{"id":4327,"date":"2026-02-23T09:00:00","date_gmt":"2026-02-23T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog-staging.wowrack.co.id\/2021\/02\/23\/soc-apa-itu-security-operations-center\/"},"modified":"2026-10-30T13:00:15","modified_gmt":"2026-10-30T06:00:15","slug":"soc-apa-itu-security-operations-center","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/soc-apa-itu-security-operations-center\/","title":{"rendered":"Apa itu SOC, Tugas, Fungsi, Metrik dan Jasa Managed SOC"},"content":{"rendered":"<p>Security Operations Center (SOC) merupakan pusat operasi keamanan guna memantau, mendeteksi, menganalisis, serta merespons ancaman siber yang dilakukan oleh tim dengan berbagai teknologi pemantauan.<\/p>\n<p>Cara kerja SOC menggabungkan kemampuan tenaga ahli, penggunaan alat teknologi seperti SIEM, EDR\/XDR, SOAR, serta threat intelligence untuk memantau perusahaan agar sistem dan data terlindungi selama 24 jam non stop.<br \/>\nPada artikel ini akan membahas tentang<\/p>\n<ul>\n<li>Pengertian<\/li>\n<li>Manfaat untuk bisnis<\/li>\n<li>Cara kerja<\/li>\n<li>Metrik<\/li>\n<li>Alat-alat yang digunakan<\/li>\n<li>Penyedia layanan<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"apa-itu-soc\">Apa Itu SOC?<\/h2>\n<p>Security Operations Center (SOC) adalah pusat kendali terpusat dengan menggabungkan people, process, dan technology untuk memantau sistem, mendeteksi ancaman, menganalisis aktivitas mencurigakan, serta merespons insiden keamanan, baik melalui tim internal perusahaan maupun layanan dari pihak ketiga.<\/p>\n<h2 id=\"apa-saja-yang-dilakukan-tim-soc\">Apa Saja Yang Dilakukan Tim SOC ?<\/h2>\n<p>Fungsi dari SOC adalah membantu perusahaan memantau risiko keamanan, mempercepat penanganan insiden, menjaga operasional bisnis secara terus menerus dan dapat juga berfungsi untuk memenuhi aturan compliance.<br \/>\nBerikut ini kami simpulkan fungsi-fungsinya<\/p>\n<h3 id=\"1-monitoring-terus-menerus\">1. Monitoring Terus Menerus<\/h3>\n<p>Tim SOC harus melakukan pemantauan keamanan secara terus-menerus 24 jam non stop pada sistem server, jaringan, aplikasi, endpoint, dan segala aktivitas pengguna.<br \/>\nFungsi continuous monitoring adalah menjaga perusahaan dari berbagai aktivitas-aktivitas tidak normal yang terjadi kapan saja.<\/p>\n<h3 id=\"2-mendeteksi-ancaman-siber\">2. Mendeteksi Ancaman Siber<\/h3>\n<p>Fungsi selanjutnya adalah mendeteksi ancaman yang terjadi pada semua sistem yang dimonitoring tadi, contohnya jika ada login yang tidak normal, adanya malware yang masuk ke sistem atau aktivitas DDoS pada jaringan semua akan langsung terdeteksi oleh tim.<\/p>\n<h3 id=\"3-merespons-insiden-siber\">3. Merespons Insiden Siber<\/h3>\n<p>Jika terjadi insiden keamanan, tim SOC langsung memberi respons dan melakukan koordinasi untuk menghentikan serangan. Jika serangan terhenti, maka operasional tidak akan sampai terganggu, namun jika masih saja berlanjut serangannya maka akan dikerjakan di tahap selanjutnya.<\/p>\n<h3 id=\"4-threat-intelligence\">4. Threat Intelligence<\/h3>\n<p>Jika serangan masih berlanjut, tim akan menggunakan informasi pola serangan terbaru untuk membantu perusahaan menghentikan serangan.<br \/>\nPada fungsi ini Informasi akan digunakan untuk mengetahui jenis malware dan teknik serangan yang digunakan.<\/p>\n<h3 id=\"5-investigasi-keamanan-siber\">5. Investigasi Keamanan Siber<\/h3>\n<p>Fungsi selanjutnya adalah melakukan investigasi jika tim menemukan aktivitas mencurigakan dan mengukur seberapa besar risikonya terhadap bisnis Anda.<\/p>\n<h3 id=\"6-manajemen-celah-keamanan\">6. Manajemen Celah Keamanan<\/h3>\n<p>Fungsi dari SOC juga dapat mengidentifikasi kerentanan dan memprioritaskan mana saja yang ada potensi digunakan oleh penyerang.<br \/>\nTidak semua vulnerability dapat ditemukan oleh tim SOC, namun minimal jika ada satu sistem yang diserang secara terus-menerus maka tim pasti sudah mengetahui jika disana terdapat celah keamanan.<\/p>\n<h3 id=\"7-perlindungan-data-sensitif\">7.Perlindungan Data Sensitif<\/h3>\n<p>Layanan ini juga dapat berfungsi untuk menjaga kerahasiaan data perusahaan dan data pelanggan dari berbagai ancaman siber seperti ransomware, phishing, malware dan lain sebagainya.<\/p>\n<h3 id=\"8-report-hasil-kerja\">8. Report Hasil Kerja<\/h3>\n<p>Tim bertanggung jawab menyediakan laporan teknis dan informatif bagaimana kondisi keamanan perusahaan.<br \/>\nLaporan ini digunakan oleh tim IT maupun manajemen guna mengetahui kondisi keamanan perusahaan tanpa harus melihat detail teknis.<\/p>\n<h3 id=\"9-dukungan-kepatuhan-regulasi\">9. Dukungan Kepatuhan Regulasi<\/h3>\n<p>SOC dapat digunakan perusahaan untuk menyediakan data monitoring, laporan log aktivitas, dan bukti serangan siber yang pernah terjadi yang akan digunakan untuk proses compliance atau audit.<br \/>\nContohnya penerapan pada bisnis adalah terkait pemenuhan aturan ISO 27001, PCI DSS, atau SOC 2. Untuk mendapatkan sertifikasi, maka perusahaan harus menyediakan tim SOC untuk memantau infrastruktur IT.<\/p>\n<h2 id=\"apa-saja-manfaatnya-security-operation-center\">Apa Saja Manfaatnya Security Operation Center?<\/h2>\n<p>Tujuan membuat security operations center (SOC) adalah guna menjaga sistem dan data perusahaan dari berbagai ancaman siber dengan cara menganalisis risiko, merespons saat terjadi insiden, serta memulihkan sistem.<\/p>\n<p>Dalam menjalankan tugasnya, tim mengikuti serangkaian proses dan tahap. Terdapat lima tujuan yang akan dilakukan tim agar terhindar dari serangan siber<\/p>\n<h3 id=\"1-mendeteksi-ancaman\">1. Mendeteksi Ancaman<\/h3>\n<p>Tahap pertama adalah mendeteksi potensi-potensi ancaman. Tim SOC dengan menggunakan alat akan memantau server, endpoint, firewall, aplikasi, jaringan, dan sistem cloud.<br \/>\nJika terjadi ancaman, tim akan langsung melanjutkan ke tujuan yang kedua.<\/p>\n<h3 id=\"2-menganalisa-aktivitas\">2. Menganalisa Aktivitas<\/h3>\n<p>Tim selanjutnya melakukan analisa setiap peringatan, karena tidak semua peringatan artinya ada serangan.<br \/>\nTim SOC analyst akan menganalisa aktivitas untuk menentukan apakah peringatan yang terjadi benar-benar ancaman siber.<\/p>\n<h3 id=\"3-merespons-insiden-keamanan\">3. Merespons Insiden Keamanan<\/h3>\n<p>Setelah tim menganalisa dengan cermat, ternyata peringatan tadi adalah ancaman berbahaya, maka tim SOC wajib merespon serangan.<br \/>\nRespons yang cepat tertangani dapat mencegah penyebaran malware ke sistem lain.<\/p>\n<h3 id=\"4-memulihkan-sistem\">4. Memulihkan Sistem<\/h3>\n<p>Setelah ancaman berhasil dihentikan, jika ada sistem yang rusak maka perusahaan akan memulihkan sistem yang terdampak.<\/p>\n<h3 id=\"5-meningkatkan-keamanan\">5. Meningkatkan Keamanan<\/h3>\n<p>Tujuan terakhir dari SOC adalah mengevaluasi insiden apa saja penyebabnya penyebab dan bagaimana solusinya untuk meningkatkan keamanan sistem.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-127394 size-full\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-kerja-soc.png\" alt=\"apa itu SOC\" width=\"1254\" height=\"1254\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-kerja-soc.png 1254w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-kerja-soc-300x300.png 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-kerja-soc-1024x1024.png 1024w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-kerja-soc-150x150.png 150w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-kerja-soc-768x768.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1254px) 100vw, 1254px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"bagaiamana-proses-kerja-soc\">Bagaiamana Proses Kerja SOC?<\/h2>\n<p>Secara sederhana, cara kerja SOC terdiri dari beberapa tahap utama:<\/p>\n<h3 id=\"1-pengumpulan-data\">1. Pengumpulan data<\/h3>\n<p>Tim SOC pertama-tama mengumpulkan data dari berbagai sumber, contohnya data log server, firewall, endpoint, aplikasi, dan jaringan. Data ini akan selalu dipantau 24 jam oleh tim keamanan.<\/p>\n<h3 id=\"2-deteksi-ancaman\">2. Deteksi Ancaman<\/h3>\n<p>Sistem bisa mendeteksi jika ada indikasi ancaman serangan siber di semua sistem Anda, contohnya jika ada malware yang masuk di endpoint, atau percobaan login yang tidak normal dan serangan DDoS di jaringan.<\/p>\n<h3 id=\"3-analisis-dan-investigasi\">3. Analisis dan Investigasi<\/h3>\n<p>Jika ditemukan aktivitas aneh, tim akan langsung melakukan analisis untuk melihat apa yang sedang terjadi di perangkat tersebut, apakah benar-benar ancaman atau hanya kesalahan user saja.<\/p>\n<h3 id=\"4-respons-dan-mitigasi\">4. Respons dan Mitigasi<\/h3>\n<p>Jika benar-benar ancaman serangan siber, maka tim akan langsung mengambil tindakan untuk membatasi aksesnya. Langkah-langkah yang dilakukan seperti pemblokiran ke perangkat lain dan penghentian aktivitas.<\/p>\n<h3 id=\"5-pelaporan-dan-perbaikan\">5. Pelaporan dan Perbaikan<\/h3>\n<p>Setelah insiden ditangani, tim SOC akan memberikan laporan kejadian yang baru saja terjadi, tindakan apa saja yang dilakukan, dan apakah ada dampaknya. Hasil analisis ini akan digunakan sebagai contoh preventif agar ancaman serupa tidak terulang lagi.<\/p>\n<h2 id=\"apa-saja-alat-alat-yang-digunakan\">Apa Saja Alat-alat yang Digunakan?<\/h2>\n<p>SOC modern bekerja dengan berbagai teknologi keamanan yang lengkap, Setiap teknologi fungsinya berbeda-beda karena saling melengkapi satu sama lainnya, berikut ini adalah teknologi yang digunakan untuk memantau sistem perusahaan secara terus menerus.<\/p>\n<h3 id=\"1-siem\">1. SIEM<\/h3>\n<p>Security Information and Event Management <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/pengertian-siem-cara-kerja-dan-fungsi\/\">(SIEM) adalah<\/a> teknologi yang paling utama dalam memantau sistem.<br \/>\nFungsi dari SIEM yaitu mengumpulkan log dan event dari berbagai sumber perangkat seperti perangkat server, firewall, perangkat endpoint, dan perangkat lunak seperti aplikasi, jaringan, dan sistem cloud.<br \/>\nContoh penggunaan nyata SIEM adalah memantau aktivitas login, mungkin terjadi login seperti biasanya.<br \/>\nNamun, ketika SIEM menemukan login di perangkat yang tidak semestinya lalu mencoba masuk ke sistem, maka dengan kondisi ini SIEM bisa menyimpulkan dan memberikan peringatan ke tim.<br \/>\nFungsi utama SIEM<\/p>\n<ul>\n<li>Mengumpulkan log event.<\/li>\n<li>Melakukan korelasi keamanan.<\/li>\n<li>Mendeteksi pola serangan.<\/li>\n<li>Menyediakan data untuk investigasi.<\/li>\n<li>Membantu security reporting dan audit.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"2-edr-dan-xdr\">2. EDR dan XDR<\/h3>\n<p>Endpoint Detection and Response (EDR) adalah pemantauan aktivitas yang fokus pada endpoint device seperti laptop, desktop, dan server.<br \/>\nEDR berguna untuk mengumpulkan telemetry dari endpoint, data ini digunakan dalam mendeteksi perilaku mencurigakan serta juga dapat membantu melakukan investigasi.<br \/>\nSementara, Extended Detection and Response (XDR) berguna memperluas cakupan deteksi contoh nyatanya adalah mendeteksi aktivitas pada email, <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/network-id\/pengertian-network\/\">jaringan atau network<\/a>, dan layanan cloud.<br \/>\nFungsi EDR dan XDR<\/p>\n<ul>\n<li>Monitoring aktivitas endpoint.<\/li>\n<li>Mendeteksi perilaku mencurigakan pada endpoint.<\/li>\n<li>Mengetahui adanya malware dan aktivitas hacking.<\/li>\n<li>Menyediakan <a href=\"https:\/\/www.ibm.com\/id-id\/think\/topics\/telemetry\" rel=\"dofollow noopener\" target=\"_blank\">telemetry<\/a> untuk investigasi.<\/li>\n<li>Membantu membatasi dan response serangan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"3-soar\">3. SOAR<\/h3>\n<p>Security Orchestration, Automation and Response (SOAR) adalah teknologi untuk digunakan untuk membantu tim SOC membuat sistem otomatis dalam melakukan tindakan keamanan.<br \/>\nSOAR dapat menjalankan tindakan berdasarkan algoritma yang disebut playbook. Ini nantinya akan diatur oleh tim SOC.<br \/>\nContohnya ketika mendeteksi indikasi phishing, SOAR dapat menjalankan beberapa aktivitas secara otomatis, yaitu menghapus email phishing dari kotak masuk semua karyawan, memblokir alamat email atau domain pengirim, memblokir tautan berbahaya di sistem jaringan perusahaan.<br \/>\nFungsi utama SOAR<\/p>\n<ul>\n<li>Mengotomatisasi proses response.<\/li>\n<li>Menjalankan security playbook.<\/li>\n<li>Menjalankan berbagai security tools.<\/li>\n<li>Mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual oleh analyst.<\/li>\n<li>Mempercepat respons terhadap insiden.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"4-threat-intelligence-platform-tip\">4. Threat Intelligence Platform (TIP)<\/h3>\n<p>Threat intelligence berfungsi memberikan konteks pada indikator jika ada aktivitas mencurigakan.<br \/>\nContohnya, tim menemukan alamat IP address, domain atau URL, maka dengan TIP akan memberikan informasi apakah indikator tersebut pernah dikaitkan dengan malware atau phishing.<br \/>\nDari informasi inilah nantinya tim analis akan terbantu karena pemberian label informasi dari alert, apakah memiliki peringatan risiko tinggi atau hanya peringatan dari aktivitas normal.<br \/>\nThreat intelligence platform ini memberikan informasi<\/p>\n<ul>\n<li>IP address berbahaya.<\/li>\n<li>Domain dan URL mencurigakan.<\/li>\n<li>Deteksi adanya malware.<\/li>\n<li>Teknik dan pola serangan.<\/li>\n<li>Campaign atau infrastructure yang digunakan attacker.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"5-vulnerability-management\">5. Vulnerability Management<\/h3>\n<p>Vulnerability management adalah alat yang digunakan tim security operation center untuk menemukan kelemahan (celah keamanan) pada sistem, aplikasi, server, jaringan, maupun perangkat lainnya.<br \/>\nNamun, menemukan celah keamanan saja tidak cukup, oleh sebab itu tim security harus melakukan berbagai uji test vulnerability untuk menemukan celah mana yang paling berisiko dan harus segera diperbaiki.<\/p>\n<h2 id=\"apa-saja-tugas-tim-soc\">Apa Saja Tugas Tim SOC?<\/h2>\n<p>Berikut ini adalah rangkuman dari tugas-tugas tim security operation center<\/p>\n<h3 id=\"1-memantau-dan-menganalisis-sistem\">1. Memantau dan Menganalisis Sistem<\/h3>\n<p>Tugas dari tim SOC adalah untuk bertanggung jawab pada perusahaan terkait dengan keamanan siber, antara lain pemantauan dan analisis keamanan yang dilakukan secara terus-menerus untuk mendeteksi anomali dalam aktivitas jaringan.<\/p>\n<h3 id=\"2-investigasi-serangan-siber\">2. Investigasi Serangan Siber<\/h3>\n<p>Tim security operations center juga melakukan investigasi terhadap insiden yang terjadi untuk mengetahui penyebab dan dampaknya. Untuk mencegah serangan, mereka menjalankan pengelolaan kerentanan dengan memindai sistem, menerapkan patch, serta memperbarui keamanan.<\/p>\n<h3 id=\"4-mengevaluasi-sistem-keamanan\">4. Mengevaluasi Sistem Keamanan<\/h3>\n<p>Selanjutnya tim terus melakukan evaluasi sistem keamanan, mengadopsi teknologi baru, dan mengikuti perkembangan ancaman siber. Dengan peran ini, tim akan melindungi perusahaan Anda dari serangan siber.<\/p>\n<h3 id=\"5-pelaporan-dan-kepatuhan-reporting-dan-compliance\">5. Pelaporan dan Kepatuhan (Reporting dan Compliance)<\/h3>\n<p>Tim harus bertanggung jawab membuat dokumentasi dan laporan berkala mengenai status keamanan sistem bagi manajemen atau eksekutif. Dalam laporan berisi kerja, berapa serangan yang terdeteksi dan harus memastikan bahwa SOC sudah mematuhi standar regulasi kepatuhan industri.<\/p>\n<h2 id=\"struktural-tim-soc-pada-bisnis\">Struktural Tim SOC Pada Bisnis<\/h2>\n<p>Secara garis besar tim SOC di Indonesia terdiri dari Manager, Analyst (<a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/colocation-id\/pentingnya-tier-untuk-penempatan-server-perusahaan\/\">Tier 1<\/a>, Tier 2, and Tier 3), dan Security Engineers.<br \/>\nSecurity operations center analyst dan security engineers bertugas melakukan monitoring agar dapat cepat mendeteksi adanya ancaman.<\/p>\n<p>Jika benar-benar ditemukan ancaman, mereka segera memberikan notifikasi atau melaporkannya kepada manager.<br \/>\nSOC manager lah yang nantinya akan memberikan laporan kepada CISO atau Chief Information Security Officer.<\/p>\n<p>Karena terdiri dari engineer yang ahli, tentu saja security operations center adalah solusi terbaik untuk mengamankan aset perusahaan Anda dari serangan cyber. Sayangnya, tidak semua perusahaan mempunyai human resource yang mencukupi untuk membentuk sebuah Tim security operations center sendiri.<\/p>\n<p>Untuk itu, beberapa perusahaan IT menawarkan SOC-as-a-Service. Yang dimaksud dengan as-a-service adalah layanan penyedia tim security operations center. Jadi Anda tidak perlu repot untuk mencari resource dan melakukan security training secara pribadi.<br \/>\nBerbicara lebih jauh mengenai jenis-jenis security operations center, ada 7 jenis yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n<h2 id=\"apa-saja-metrik-pada-soc\">Apa Saja Metrik pada SOC<\/h2>\n<p>Metrik SOC merupakan pengukuran yang dibuat sedemikian rupa untuk mengetahui kinerja, efektivitas dan efisiensi tim untuk mendeteksi serta merespons ancaman siber.<\/p>\n<p>Berikut adalah metrik pada security operation center<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3 id=\"metrik-berdasarkan-waktu\">Metrik Berdasarkan Waktu<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><b>MTTD (<\/b><b><i>Waktu rata rata deteksi<\/i><\/b><b>)<\/b> adalah waktu yang dibutuhkan tim untuk mengetahui apakah ada aktivitas berbahaya sejak ancaman pertama kali dimulai, waktu itu akan dicatat dan buat nilai rata-ratanya.<\/li>\n<li><b>MTTR (Waktu <\/b><b><i>Rata-rata untuk merespon dan menuntaskan)<\/i><\/b> merupakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan serangan siber dari pertama muncul hingga tuntas diselesaikan, waktunya juga akan dicatat dan dihitung rata-ratanya.<\/li>\n<li><b>Latensi Peringatan <\/b>merupakan waktu yang tercatat antara peringatan (<i>alert<\/i>) muncul hingga tim pertama kali merespons.<\/li>\n<li><b>MTTI (<\/b><b><i>Waktu rata-rata untuk penyelidikan<\/i><\/b><b>) adalah matriks waktu rata-rata<\/b> yang dibutuhkan untuk menyelidiki suatu peringatan hingga membereskan masalah.<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3 id=\"metrik-berdasarkan-akurasi-deteksi\">Metrik Berdasarkan Akurasi Deteksi<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><b>Matrik Tingkat Positif Palsu yaitu menghitung<\/b> seberapa besar persentase peringatan yang muncul sebagai ancaman, tetapi ternyata bukan ancaman nyata. nilai presentasi terlalu tinggi menandakan tidak efektif kinerja SOC.<\/li>\n<li><b>Matrik Tingkat Negatif Palsu <\/b>merupakan metrik untuk menghitung jumlah kasus serangan siber terjadi, tetapi sistem SOC gagal mendeteksinya (SLA yang baik adalah \u2264 1%).<\/li>\n<li><b>Cakupan Deteksi <\/b>yaitu seberapa luas cakupan tim dalam mendeteksi serangan yang diketahui. Untuk menghindari titik buta (<i>blind spot<\/i>), tim mengumpulkan dan menganalisis log data secara real-time dari berbagai perangkat.<\/li>\n<li><b>Matrik Tingkat Deteksi Ancaman Nyata yaitu menghitung <\/b>jumlah total peringatan valid dikonfirmasi sebagai serangan sungguhan dibandingkan total seluruh peringatan yang masuk.<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3 id=\"metrik-kapasitas-dan-beban-kerja\">Metrik Kapasitas dan Beban Kerja<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><b>Kapasitas SOC yaitu<\/b> jumlah waktu yang tersedia bagi tim untuk menangani serangan siber dalam periode tertentu.<\/li>\n<li><b>Beban Kerja yang Diharapkan yaitu <\/b>estimasi peringatan yang dapat diprediksikan dan diterima oleh tim dalam satu bulan.<\/li>\n<li><b>Frekuensi Eskalasi Peringatan yaitu<\/b> seberapa sering peringatan tingkat awal harus diteruskan lagi ke tim dengan level yang lebih tinggi, (tier 2 atau tier 3)<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"pembagian-tier-pada-soc\">Pembagian Tier Pada SOC<\/h2>\n<p>Struktur <i>Security Operations Center<\/i> (SOC) terdapat 3 tier (tingkatan), tingkat ini dibedakan berdasarkan pengalaman, tanggung jawab, dan kemampuan<\/p>\n<h3 id=\"tier-1-monitoring-dan-validasi\">Tier 1: Monitoring dan Validasi<\/h3>\n<p>Tier 1 bertugas memantau dashboard, memantau alert, melakukan pemeriksaan awal, memilah alert yang valid dan false positive dan melakukan investigasi.<\/p>\n<p><b>Fokus:<\/b> Pemantauan awal dan penyaringan triase.<\/p>\n<p><b>Tugas dan Tanggung Jawab:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li>Memantau dashboard dan <i>alert<\/i> dari SIEM dan endpoint detection selama 24 jam non stop.<\/li>\n<li>Memvalidasi setiap alert yang datang untuk menentukan yang mana saja termasuk ancaman nyata.<\/li>\n<li>Menutup pemberitahuan tidak berbahaya dan melakukan eskalasi insiden nyata ke Tier 2.<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Pengalaman dan Alat:<\/b> Pengalaman yang dibutuhkan 0\u20132 tahun kerja. Alat yang digunakan antara lain SIEM, SOAR dan EDR.<\/p>\n<h3 id=\"tier-2-merespon-insiden-nyata\">Tier 2: Merespon Insiden Nyata<\/h3>\n<p>Tier 2 adalah tim yang mengerjakan eskalasi tugas dari tier 1 untuk mengecek apakah alert yang datang benar-benar insiden lalu mengoordinasikan penanganan.<\/p>\n<p><b>Fokus:<\/b> Investigasi dan penanganan insiden yang sudah dieskalasikan oleh tier 1.<\/p>\n<p><b>Tugas dan Tanggung Jawab:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li>Menganalisis <i>alert<\/i> yang dikumpulkan dari Tier 1.<\/li>\n<li>Menghubungkan data lintas sumber (log jaringan, <i>endpoint<\/i>, lalu lintas trafik) untuk merekonstruksi bagaimana serangan muncul.<\/li>\n<li>Melakukan tindakan pembendungan serangan dengan cara mengisolasi <i>endpoint<\/i> yang terinfeksi atau mematikan akun yang diretas.<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Pengalaman dan Alat:<\/b> pengalaman yang dibutuhkan 2\u20135 tahun. Alat yang digunakan antara lain <i>Autopsy, Volatility, YARA rules<\/i>).<\/p>\n<h3 id=\"tier-3-threat-hunter-atau-senior-security-analyst\">Tier 3: Threat Hunter atau Senior Security Analyst<\/h3>\n<p>Tier 3 bertugas untuk menangani ancaman yang tidak dapat dikerjakan oleh tier 2, lalu melakukan perburuan ancaman, menganalisa cara kerja penyerang, serta bertanggung jawab meningkatkan kemampuan deteksi dan pertahanan tim SOC.<\/p>\n<p><b>Fokus:<\/b> Mencari ancaman tersembunyi dan meningkatkan kinerja sistem pertahanan.<\/p>\n<p><b>Tugas dan Tanggung Jawab:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li>Mencari ancaman (<i>threat hunting<\/i>) yang berhasil lolos dari deteksi alat.<\/li>\n<li>Menganalisa sistem, atau perangkat lunak agar memahami cara kerja bagian dalamnya secara mendetail untuk mendeteksi malware di dalam sistem.<\/li>\n<li>Membuat aturan baru untuk sistem deteksi (<i>detection engineering<\/i>) dan mengoptimalkan arsitektur keamanan yang sudah ada.<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Pengalaman dan Alat: <\/b>Untuk menjadi tier 3 sebaiknya memiliki pengalaman minimal 3 tahun. Dapat menggunakan <i>Ghidra<\/i>, SOAR, dan <i>framework<\/i> keamanan tingkat lanjut.<\/p>\n<h2 id=\"jenis-jenis-penerapan-soc-pada-bisnis\"><strong>Jenis-Jenis Penerapan SOC Pada Bisnis<\/strong><\/h2>\n<p>Sebelum memutuskan memiliki tim security operations center untuk perusahaan Anda, antara lain<\/p>\n<h3 id=\"1-internal-soc\">1. Internal SOC<\/h3>\n<p>Ini adalah tim yang dibangun dan dikelola di dalam perusahaan. Seluruh kebutuhan yang meliputi alat, teknologi keamanan, karyawan ahli, berada di bawah manajer.<br \/>\nInternal SOC dibuat untuk perusahaan yang memiliki kebutuhan perlindungan keamanan kompleks, serta memiliki anggaran untuk membangun dan membayar operasional tiap bulan.<\/p>\n<h3 id=\"2-virtual-security-operations-center\">2. Virtual Security Operations Center<\/h3>\n<p>Virtual security operations center adalah bukan dedicated security operations center atau dengan kata lain tidak dibuat khusus untuk suatu perusahaan. Tipe ini merupakan portal berbasis Web yang digunakan untuk mengontrol keamanan suatu perusahaan secara off-site.<br \/>\nKeuntungan dari tipe ini adalah tidak memakan banyak biaya. Perusahaan tidak perlu menyiapkan tempat, hardware, maupun infrastruktur lainnya. Tim akan bersiaga secara virtual dan selalu dapat dimintai bantuan kapan saja.<br \/>\nKelemahan dari sistem ini adalah dari segi keamanan. Tidak adanya personel tim ditempat atau perusahaan akan menciptakan celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/pengertian-cyber-crime\/\">cyber attacker<\/a> untuk menembus sistem keamanan perusahaan.<\/p>\n<h3 id=\"3-perpaduan-soc-dan-noc\">3. Perpaduan SOC dan NOC<\/h3>\n<p>Tipe ini merupakan perpaduan dengan Network Operations Center atau NOC. Jika <em>security operations center<\/em> adalah tim yang bertanggung jawab pada keamanan server, maka NOC bertanggung jawab untuk network. Berbeda dengan Virtual security operations center, multi fungsi SOC\/NOC merupakan dedicated security operations center yang mempunyai infrastruktur dan fasilitas lainnya.<br \/>\nTipe ini juga sangat cost-effective karena satu tim dapat berperan sebagai SOC maupun NOC tanpa perlu menambah tim khusus lainnya. Tipe ini sangat cocok untuk perusahaan yang relatif kecil yang memiliki tingkat eksposur rendah.<br \/>\nKekurangan tipe ini juga terletak pada sistem keamanannya. Tim <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/network-id\/network-operation-center-noc-fungsi-penerapan-pada-bisnis\/\">multifunction NOC<\/a> harus memecah fokus antara menjaga keamanan dan menjaga network, sehingga tidak dapat 100% fokus mengamankan server. Sedangkan, ancaman siber dapat terjadi kapan saja.<\/p>\n<h3 id=\"4-co-managed-soc\">4. Co-managed SOC<\/h3>\n<p>Co-managed SOC adalah tim perpaduan antara external dan in-house staff. Yang dimaksud dengan external staff adalah perusahaan yang menyediakan human resource untuk disewakan pada perusahaan yang membutuhkan. Sedangkan internal staff adalah resource yang dimiliki sendiri oleh perusahaan tersebut. Dalam hal ini mereka menggabungkan keduanya untuk mengamankan server.<br \/>\nKelebihan dari tipe ini berada pada fleksibilitasnya. Anda dapat menggunakan beberapa teknologi seperti perangkat <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/pengertian-siem-cara-kerja-dan-fungsi\/\">security information and event management (SIEM)<\/a> tools on-premises atau pada cloud.<br \/>\nNamun, tipe ini membutuhkan lebih banyak biaya daripada jenis-jenis sebelumnya. Anda perlu untuk membeli sejumlah hardware dan juga rutin melakukan pelatihan keamanan. Selain itu, karena tim berasal dari perusahaan yang berbeda dapat menciptakan gap pada komunikasi yang berakibat munculnya gap lain yaitu pada sistem keamanan.<\/p>\n<h3 id=\"5-command-soc\">5. Command SOC<\/h3>\n<p>Jenis ini mempunyai beberapa tim yang berada di lokasi yang berbeda-beda. Tipe ini biasanya dimiliki oleh perusahaan multinasional di mana setiap cabang perusahaan membutuhkan dedicated security operations center nya sendiri. Beberapa tim ditugaskan untuk mengamankan cabang perusahaan. Tim dengan skala lebih kecil tersebut berada di naungan satu pusat yang berskala lebih besar.<\/p>\n<h3 id=\"6-managed-soc\">6. Managed SOC<\/h3>\n<p>Jenis ini adalah layanan security operation center yang operasionalnya dikelola oleh penyedia layanan pihak ketiga. Perusahaan bekerjasama dengan penyedia layanan untuk menggunakan keahlian, teknologi, dan infrastruktur penyedia layanan tanpa perlu membangun tim SOC internal.<\/p>\n<p>Jenis ini cocok bagi perusahaan yang membutuhkan monitoring keamanan 24\/7 tetapi tidak ingin menanggung seluruh biaya dan kesulitan membangun tim internal.<\/p>\n<h3 id=\"7-soc-as-a-service\">7. SOC as a Service<\/h3>\n<p>SOC as a Service (SOCaaS) model layanan keamanan siber berbasis cloud dengan sistem langganan, pada layanan ini penyedia dari pihak ketiga akan melakukan pemantauan, deteksi ancaman, threat intelligence dan penanganan insiden 24 jam non stop.<br \/>\nCara kerja SOCaaS adalah menggunakan kombinasi antara security platform, automation, threat intelligence, dan security analyst yang dikelola oleh penyedia dari pihak ketiga.<\/p>\n<h2 id=\"hubungan-soc-dan-kepatuhan-regulasi-di-indonesia\">Hubungan SOC dan Kepatuhan Regulasi di Indonesia<\/h2>\n<p>Di Indonesia memiliki aturan yang dibuat secara langsung maupun tidak langsung untuk memaksa perusahaan membuat sistem keamanan yang baik. Aturan ini mewajibkan setiap bisnis menjamin kerahasiaan data. Dalam praktiknya, aturan ini menuntut beberapa aspek, antara lain<\/p>\n<p>1. Bisnis harus memiliki sistem pemantauan data secara berkelanjutan.<br \/>\n2. Memiliki sistem pencatatan aktivitas dan data insiden keamanan.<br \/>\n3. Memiliki sistem deteksi dini ketika ada serangan siber.<br \/>\n4. Memiliki respons jika terjadi insiden yang terstruktur dan terdokumentasi<\/p>\n<p>Semua aspek ini kebetulan ada dalam ruang lingkup kerja security operations center. Untuk itu, jika perusahaan Anda mengadopsi SOC maka pemenuhan aturan regulasi akan tercapai.<\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-managed-soc\">Apa itu Managed SOC?<\/h2>\n<p>Managed SOC adalah jenis layanan keamanan siber yang disediakan pihak ketiga guna mengelola pemantauan, deteksi dan penanganan insiden keamanan 24 jam \/ 7 hari.<br \/>\nLayanan ini disediakan pihak ketiga seperti Wowrack dengan sistem berlangganan, tujuan dibuat layanan ini adalah agar perusahaan tidak perlu merekrut karyawan baru untuk membuat tim SOC sendiri. Karena saat ini, karyawan keamanan siber yang memiliki kemampuan atau sertifikasi semakin mahal gajinya dan sulit dicari.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah cakupan layanan managed SOC yang disediakan oleh penyedia layanan pihak ketiga<\/p>\n<h2 id=\"apa-saja-cakupan-kerja-managed-soc\">Apa Saja Cakupan Kerja Managed SOC?<\/h2>\n<p>Managed SOC memiliki cakupan kerja yang saling berhubungan. Berikut ini cakupan kerja penyedia layanan yang kompeten<\/p>\n<h3 id=\"1-memantau-sistem-24-7\">1. Memantau Sistem 24\/7<\/h3>\n<p>Penyedia pihak ketiga wajib memantau sistem Anda setiap menit tanpa henti, meskipun itu di malam hari dan di hari libur, tim harus tetap memantau sistem perusahaan Anda. Bayangkan jika Anda membuat tim internal sendiri, tentu Anda harus menyiapkan minimal 3 shift kerja, yaitu shift pagi, sore dan malam hari. Jika satu shift 2 orang berarti Anda harus menyiapkan 6 orang karyawan.<\/p>\n<h3 id=\"2-analisis-alert\">2. Analisis alert<\/h3>\n<p>Tidak semua pemberitahuan sistem itu benar-benar serangan nyata, dan sebagian besar memang bukan serangan. Triage adalah pekerjaan memilah alert yang datang, mencatat apakah ada ancaman yang benar-benar terjadi atau alert palsu, lalu mengurutkannya berdasarkan skala prioritas.<\/p>\n<h3 id=\"3-threat-hunting\">3. Threat hunting<\/h3>\n<p>Threat hunting adalah upaya tim managed SOC untuk mencari penyerang yang sudah masuk kedalam sistem perusahaan, tetapi alert belum berbunyi. Biasanya para peretas profesional bergerak sangat hati-hati agar tidak terdeteksi alert. Nah, Threat hunter ini bertugas khusus mencari jejak halus yang ditinggalkan penyerang dan memblokir aksesnya.<\/p>\n<h3 id=\"4-penanganan-insiden\">4. Penanganan insiden<\/h3>\n<p>Jika ada serangan yang terjadi dan sudah dikonfirmasi bahwa itu adalah serangan asli, tugas managed SOC adalah memblokir akses penyerang. Penyedia layanan dengan kemampuan teknisnya akan menghentikan ancaman, pentingnya kesigapan tim sangat menentukan seberapa besar kerusakan sistem, jika isolasi segera dilakukan maka makin kecil kerusakannya.<\/p>\n<h3 id=\"5-data-pelaporan-dan-compliance\">5. Data pelaporan dan Compliance<\/h3>\n<p>Untuk mendapatkan sertifikasi tertentu, perusahaan diharuskan memiliki catatan dan data insiden dalam tenggat waktu tertentu. Penyedia managed SOC memiliki semua datanya, mulai dari data log, data bukti serangan, dan laporan yang menunjukkan perusahaan Anda memenuhi kewajiban itu.<\/p>\n<p>Data ini sangat dibutuhkan saat ada adanya audit. Di Indonesia sendiri ada aturan SEOJK 29\/2022 dari OJK yang mewajibkan bank umum memberi tahu kepada OJK paling lama 24 jam setelah adanya serangan siber.<\/p>\n<h2 id=\"studi-kasus-nyata-managed-soc-wowrack\">Studi Kasus Nyata Managed SOC Wowrack<\/h2>\n<p>Goshly adalah perusahaan SaaS website builder yang merupakan salah satu klien Wowrack, mereka mempercayakan pengelolaan infrastrukturnya kepada Wowrack.<\/p>\n<p>Dalam kerja sama ini, Wowrack memberikan layanan monitoring infrastruktur yang aktif 24 jam non stop.<br \/>\nPada suatu ketika mereka mendapatkan serangan, dan tim managed SOC Wowrack memperingatkan mereka mengenai suatu masalah celah keamanan yang diserang peretas sebelum tim internal mereka menyadarinya, tim Wowrack langsung membantu menyelesaikannya dengan cara menghentikan serangan lalu melaporkan kepada tim internal untuk segera diperbaiki.<\/p>\n<p>CEO Goshly sendiri menuturkan bahwa layanan ini dapat membuat tim Goshly fokus pada hal yang penting saja.<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-127389 size-full\" src=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Fungsi-SOC.png\" alt=\"SOC adalah\" width=\"1254\" height=\"1254\" srcset=\"https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Fungsi-SOC.png 1254w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Fungsi-SOC-300x300.png 300w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Fungsi-SOC-1024x1024.png 1024w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Fungsi-SOC-150x150.png 150w, https:\/\/assets.wowrack-web-profile.delivery.cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Fungsi-SOC-768x768.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1254px) 100vw, 1254px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2>\n<p>Serangan siber tidak akan pernah berhenti, karena memang ada orang yang mencari penghasilan dari sana, untuk itu Anda sebagai pemilik perusahaan harus siap menghadapi risiko terburuknya.<\/p>\n<p>Layanan SOC adalah solusi bagi pemilik bisnis untuk menjaga infrastruktur IT dari berbagai serangan siber yang datang.<br \/>\nDengan mengadopsi SOC sebagai SOP pada perusahaan, Anda sebagai penentu arah perusahaan bisa fokus pada operasional bisnis saja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Security Operations Center (SOC) merupakan pusat operasi keamanan guna memantau, mendeteksi, menganalisis, serta merespons ancaman siber yang dilakukan oleh tim dengan berbagai teknologi pemantauan. Cara kerja SOC menggabungkan kemampuan tenaga ahli, penggunaan alat teknologi seperti SIEM, EDR\/XDR, SOAR, serta threat intelligence untuk memantau perusahaan agar sistem dan data terlindungi selama 24 jam non stop. Pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":94029,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","footnotes":""},"categories":[723],"tags":[],"class_list":["post-4327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-security-id","post-wrapper"],"acf":{"main":{"headline":"","":null,"cta":null}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4327"}],"version-history":[{"count":80,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156804,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4327\/revisions\/156804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94029"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}