{"id":79090,"date":"2025-08-13T16:48:22","date_gmt":"2025-08-13T09:48:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.wowrack.com\/?p=79090"},"modified":"2026-03-30T13:22:00","modified_gmt":"2026-03-30T06:22:00","slug":"apa-itu-downtime","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/apa-itu-downtime\/","title":{"rendered":"Apa Itu Downtime? Dampak dan Solusi Bagi Pemilik Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap website tentu pernah mengalami downtime, entah itu sebentar maupun waktunya lama. Karena downtime merupakan salah satu hal yang paling ditakutkan oleh para pelaku bisnis digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika hal ini terjadi, maka situsnya tidak bisa diakses, pelanggan tidak bisa transaksi bahkan tidak bisa membuka halaman situsnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Downtime merupakan sebuah kondisi sebuah website jadi lambat saat diakses bahkan pada tingkat parahnya tidak bisa diakses sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ibarat sebuah toko di dunia nyata, tutup. Pembeli tidak bisa membeli dan melihat barang yang ada di toko tersebut. Begitulah gambaran jelasnya tentang downtime.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-downtime\"><strong>Apa Itu Downtime?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Downtime adalah sebuah istilah yang digunakan pada kondisi sebuah halaman website atau server tidak dapat diakses oleh pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam kondisi tertentu, website yang down bisa saja melambat, namun dalam kondisi parah biasanya sudah tidak bisa diakses sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Downtime bukan disebabkan karena error biasa. Tapi ada masalah serius pada infrastruktur server yang digunakan, sehingga website kita jadi mati dan tidak bisa diakses sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi pelaku bisnis terutama ecommerce atau situs bisnis lainnya yang sistem transaksinya menggunakan website, akan sangat berdampak bahkan bisa merugikan. Apalagi jika downtime ini berlangsung lama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-79108\" src=\"https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/contoh-penyebab-downtime.avif\" alt=\"pengertian downtime\" width=\"740\" height=\"740\" srcset=\"https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/contoh-penyebab-downtime.avif 740w, https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/contoh-penyebab-downtime-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/contoh-penyebab-downtime-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"dampak-downtime-bagi-pebisnis-online\"><strong>Dampak Downtime Bagi Pebisnis Online?\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ya tentu saja banyak. Beberapa diantaranya seperti kepercayaan konsumen jadi menurun, omset menurun bahkan hilang karena web tidak dapat diakses. Selain itu, reputasi juga bisa buruk bahkan dari sisi SEO juga akan terdampak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Website yang sering mengalami downtime akan dianggap buruk oleh mesin telusur. Karena datanya tidak dapat diakses secara realtime.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masalah downtime ini merupakan salah satu masalah serius yang perlu diperhatikan dan ditangani dengan bijak. Pastikan anda memilih layanan server yang handal dan profesional, serta punya uptime 99%.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"ciri-ciri-downtime\"><strong>Ciri-Ciri Downtime<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika ada keanehan yang terjadi pada website seperti dibawah ini, berarti bisa jadi website Anda lagi mengalami down<\/span><\/p>\n<h4 id=\"1-tidak-bisa-diakses-sama-sekali\"><strong>1. Tidak bisa diakses sama sekali<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Anda mengetikan url domain di browser namun website tidak membuka sama sekali bisa jadi ini adalah tanda yang paling jelas. Setelah menunggu beberapa saat dan tampil tulisan \u201cServer Not Found\u201d, \u201c503\u201d adalah ciri-ciri website Anda sedang down.<\/span><\/p>\n<h4 id=\"2-akses-menjadi-sangat-lambat\"><strong>2. Akses menjadi sangat lambat<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Website yang sedang down tidak melulu websitenya tidak bisa diakses. Kadang loading nya sangat lama karena server bekerja diatas kapasitas yang bisa digunakan. Akibatnya, website ketika di refresh butuh waktu lama untuk bisa tampil. Hal ini sering terjadi karena beban di server terlalu tinggi (overload traffic) bisa disebabkan karena tinggi pengunjung yang sedang mengakses website, atau bisa juga karena serangan DDoS.<\/span><\/p>\n<h4 id=\"3-terjadi-rto\"><strong>3.Terjadi RTO\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RTP adalah kondisi ketika user meminta akses website dari browser namun dari server tidak mendapat respons sama sekali. Akibatnya, website gagal dimuat dan browser menampilkan pesan error \u201cRequest Timed Out\u201d atau \u201cThis site can\u2019t be reached\u201d.<\/span><\/p>\n<h4 id=\"4-beberapa-layanan-tidak-dapat-diakses\"><strong>4. Beberapa Layanan Tidak Dapat Diakses<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini bisa terjadi jika dalam satu website ditempatkan <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/apa-itu-server\/\">pada server<\/a> yang berbeda, contohnya landing page website di tempatkan pada server A, dan blog website ditempatkan pada server B, jika server B mengalami down, maka hanya artikel blog saja yang tidak bisa diakses.<\/span><\/p>\n<h4 id=\"5-pelanggan-mengeluh\"><strong>5. Pelanggan Mengeluh<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini sering terjadi pada penyedia hosting dan penyedia server, jika ada server yang mengalami down, maka pelanggan akan mulai mengeluhkan website tidak bisa diakses dan akan menghubungi tim support.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 id=\"6-server-tidak-merespons\"><strong>6. Server tidak merespons<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri ciri downtime terakhir adalah ketika tim sistem administrator sedang mencoba mengakses server, pada server akan mengalami RTO, dan hal ini bisa di cek dengan melakukan ping ke server, jika ping respon nya lama, dan tertulis RTO, maka dipastikan server saat ini mengalami downtime, tools lain untuk mengecek respons dari server adalah uptime Robot (<a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/apa-itu-availability-sepenting-apa-apa-kelebihan-servernya\/\">availbility<\/a>).<\/span><\/p>\n<h2 id=\"beda-uptime-vs-downtime\"><strong>Beda Uptime VS Downtime<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Uptime adalah dimana website bisa diakses dengan lancar tanpa delay yang lama, lalu uptime akan diukur dalam bentuk persentase seberapa sering dia uptime dan seberapa sering dia downtime, pengukuran menggunakan persentase. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya adalah <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/mengenal-dedicated-server-dan-fungsinya-kapan-harus-digunakan\/\">layanan dedicated server<\/a> Wowrack yang memiliki uptime 99.9% SLA, yang artinya server Wowrack hanya mengalami down 0,1% saja dalam periode tertentu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini sangat berdampak pada reputasi penyedia layanan server, karena semakin tinggi uptime maka layanannya semakin berkualitas karena waktu ketika server mati sangat sedikit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wowrack juga menjamin dengan SLA (Service Level Agreement). Jika pada periode tertentu server tidak uptime 99.9% maka pelanggan bisa meminta uangnya kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara downtime merupakan kebalikan dari uptime seperti yang sudah dibahas di atas, yaitu berapa jumlah waktu yang terhitung ketika server mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perbedaan dari uptime dan downtime adalah berapa lama layanan berjalan lancar (uptime),\u00a0 dan berapa lama server mati. Dalam hal pengukuran uptime diukur dengan persentase %, sedangkan downtime diukur dengan durasi berapa lama waktu menit atau jam.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-79100\" src=\"https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penyebab-downtime.avif\" alt=\"penyebab terjadinya downtime\" width=\"740\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penyebab-downtime.avif 740w, https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/penyebab-downtime-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"mengenal-jenis-jenisnya-downtime\"><strong>Mengenal Jenis Jenisnya Downtime<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia server, downtime itu dibagi menjadi 2 jenis, diantaranya yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 id=\"1-downtime-planned-direncanakan\"><strong>1. Downtime Planned (Direncanakan)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jenis downtime yang satu ini direncanakan secara sengaja karena ada kebutuhan yang harus dilakukan. Downtime ini dilakukan pada waktu dimana tidak banyak user yang mengakses situs tersebut, biasanya di malam hari atau dini hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan dari dilakukan downtime ini adalah untuk melakukan pemeliharaan server (maintenance), update software server, hingga upgrade perangkat lunak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Supaya semua infrastrukturnya terawat dengan baik dan bisa memberikan akselerasi yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"2-downtime-unplanned-tidak-direncanakan\"><strong>2. Downtime Unplanned (Tidak Direncanakan)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah kalo jenis downtime yang satu ini adalah salah satu downtime yang merugikan bagi user. Karena tidak direncanakan tapi terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bisa kapan saja terjadinya, bisa pagi, siang, sore, malam atau bahkan saat jam sibuk diakses oleh pengguna sekalipun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Downtime ini tidak direncanakan sama sekali. Lebih parah lagi ini bisa terjadi ketika pengguna sedang melakukan transaksi. Maka transaksinya akan gagal dan tidak akan masuk ke data server.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa hal yang sering menyebabkan downtime unplanned ini diantaranya yaitu seperti:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Server crash<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Listrik mati<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Serangan DDoS<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Cyber attack<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kebakaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Koneksi terputus<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Menghitung Kerugian Akibat Downtime<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cara menghitung berapa lama waktu down adalah dengan cara menghitung berapa lama server tidak bisa dipakai dan seberapa besar dampaknya pada bisnis. Cara penghitungan ini sangat berguna untuk menghitung berapa banyak kerugian yang ditimbulkan ketika terjadi down.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"langkah-langkah-menghitung-downtime-menurut-unitrends\"><b>Langkah-langkah menghitung downtime menurut Unitrends<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Cari tahu area bisnis yang menghasilkan pendapatan<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Cari divisi yang menghasilkan pemasukan dari bisnis, contohnya marketing atau sales<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Hitung pendapatan per jam<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Gunakan rumus berikut ini<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pendapatan satu minggu dibagi \u00f7 40 jam kerja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pendapatan satu bulan dibagi \u00f7 30 hari<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Tentukan ketergantungan pada uptime<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Selanjutnya hitung berapa persen pendapatan yang didapatkan ketika website online?<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Contoh: e-commerce bisa 100% bergantung pada uptime.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Toko offline mungkin hanya 20%.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Hitung kerugian pendapatan<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, jika e-commerce mendapat Rp1.000.000 per jam dan down selama 4 jam, maka kerugiannya adalah Rp4.000.000.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain kita bisa menghitung kerugian dari pendapatan, maka kita juga bisa menghitung kerugian yang diakibatkan downtime pada divisi produktivitas. Caranya ada dua<\/span><\/p>\n<h3 id=\"menghitung-kerugian-produktivitas\"><b>Menghitung Kerugian Produktivitas<\/b><\/h3>\n<p><b>Kerugian Berdasarkan Produktivitas Pegawai<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pertama-tama Anda hitung jumlah pegawai yang bekerja, dan berapa % produktivitasnya turun ketika terjadi downtime dan terakhir cari tahu berapa gaji rata-rata per jam, lalu kalikan dengan lama down.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh: 10 karyawan, produktivitas akibat downtime turun 50%, gaji per jam Rp50.000, dan lama downtime adalah 2 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Maka kerugian produktivitas yang diakibatkan server down adalah 10 \u00d7 50% \u00d7 Rp50.000 \u00d7 2 = Rp500.000.<\/span><\/p>\n<p><b>Kerugian Berdasarkan transaksi:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pertama-tama hitung berapa transaksi yang didapatkan tiap jam rata rata, lalu berapa persen transaksi yang terhenti, lalu hitung berapa keuntungan yang di dapat per transaksi, terakhir kalikan dengan lama downtime.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh: 100 transaksi per jam, 70% terhenti, keuntungan per transaksi Rp20.000, downtime 3 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kerugian = 100 \u00d7 (100%-70%) \u00d7 Rp20.000 \u00d7 3 = Rp1.800.000 adalah kerugian yang didapatkan selama mengalami downtime<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-79104\" src=\"https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/downtime.avif\" alt=\"downtime\" width=\"740\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/downtime.avif 740w, https:\/\/www.wowrack.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/downtime-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/p>\n<h2 id=\"penyebab-downtime\"><strong>Penyebab Downtime<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain beberapa hal di atas, ada banyak hal yang bisa menyebabkan sebuah server web mengalami downtime. Nah beberapa hal paling sering jadi penyebab sebuah server mengalami downtime, yaitu<\/span><\/p>\n<h3 id=\"1-masalah-teknis\"><strong>1. Masalah teknis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gangguan teknis merupakan hal yang paling sering menyebabkan terjadinya downtime. Beberapa contoh penyebab dari masalah teknis adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kerusakan hardware, seperti SSD yang rusak karena bad sector sehingga membuat server tidak bisa membaca maupun menulis data pada penyimpanan SSD.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Switch jaringan terjadi masalah sehingga transfer data antar server terputus, hal ini sering terjadi dan langsung berdampak pada layanan yang tidak bisa diakses sama sekali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Server overload akibat pengunjung website melonjak tiba tiba. Misalnya, ketika banyak pengunjung mengakses website dalam waktu bersamaan karena ada event flash sale,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Salah konfigurasi yang disebabkan sysadmin salah mengetikan kode atau salah saat sedang maintenance<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"2-human-error\"><strong>2. Human error<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kesalahan manusia sering kali menjadi penyebab downtime yang tidak terduga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesalahan menginstall aplikasi di server (bisa disebabkan versi software yang tidak cocok atau API belum tersambung dan biasanya karena update patch gagal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Salah menghapus file penting di server.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan sistem yang sebelum live tidak diuji coba terlebih dahulu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"3-serangan-siber\"><strong>3. Serangan siber<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Serangan cyber adalah ancaman paling serius bagi pemilik bisnis. Serangan yang paling sering menyebabkan server down adalah <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/pengertian-ddos\/\">serangan DDoS (Distributed Denial of Service).<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh nyata: 2 hari lalu saya sendiri mengalami serangan DDoS yang membuat server tidak bisa diakses sama sekali, untungnya <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/security\/mitigasi-serangan-ddos\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Wowrack memiliki layanan Anti DDoS<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> yang bisa mengatasi ketika website saat itu juga terjadi serangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak hanya serangan DDoS saja yang bisa menyebabkan server down, serangan lain seperti malware, ransomware, atau <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/security-id\/sql-injection-adalah-ancaman-kenali-cara-mencegah\/\"><span style=\"font-weight: 400\">SQLi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> juga dapat menyebabkan down. Oleh karena itu, setiap pebisnis yang menggunakan layanan cloud harus menyiapkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/backup-id\/disaster-recovery-center-drc-adalah-drc-data-center\/\"><span style=\"font-weight: 400\">backup dan disaster recovery DRC<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h3 id=\"4-sedang-pemeliharaan-server-maintenance\"><strong>4. Sedang Pemeliharaan server (<i>Maintenance<\/i>)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak semua downtime disebabkan karena kesalahan, Tetapi ada kemungkinan downtime disebabkan karena sedang ada perbaikan pada server sehingga server dimatikan sementara. Dalam dunia nyata, server bisa dimatikan karena beberapa hal berikut<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Update sistem server (update software atau install aplikasi keamanan).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Peningkatan kapasitas (Penambahan penyimpanan maupun penambahan RAM atau CPU).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perbaikan performa server agar lebih cepat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mematikan server dengan sengaja demi pemeliharaan adalah hal yang wajar, karena dengan melakukan pemeliharaan ini, sysadmin akan melakukan backup dan memindah data server ke tempat lain untuk keamanan jangka panjang. Meski sysadmin mematikan dengan sengaja, sysadmin juga harus menentukan waktu yang pas, dimana waktu server tidak digunakan oleh banyak orang, misalnya di tengah malam dan harus diberitahukan kepada pengguna agar pengguna tidak menjalankan aplikasi penting di waktu tersebut<\/span><\/p>\n<h3 id=\"5-terjadi-bencana\"><strong>5. Terjadi Bencana<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Down yang diakibatkan karena bencana memang jarang terjadi namun sekali terjadi bisa sangat berisiko, bencana yang bisa membuat server down antara lain<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gempa bumi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">kebakaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tsunami<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Longsor<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Banjir<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Maka dari itu pemilik bisnis harus membuat <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/backup-id\/pengertian-disaster-recovery-plan-beserta-fungsi-jenis-dan-cara-kerjanya\/\"><span style=\"font-weight: 400\">sistem DRP Disaster recovery plan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> atau membuat DRC disaster recovery center agar ketika ada bencana, ada backup server di tempat lain yang bisa digunakan.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"cara-mencegah-downtime\"><strong>Cara Mencegah Downtime<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu bagaimana cara mencegah dan mengurangi masalah downtime ini? Saya punya beberapa solusi yang bisa Anda gunakan, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 id=\"1-pilih-penyedia-server-dengan-sla-999\"><strong>1. Pilih Penyedia Server Dengan SLA 99,9%<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Agar terhindar dari server yang sering down, Anda harus selektif dalam memilih penyedia layanan server, jangan sembarangan memilih layanan. Saat memilih, pilih layanan yang memiliki SLA 99.9% Hosting yang disewakan perorangan harganya pasti lebih murah, tetapi resikonya jauh lebih besar karena umumnya tidak memiliki sistem keamanan. Anda bisa mencoba layanan dari Wowrack karena kami sudah lebih dari 20 tahun menyediakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/mengenal-dedicated-server-dan-fungsinya-kapan-harus-digunakan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">layanan dedicated server<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/news-updates-id\/mengenal-colocation-server-dan-manfaatnya\/\"><span style=\"font-weight: 400\">co-location<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, private cloud,<\/span><a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/cloud-id\/hybrid-cloud-adalah\/\"><span style=\"font-weight: 400\"> hybrid cloud<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> untuk bisnis di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"2-monitoring-server-secara-real-time\"><strong>2. Monitoring server secara real-time<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pakai tools seperti Nagios untuk melakukan pemantauan server, karena dengan Anda memantau dan ada yang tidak beres, Anda bisa segera mengambil tindakan. Sehingga tidak terjadi downtime yang lama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"3-buat-backup-dan-recovery-plan-secara-terjadwal\"><strong>3. Buat backup dan recovery plan secara terjadwal<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jangan tunggu kehilangan data baru menyiapkan backup, tentu sudah terlambat. Karena server error bisa terjadi kapan saja, untuk itu perusahaan yang baik harus menyiapkan <a href=\"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/blog\/backup-id\/backup-restore-dan-recovery-data\/\">sistem backup<\/a> yang baik dan redundant, artinya ditempatkan di tempat yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem backup yang baik harus dilakukan secara rutin, selanjutnya harus ada recovery plan yang baik. Hal ini untuk mengatasi jika sewaktu waktu terjadi down, Anda tidak bingung dengan data pada server yang tidak bisa diakses.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap website tentu pernah mengalami downtime, entah itu sebentar maupun waktunya lama. Karena downtime merupakan salah satu hal yang paling ditakutkan oleh para pelaku bisnis digital.\u00a0 Jika hal ini terjadi, maka situsnya tidak bisa diakses, pelanggan tidak bisa transaksi bahkan tidak bisa membuka halaman situsnya.\u00a0 Downtime merupakan sebuah kondisi sebuah website jadi lambat saat diakses [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":79091,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","footnotes":""},"categories":[948],"tags":[],"class_list":["post-79090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cloud-id","post-wrapper"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79090"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88022,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79090\/revisions\/88022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wowrack.com\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}