{"id":4305,"date":"2025-08-09T05:30:00","date_gmt":"2025-08-08T22:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog-staging.wowrack.co.id\/2021\/09\/09\/disaster-recovery-pengertian-dan-jenis-metodenya\/"},"modified":"2026-07-13T13:31:43","modified_gmt":"2026-07-13T06:31:43","slug":"disaster-recovery-pengertian-dan-jenis-metodenya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/backup-id\/disaster-recovery-pengertian-dan-jenis-metodenya\/","title":{"rendered":"Pengertian Disaster Recovery, Cara Kerja dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Dapat kita ketahui bahwa menyimpan data menggunakan teknologi tidak semerta-merta kebal dari terjadinya gangguan dan juga bencana. Bencana bisa terjadi akibat terganggunya sebuah jaringan, serangan cyber, dan juga kerusakan device akibat dari human error atau bencana alam. Sehingga, untuk mengembalikan data yang hilang, perusahaan disarankan untuk melakukan Disaster Recovery Plan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Disaster recovery sendiri diambil dari kata Disaster yang artinya bencana dan Recovery yang dapat diartikan sebagai pemulihan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Disaster Recovery merupakan sebuah proses pemulihan pada suatu sistem apabila terjadi sebuah bencana. <\/span><\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-disaster-recovery\"><b>Apa itu Disaster Recovery?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cloud Disaster Recovery adalah sebuah strategi dan juga layanan yang berfungsi untuk mengamankan sebuah data, aplikasi, dan sumber daya lainnya ke public cloud dan penyedia layanan khusus. Strategi ini banyak digunakan oleh perusahaan dikarenakan lebih menghemat ruang, waktu, biaya dan juga sistem yang lengkap dibandingkan dengan Disaster Recovery tipe lainnya. <\/span><\/p>\n<h2 id=\"kenapa-perusahaan-butuh-disaster-recovery\"><strong>Kenapa Perusahaan Butuh Disaster Recovery<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Disaster recovery memang dibuat untuk menghindari kerugian bisnis akibat sistem down karena data tidak bisa diakses. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun dalam kenyataan, berikut ini adalah pentingnya DR bagi perusahaan.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"kerugian-bisnis-akibat-downtime\"><strong>Kerugian Bisnis Akibat Downtime <\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Anda menganggap downtime adalah gangguan teknis biasa, masalahnya adalah berapa banyak kerugian yang ditimbulkan akibat website tidak bisa diakses, berapa banyak orang yang tidak bisa bekerja karena sistem mati? padahal, setiap menit jika sistem tidak aktif bisa menjadi kerugian bagi bisnis Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada bisnis e-commerce misalnya, downtime saat jam sibuk bisa langsung menghentikan transaksi, pelanggan yang terganggu maka bisa langsung pindah ke kompetitor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk itu disaster recovery hadir untuk mengurangi dampak kerugian akibat downtime ini.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"data-bisa-lebih-aman\"><strong>Data Bisa Lebih Aman<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kerusakan hardware, kesalahan konfigurasi, atau kesalahan akibat karyawan bisa menghapus data penting perusahaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Yang paling berbahaya adalah jika perusahaan tidak tahu bahwa data tersebut sudah tidak bisa dipulihkan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sinilah akhirnya banyak perusahaan baru menyadari jika sistem backup saja tidak cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan adanya manajemen disaster recovery maka data tidak hanya disimpan, tetapi juga bisa dipulihkan ke kondisi tertentu.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"lebih-siap-menghadapi-ransomware\"><strong>Lebih Siap Menghadapi Ransomware<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Serangan ransomware bekerja dengan cara mengunci semua data lalu meminta tebusan agar akses dibuka kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bayangkan perusahaan Anda yang tidak memiliki sistem backup yang baik berada dalam posisi harus membayar tebusan ? Lebih baik sedia payung sebelum hujan, siap backup dan recovery sebelum benar-benar terjadi serangan ransomware.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"memenuhi-aturan-regulasi\"><strong>Memenuhi Aturan Regulasi<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mendapatkan sertifikasi seperti ISO 27001, regulasi keuangan, kesehatan, hingga perlindungan data pribadi, setiap perusahaan harus memiliki kemampuan pemulihan sistem yang baik dan tersertifikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artinya, perusahaan Anda tidak hanya dituntut untuk menyimpan data yang aman, tetapi juga wajib memiliki kesiapan menghadapi bencana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Layanan disaster recovery dapat membantu perusahaan Anda memenuhi aturan pemerintah dengan membangun sistem pemulihan yang baik.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"cara-kerja-disaster-recovery\"><b>Cara Kerja Disaster Recovery<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Disaster Recovery (DR) bekerja melalui serangkaian proses yang bertujuan jika sistem bisnis down atau rusak, maka sistem bisnis dapat kembali beroperasi dengan lancar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam proses untuk mendapatkan sistem yang selalu berjalan normal, ada beberapa tahap yang harus dilakukan, antara lain replikasi data, sistem failover dan recovery. Berikut ini adalah detail penjelasan cara kerja disaster recovery.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"1-replikasi-data-ke-lokasi-cadangan\"><b>1. Replikasi Data ke Lokasi Cadangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Langkah pertama dalam DR adalah melakukan replikasi data ke lokasi backup atau disaster recovery site (DR Site).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proses replikasi dapat dilakukan setiap menit maupun secara berkala tergantung budget perusahaan, karena semakin cepat replikasi, maka semakin besar biayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salinan data harus ditempatkan di lokasi yang berbeda untuk menghindari jika terjadi bencana di satu lokasi, contohnya jika terjadi banjir besar di daerah A, maka DR site di daerah B bisa digunakan karena tidak terkena banjir.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"2-failover-ketika-terjadi-gangguan\"><b>2. Failover Ketika Terjadi Gangguan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika sistem utama terkena gangguan, DR akan bekerja dengan cara melakukan <\/span><b>failover<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Failover adalah proses pemindahan layanan dari server utama ke server cadangan yang sudah disiapkan sebelumnya. Fungsi failover adalah agar sistem backup yang bekerja menggantikan sistem utama yang sedang rusak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Prosesnya dapat berjalan secara otomatis maupun manual tergantung desain arsitektur yang sudah dibuat, tujuannya untuk menghindari waktu downtime yang lama.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"3-recovery-dan-pemulihan-operasional\"><b>3. Recovery dan Pemulihan Operasional<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah sistem backup aktif dan sistem kembali berjalan karena menggunakan server kedua, maka proses berikutnya adalah proses recovery atau pemulihan layanan, yaitu tim IT akan memperbaiki server yang rusak supaya layanan berjalan normal kembali di server utama, sistem tetap bisa diakses meskipun server utama sedang diperbaiki. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah server sudah diperbaiki team IT akan melakukan <\/span><b>failback<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu memindahkan kembali operasional dari lingkungan server cadangan ke server utama.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"memahami-rto-dan-rpo-dalam-disaster-recovery\"><b>Memahami RTO dan RPO dalam Disaster Recovery<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keberhasilan dalam membuat sistem disaster recovery dihitung dari kemampuan perusahaan memenuhi target pemulihan yang telah ditetapkan. Dua matrik yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan DR adalah RTO (Recovery Time Objective) dan RPO (Recovery Point Objective).<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-102590\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/RTO-RPO-1024x683.png\" alt=\"RTO dan RPO pada disaster recovery\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/RTO-RPO-1024x683.png 1024w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/RTO-RPO-300x200.png 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/RTO-RPO-768x512.png 768w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/RTO-RPO-scaled.png 1400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h3 id=\"pengertian-recovery-time-objective-rto\"><b>Pengertian Recovery Time Objective (RTO)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RTO adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan layanan bisa beroperasi dengan normal kembali setelah terjadi gangguan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya sebuah perusahaan menetapkan waktu RTO hanya 1 jam saja. Artinya sistem bisnis harus kembali normal maksimal 1 jam setelah insiden terjadi. Artinya semakin kecil RTO, maka semakin cepat proses recovery.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"recovery-point-objective-rpo\"><b>Recovery Point Objective (RPO)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RPO adalah angka maksimal kehilangan data yang masih dapat diterima oleh perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, jika perusahaan memiliki nilai RPO 15 menit, maka data yang hilang karena tidak di backup tidak boleh lebih dari 15 menit sebelum insiden terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mendapatkan nilai RPO yang rendah, perusahaan harus menggunakan teknologi replikasi data secara real-time, dan untuk mendapatkan ini semua, Anda harus menyediakan budget yang tidak murah.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-102589\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Cara-kerja-disaster-recovery-1024x683.png\" alt=\"Cara kerja disaster recovery\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Cara-kerja-disaster-recovery-1024x683.png 1024w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Cara-kerja-disaster-recovery-300x200.png 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Cara-kerja-disaster-recovery-768x512.png 768w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Cara-kerja-disaster-recovery-scaled.png 1400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"contoh-disaster-recovery\"><b>Contoh Disaster Recovery<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jenis jenis Disaster Recovery memiliki beberapa tipe seperti, Virtualized Disaster Recovery Plan, Network Disaster Recovery Plan, Cloud Disaster Recovery Plan, dan Data Center Disaster Recovery Plan<\/span><\/p>\n<h3 id=\"1-network-disaster-recovery-plan\"><b>1. Network Disaster Recovery Plan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/security\/network-tap\/\">Network Disaster Recovery Plan<\/a> merupakan jenis pemulihan bencana yang berfokus pada jaringan). Sebab jika tidak ada jaringan maka tidak akan ada pertukaran data pada server. Oleh sebab itu, jika jaringan mengalami gangguan, akses ke aplikasi, server, hingga layanan cloud bisa terputus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">DRP<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> network ini adalah tata cara memulihkan jaringan, konektivitas internet, VPN, <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/security\/next-generation-firewall\/\">firewall<\/a>, router, switch, serta perangkat jaringan dari bencana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cara Kerjanya adalah dengan membuat redundansi jaringan yaitu membuat jalur cadangan (backup line) dari dua ISP berbeda.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-85962\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/12515.jpg\" alt=\"pengertian disaster recovery\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/12515.jpg 1000w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/12515-300x200.jpg 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/12515-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<h3 id=\"2-cloud-disaster-recovery\"><b>2. Cloud Disaster Recovery<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cloud Disaster Recovery Plan adalah strategi pemulihan dari adanya bencana yang menggunakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/cloud-computing\/\"><span style=\"font-weight: 400\">teknologi cloud computing<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai backup dari server yang Anda miliki saat ini. Semua data dan aplikasi yang ada pada server Anda akan direplikasi ke layanan cloud, sehingga ketika terjadi bencana, perusahaan dapat dengan cepat melakukan pemulihan (failover) ke layanan cloud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cloud DR lebih hemat karena perusahaan tidak perlu membangun infrastruktur fisik cadangan sendiri. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Cara kerjanya adalah mereplikasi semua aplikasi ke cloud lalu didesain jika ada bencana maka akan secara otomatis server utama dialihkan ke layanan cloud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sinkronisasi harus dilakukan secara benar agar selalu memperbarui cadangan sesuai perubahan terbaru di sistem utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah server utama pulih, data dipulihkan kembali dari cloud ke server utama lebih kuat dengan sistem keamanan cloud.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"3-data-center-disaster-recovery\"><b>3. Data Center Disaster Recovery<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Data Center DR berfokus untuk melakukan pemulihan infrastruktur server di data center perusahaan. Hal ini mencakup semua server dan semua perintilan-perintilan yang ada di <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/cloud-data-center-definisi-fungsi-mana-layanan-terbaik-untuk-bisnis\/\"><span style=\"font-weight: 400\">data center<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">DRP ini sangat penting jika perusahaan Anda masih menggunakan infrastruktur <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/on-premise-adalah-dan-perbedaan-cloud\/\"><span style=\"font-weight: 400\">on-premise server<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Cara kerjanya adalah dengan melakukan duplikasi infrastruktur yang ditempatkan di tempat yang berbeda (tidak satu lokasi)<\/span><\/p>\n<h3 id=\"4-cloud-to-cloud-disaster-recovery\"><b>4. Cloud-to-Cloud Disaster Recovery<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cloud to cloud adalah dengan menyimpan data utama di cloud dan memulihkannya ke cloud<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">pada waktu yang bersamaan. Pada pendekatan ini, Anda akan memutar mesin virtual dan databased di cloud, kemudian mengisinya dengan data dari cadangan berbasis cloud Anda jika terjadi bencana yang berdampak pada sumber daya lokal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, memisahkan data cadangan dan infrastruktur cadangan Anda dari pusat data lokal dapat mempercepat pemulihan bencana, karena biasanya akan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk mentransfer data cadangan dari penyimpanan cloud ke VM (virtual machine) dan database cloud daripada memindahkan data antara cloud dan lingkungan lokal, atau sebaliknya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itu karena jaringan dalam cloud yang sama menawarkan lebih banyak bandwidth daripada Internet publik yang menghubungkan cloud ke lingkungan eksternal. Dalam merencanakan rencana terbaik untuk DR berbasis cloud, Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor berikut.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"perbedaan-disaster-recovery-backup-dan-replication\"><b>Perbedaan Disaster Recovery, Backup, dan Replication<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Banyak yang belum paham terkait perbedaan antara backup, replication, dan disaster recovery (DR). Padahal ketiganya memiliki fungsi yang berbeda, maka dari itu berikut ini adalah kami rangkumkan perbedaan dari ketiganya.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"1-backup\"><b>1. Backup<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Backup adalah proses untuk membuat salinan data lalu menyimpan salinan tersebut ke lokasi berbeda (bisa dari lokasi tempat maupun perangkat). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tujuannya adalah masih memiliki cadangan data ketika terjadi kehilangan maupun kerusakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Intensitas melakukan backup dilakukan secara berkala, mulai dari harian, mingguan dan bulanan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cara kerja<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data disalin dari sistem utama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Disimpan di storage lain bisa di cloud atau di on-premise server<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bisa kapan saja dipulihkan ketika dibutuhkan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kelebihan backup<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melindungi dari kehilangan data<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cocok untuk arsip jangka panjang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya relatif lebih rendah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kekurangan backup<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak real-time<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Proses restore bisa memakan waktu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak menjamin sistem langsung aktif kembali<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Backup fokus pada data bukan pada recovery<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"2-replication\"><b>2. Replication<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Replication adalah proses pem backup an data secara langsung bisa real-time atau hampir real-time dari sistem utama ke sistem cadangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi replication adalah jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pada sistem utama, sistem replication sudah memiliki data yang sama dengan data saat ini dan siap digunakan untuk recovery.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cara kerja<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data disalin secara terus-menerus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sistem secondary selalu sinkron dengan primary<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Siap digunakan kapan saja jika terjadi failover<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kelebihan replication<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Recovery sangat cepat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Minim kehilangan data<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cocok untuk layanan penting<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kekurangan replication<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya mahal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membutuhkan infrastruktur yang siap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kompleksitas tinggi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"3-disaster-recovery\"><b>3. Disaster Recovery<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Disaster recovery adalah strategi yang saling terhubung antara backup, replication dan recovery data yang bertujuan untuk memulihkan sistem ketika terjadi gangguan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cara Kerja<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Backup Server<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Replication<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Failover system<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Recovery plan (RTO &amp; RPO)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Infrastruktur cadangan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kelebihan <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjaga kelangsungan bisnis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghindari terjadi downtime<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi kerugian bisnis karena sistem downtime<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kekurangan <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membutuhkan team dengan perencanaan matang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Harga investasi tidak murah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Harus diuji secara berkala<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-102587\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/beda-backup-disaster-recovery-1024x683.png\" alt=\"perbedaan backup dan disaster recovery\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/beda-backup-disaster-recovery-1024x683.png 1024w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/beda-backup-disaster-recovery-300x200.png 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/beda-backup-disaster-recovery-768x512.png 768w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/beda-backup-disaster-recovery-scaled.png 1400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"penempatan-data-backup-cloud-vs-traditional-disaster-recovery\"><b>Penempatan Data Backup Cloud vs Traditional Disaster Recovery<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya akan membahas perbedaan dari cloud backup dan traditional disaster recovery, mana yang paling cocok untuk kebutuhan bisnis Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cloud backup bertujuan untuk menyimpan data dengan cara menyimpannya ke cloud. Sementara traditional disaster recovery dibuat untuk menjaga sistem agar tetap beroperasi dengan bantuan infrastruktur cadangan yang siap digunakan ketika sistem down.<\/span><\/p>\n<p><b>Penempatan data pada Cloud Backup<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada cloud backup data dari server dalam bentuk database aplikasi maupun file akan di backup ke layanan cloud yang berada di luar lokasi perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proses backup bisa dilakukan dengan otomatis bergantung setting dari team sysadmin dalam menentukan jadwal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Data yang dibackup akan disimpan di cloud storage yang terenkripsi dengan bentuk redundansi untuk meningkatkan keamanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Manfaatnya adalah karena data berada di lokasi yang berbeda, maka data lebih aman dari resiko kehilangan akibat kerusakan server maupun bencana alam.<\/span><\/p>\n<p><b>Penempatan data pada Traditional Disaster Recovery<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Traditional disaster recovery menempatkan data backup di lokasi kedua atau disebut juga disaster recovery site.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Data server, aplikasi dan database akan di backup ke data center cadangan (biasanya masih dalam satu lokasi) dengan tujuan agar operasional bisnis tetap bisa berjalan meskipun infrastruktur utama down.<\/span><\/p>\n<p><b>Mana yang Lebih Baik?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jawabannya adalah tergantung pada kebutuhan bisnis Anda masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika tujuan perusahaan adalah melindungi kehilangan data penting atau melindungi dari serangan ransomware, maka cloud backup adalah solusi terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun jika perusahaan ingin menjalankan sistem agar selalu uptime meskipun terjadi bencana maka disaster recovery adalah yang terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam praktek di lapangan, bisnis saat ini akan menggabungkan cloud backup untuk menjaga keamanan data, sementara tetap membuat sistem disaster recovery untuk menjaga data dari gangguan besar.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-102588\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penempatan-disaster-recovery-1024x683.png\" alt=\"penerapan penempatan disaster recovery\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penempatan-disaster-recovery-1024x683.png 1024w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penempatan-disaster-recovery-300x200.png 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penempatan-disaster-recovery-768x512.png 768w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penempatan-disaster-recovery-scaled.png 1400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"layanan-draas-disaster-recovery-as-a-service-untuk-bisnis\"><strong>Layanan DRaaS (Disaster Recovery as a Service) Untuk Bisnis<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Disaster recovery as a service (DRaaS) merupakan layanan dengan penyimpanan di cloud dan bertujuan untuk mengembalikan kinerja sistem dengan cepat ketika terjadi bencana. Dengan layanan ini, Anda tidak perlu lagi membangun infrastruktur disaster recovery konvensional sendiri. Sebab semua proses akan ditangani oleh penyedia layanan DRaaS.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cara Kerja DRaaS<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">DRaaS bekerja dengan cara mereplikasi server dan aplikasi dari lingkungan produksi ke infrastruktur cloud yang memang disiapkan khusus untuk lokasi pemulihan. Sistem replikasi nantinya bisa di setting untuk real-time maupun terjadwal sesuai keinginan Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi DRaaS sangat penting jika terjadi gangguan pada server utama, selanjutnya layanan DRaaS akan menjalankan sistem <\/span><b>failover<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu secara otomatis akan memindahkan operasional ke lingkungan cadangan agar pelayanan tetap berjalan meskipun sedang ada gangguan di server utama. Setelah semua sistem utama sudah aman, team bisa melakukan proses <\/span><b>failback<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> untuk mengembalikan operasional ke server utama.<\/span><\/p>\n<p><b>Manfaat DRaaS untuk Perusahaan<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lebih hemat dan efisien<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghindari downtime berkepanjangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mempercepat pemulihan aplikasi dan data.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak perlu membangun dan mengelola data center backup sendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membantu memenuhi aturan compliance dan audit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"perbedaan-draas-dan-disaster-recovery-tradisional\"><b>Perbedaan DRaaS dan Disaster Recovery Tradisional<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada sistem disaster recovery tradisional Anda masih harus menyediakan infrastruktur backup server di lokasi kedua. Hal ini membutuhkan investasi CAPEX besar untuk membangun server, storage, jaringan, lisensi, serta biaya operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan pemakaian DRaaS menggunakan infrastruktur cloud pihak ketiga yang sudah terkelola, sehingga perusahaan membayar sumber daya yang digunakan dengan sistem sewa (OPEX).<\/span><\/p>\n<h2 id=\"faktor-yang-harus-dipertimbangkan-dalam-disaster-recovery\"><strong>Faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Disaster Recovery<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan cloud untuk disaster recovery, ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa hal terlebih dulu.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"kebutuhan-rpo-dan-rto\"><b>Kebutuhan RPO dan RTO<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO) merupakan sebuah <\/span><span style=\"font-weight: 400\">parameter yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui berapa banyak <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kehilangan data yang mungkin terjadi dan seberapa lama sistem tidak dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400\">diakses. Semakin cepat Anda membutuhkan data dipulihkan, semakin Anda mungkin <\/span><span style=\"font-weight: 400\">perlu berinvestasi dalam pemulihan bencana berbasis cloud yang dapat membuat <\/span><span style=\"font-weight: 400\">beban kerja Anda meningkat dan berjalan lagi dengan cepat.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"biaya\"><b>Biaya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semakin banyak biaya yang Anda investasikan pada cloud backup dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">cloud recovery akan semakin canggih juga recovery plan Anda. Banyaknya biaya <\/span><span style=\"font-weight: 400\">yang akan anda keluarkan untuk DR configurations menjamin <\/span><span style=\"font-weight: 400\">recovery yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"administrasi\"><b>Administrasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semakin banyak cloud environment dan sumber daya cloud yang telah <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Anda jalankan sebagai bagian dari rencana pemulihan bencana Anda, semakin <\/span><span style=\"font-weight: 400\">banyak waktu yang harus Anda habiskan untuk mengelolanya (belum lagi menjaga <\/span><span style=\"font-weight: 400\">mereka tetap aman). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut <\/span><span style=\"font-weight: 400\">beberapa pertimbangan dan juga cara kerja cloud disaster recovery plan. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Konsultasikan cara cara diatas kepada tim Anda dan juga provider cloud <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kepercayaan Anda untuk tercegah dari kecelakan data yang fatal. <\/span><\/p>\n<h2 id=\"study-case-cara-implementasi-dr-di-e-commerce\"><b>Study Case Cara Implementasi DR di e-commerce<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce, sistem yang aktif 24\/7 bukan lagi hal yang bisa ditawar, karena salah satu faktor yang dapat memengaruhi pendapatan secara langsung. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika website downtime transaksi pembelian berhenti, pesanan gagal diproses, dan calon pelanggan pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena itu, banyak perusahaan e-commerce wajib menerapkan sistem disaster recovery (DR) agar tidak merugikan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini adalah contoh implementasi DR pada sebuah perusahaan e-commerce yang melayani ribuan transaksi per hari.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b>Sistem yang dimiliki<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah sistem e-commerce di Indonesia menjalankan beberapa hal ini<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Website<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menangani database transaksi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyediakan sistem pembayaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terdapat sistem manajemen inventaris<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terdapat dashboard operasional internal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>2. Resiko yang di hadapi<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Server mati<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gangguan pada data center<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mendapat serangan ransomware<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rusak karena kesalahan konfigurasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lonjakan trafik saat ada promo<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika server utama mengalami gangguan selama beberapa jam saja, perusahaan berpotensi kehilangan ribuan transaksi dan menurunkan kepercayaan pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><b>3. Perusahaan Harus Menentukan Target RTO dan RPO<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum membangun sistem disaster recovery, perusahaan harus menentukan target pemulihan terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Recovery Time Objective (RTO)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan menetapkan kapan layanan harus aktif, jika di set dalam waktu maksimal 15 menit setelah terjadi gangguan.<\/span><\/p>\n<p><b>5. Recovery Point Objective (RPO)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan hanya dapat mentoleransi kehilangan data yang diperbolehkan maksimal selama 5 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artinya, data transaksi yang hilang tidak boleh lebih dari 5 menit sebelum insiden terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Target inilah yang nantinya menjadi landasan awal pembuatan sistem disaster recovery <\/span><\/p>\n<p><b>6. Proses Membangun Lingkungan Disaster Recovery<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memenuhi target tersebut, perusahaan menyiapkan langkah-langkah praktis di lokasi yang berbeda dari data center utama. <\/span><b><\/b>Arsitektur yang digunakan terdiri dari<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Production Site (server utama)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lokasi A yang menangani seluruh transaksi pelanggan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Komponen yang beroperasi menunjang bisnis<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Web Server<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Application Server<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Database Server<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Payment Gateway Integration<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Pembuatan Arsitektur Backup<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lingkungan backup di cloud yang harus siap digunakan ketika sistem utama mengalami gangguan.<\/span><\/p>\n<p><b>Komponen yang disiapkan menunjang recovery<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Server standby<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Database replication<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Storage cadangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jaringan cadangan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan sistem backup seperti ini maka sistem utama sudah memiliki salinan yang siap digunakan kapan saja.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p><b>7. Implementasi Replikasi Data<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Agar data selalu tersedia di <a href=\"https:\/\/sdp.ditjenpas.go.id\/panduan\/Backup.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">lokasi backup<\/a> di lokasi B, perusahaan menerapkan mekanisme replikasi database secara near real-time.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Prosesnya setiap perubahan data transaksi akan langsung dikirim ke lingkungan Disaster Recovery. Data apa saja yang direplikasi?<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Informasi pelanggan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data produk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Riwayat transaksi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Status pembayaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data inventaris<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan replikasi yang berjalan tanpa henti hanya delay 5 menit saja maka risiko kehilangan data dapat ditekan seminimal mungkin.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p><b>8. Proses Ketika Terjadi Gangguan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Suatu hari terjadi kegagalan pada server utama yang menyebabkan website tidak dapat diakses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tim sysadmin yang monitoring langsung mendeteksi adanya gangguan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tim kemudian menjalankan prosedur failover.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Tahap Failover<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah tim IT menyatakan bahwa sistem utama tidak tersedia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Maka traffic harus dialihkan ke lingkungan disaster recovery, server backup diaktifkan sebagai pengganti server utama dan aplikasi berjalan dari server cadangan terakhir pengguna kembali dapat mengakses website.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li><b>Recovery Setelah Server Pulih<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah penyebab server down berhasil diatasi, tim melakukan proses pemulihan dengan beberapa langkah ini<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memperbaiki server utama agar kembali stabil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyinkronkan data terbaru dari DR Site.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menguji aplikasi apakah sudah bisa beroperasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan failback ke lingkungan produksi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena data di DR site sudah tersinkronisasi selama insiden berlangsung, perpindahan kembali ke sistem utama dapat dilakukan tanpa kehilangan transaksi pelanggan satupun.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"layanan-cloud-disaster-recovery-wowrack\"><strong>Layanan Cloud Disaster Recovery Wowrack<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wowrack menghadirkan layanan disaster recovery untuk perusahaan di Indonesia yang belum memiliki sistem DR di cloud, Untuk itu Wowrack dapat membantu Anda dengan pilihan layanan DR antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cloud Disaster Recovery <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Network &amp; Data Center Recovery<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Monitoring &amp; Support 24\/7<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan layanan dari kami, perusahaan Anda dapat menjamin uptime server hingga 99.9%.<\/span><\/p>\n<p>Siapkah bisnis Anda menghadapi bencana? Konsultasikan kebutuhan Disaster Recovery bersama tim ahli Wowrack<\/p>\n<p> <\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a class=\"btn-lg-orange\" href=\"#Contact\" target=\"_self\">Hubungi Kami<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dapat kita ketahui bahwa menyimpan data menggunakan teknologi tidak semerta-merta kebal dari terjadinya gangguan dan juga bencana. Bencana bisa terjadi akibat terganggunya sebuah jaringan, serangan cyber, dan juga kerusakan device akibat dari human error atau bencana alam. Sehingga, untuk mengembalikan data yang hilang, perusahaan disarankan untuk melakukan Disaster Recovery Plan. Disaster recovery sendiri diambil dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":9327,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","footnotes":""},"categories":[576],"tags":[],"class_list":["post-4305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-backup-id","post-wrapper"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4305"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104764,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4305\/revisions\/104764"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}