopsi ini tidak diikuti dengan perubahan cara pikir dari yang sebelumnya on-premises menjadi cloud base. Sebuah kesalahan besar dalam proses adopsi cloud.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":20131,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","footnotes":""},"categories":[948],"tags":[1294],"class_list":["post-20118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cloud-id","tag-articles","post-wrapper"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75272,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20118\/revisions\/75272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}