Blog Wowrack

Kelebihan & Kekurangan Infrastruktur Multi Tenant Cloud

Firstian     14 November 2025     Infrastruktur Cloud     0 Comments

Berawal dari kesalahan kecil seperti izin akses yang tidak dikendalikan, dalam hitungan jam berubah menjadi insiden besar yang mahal.

Masih banyak bisnis yang belum menyadari bahwa infrastruktur multi tenant juga dapat menjadi sumber kerentanan. Ketika batas antar pengguna melemah, dampaknya bisa terasa di seluruh lingkungan infrastruktur.

Dalam artikel ini, kita akan menelusuri di mana letak kelemahan infrastruktur multi tenant, sekaligus menunjukkan bagaimana bisnis dapat beradaptasi dan memaksimalkan manfaat yang ditawarkan.

Bagaimana Infrastruktur Multi Tenant Bekerja

Secara singkat, arsitektur multi tenant memungkinkan beberapa pengguna, atau yang disebut “tenant”, untuk beroperasi pada sistem komputasi, penyimpanan, dan jaringan yang sama. Dengan cara ini, infrastruktur multi tenant menghilangkan kebutuhan untuk menyediakan sumber daya atau aplikasi khusus bagi satu pengguna saja.

Model ini memungkinkan efisiensi biaya dan skalabilitas pada cloud maupun layanan SaaS, selama sistem berjalan sesuai harapan.

Sayangnya, apabila terjadi gangguan, infrastruktur ini dapat menciptakan sebuah ancaman baru. Seperti disimpulkan oleh studi IJRPR, kerentanan pada satu pengguna dapat berdampak langsung pada pengguna lainnya.

Kelemahan yang Tersembunyi

Untuk memahami akar dari kelemahan yang ada, bisnis harus mengerti asal mula kelemahan tersebut dapat muncul. Sering kali, penyebab kerentanan tidak muncul dari hal yang luar biasa, melainkan dari kesalahan kecil seperti konfigurasi yang keliru atau keputusan desain yang lambat laun menimbulkan masalah besar.

1. Identitas dan Kontrol Akses

Pada lingkungan multi tenant, aspek perizinan menjadi titik risiko yang paling kritis. Konfigurasi yang salah pada akun, peran IAM, atau API berpotensi melemahkan batas antar pengguna.

Sering kali ini berdampak kepada data pengguna, yang memungkinan satu pengguna mengakses data pengguna lain,[PA8]  baik secara sengaja maupun tidak. Inilah mengapa penerapan pembatasan akses dan kompartementalisasi sistem merupakan standar yang wajib untuk diterapkan.

2. Kebocoran Data

Meski komputasi dilakukan secara terpisah, tetap ada risiko pada data setiap pengguna. Database, bucket, atau skema bersama yang tidak terisolasi dengan benar berpotensi menjadi sumber kebocoran data antar pengguna.

Inilah mengapa isolasi yang lemah, kesalahan konfigurasi, kanal alternatif, dan ancaman berbasis identitas dikategorikan sebagai vektor utama risiko pada infrastruktur multi tenant.

Sayangnya, dampak dari kelemahan ini sering diremehkan dan baru disadari ketika audit berlangsung atau ketika data sudah jatuh ke pihak yang tidak berwenang.

3. Perebutan Daya Komputasi

Karena konsep dasar dari infrastruktur multi tenant adalah berbagi sumber daya komputasi, seringkali terjadi ketidakseimbangan dalam pembagian sumber daya komputasi.

Fenomena ini akan terlihat ketika satu pengguna mengonsumsi sumber daya komputasi jauh lebih tinggi daripada pengguna lain, fenomena yang dikenal sebagai efek "noisy neighbour."

Selain itu, masalah performa juga bisa menutupi isu isolasi yang lebih dalam. Sebagai contoh, penyerang dapat memanfaatkan tumpang tindih performa di satu lingkungan multi tenant untuk menebak pola perilaku pengguna lain di sistem yang sama.

4. Otomatisasi dan Integrasi Pihak Ketiga yang Terabaikan

Otomatisasi memang menawarkan banyak keuntungan, tetapi kerap menjadi sumber kerentanan baru dalam alur operasional bisnis. Hal ini bisa muncul dari kebijakan lama atau integrasi pihak ketiga yang mengabaikan batasan isolasi infrastruktur.

Desain yang tampak aman tanpa pemeriksaan rutin ibarat pintu terkunci dengan jendela yang tetap terbuka. Asumsi dan penerapan aturan yang tidak konsisten menjadi sumber ancaman dalam sistem multi-tenant.

Cara Meningkatkan Keamanan Multi Tenant

Keberhasilan sistem multi-tenant bergantung pada pembatas antar pengguna. Memperkuat batasan ini menjadi kunci untuk menjaga keamanan baik bagi pengguna maupun keseluruhan sistem.

1. Desain Berfokuskan Isolasi

Perlakukan batas pengguna sebagai garis keamanan yang nyata dan bukan sebagai garis abstrak yang diciptakan oleh sebuah software.

Implementasikan segmentasi jaringan yang ketat, enkripsi data individual untuk setiap pengguna, dan pemisahan pada level kontainer bila diperlukan. Dalam lingkungan multi tenant, pastikan setiap mekanisme tidak tumpang tindih antar pengguna.

2. Terapkan Pemisahan Peran

Setiap identitas atau akun yang ada harus diberikan izin sesuai dengan yang dibutuhkan. Gunakan akun sementara untuk proyek jangka pendek dan lakukan pemeriksaan secara rutin untuk seluruh peran yang ada.

3. Validasi yang Berkelanjutan

Sebaik apapun isolasi yang sudah dirancang, penurunan efektivitas tetap dapat terjadi. Inilah mengapa validasi secara berkala perlu dilakukan.

Audit konfigurasi, uji penetrasi, dan simulasi serangan lintas pengguna dapat dilakukan untuk menjamin keamanan lingkungan multi-tenant. Sistem pemantauan otomatis dapat digunakan untuk mendukung keamanan melalui deteksi dini, sehingga potensi ancaman dapat dicegah sebelum berkembang menjadi serangan yang lebih besar.

Infrastruktur Bersama = Tanggung Jawab Bersama

Infrastruktur multi-tenant merupakan bentuk dari infrastruktur modern yang menghadirkan efisiensi, skalabilitas, dan penghematan biaya. Namun, keuntungan ini datang dengan satu catatan penting: Bisnis bukan hanya berbagi komputasi, tetapi juga risiko.

Saat satu pengguna menghadapi masalah, pengguna lain ikut merasakan dampaknya. Namun di Wowrack, kami memandang infrastruktur multi tenant bukan sebagai kelemahan, melainkan peluang strategis untuk memperkuat bisnis Anda.

Pelajari bagaimana kami dapat memperkuat lingkungan infrastruktur multi tenant Anda sebelum ancaman datang. Hubungi Wowrack sekarang!

Tinggalkan komentar



Konsultasikan Sekarang!
Isi form berikut dan tim kami akan menghubungi Anda untuk memberikan solusinya

    Logo Wowrack Horizontal breathing space-02
    Surabaya (Kantor Pusat)
    Jl. Genteng Kali No. 8, Kel. Genteng,
    Surabaya, Jawa Timur 60275
    Indonesia
    (031) 6000-2888

    Jakarta (Kantor Penjualan)
    Menara BCA Lt. 50 Unit 4546,
    Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
    Indonesia

    © 2026 Wowrack dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.
    Secret Link