Blog Wowrack

Sejarah Cloud, Cara Kerja, Jenis dan Beda Dengan Hosting

Cloud adalah sebuah teknologi yang dapat digunakan sebagai tempat menyimpan data, serta menjalankan aplikasi tertentu seperti halnya komputer, namun kapasitasnya sangat besar.

Artikel ini akan mengupas secara mendalam apa yang dimaksud dengan cloud, fungsi, manfaat, contoh, layanan dan sistem kerjanya.


Apa itu Cloud?

Cloud adalah istilah yang dipakai untuk menyebut sistem penyimpanan dan pengolahan data yang dilakukan secara digital (online) seperti komputer pribadi, namun kapasitasnya sangat besar.

Anda bisa mengakses data yang sudah diinput secara online dari mana saja dan kapan saja dengan mudah, asalkan ada internet.

Lebih sederhananya, kita bisa lihat pada salah satu bentuk layanan yang disediakan oleh Google yaitu, Google Drive. Anda dapat mengunggah data tertentu ke Google Drive dan dapat mengaksesnya kapan saja dan dari mana saja.

Keren bukan? Nah sistem ini tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan seperti ini saja, tapi lebih luas lagi.Supaya lebih paham, mari kita belajar lebih jauh lagi.

jenis-jenis cloud


Sejarah Cloud Computing

Kita flashback dulu pada sejarah awal mula ide tercetusnya sistem ini. Sebenarnya ide cloud ini sudah ada sejak tahun 1963, ide ini dicetuskan oleh “John McCarthy” yang merupakan seorang pionir komputer pada masa itu.

Dia membayangkan bahwa teknologi ini bisa menjadi utilitas publik layaknya listrik. Dimana setiap orang dapat menggunakannya dengan mudah sesuai kebutuhan.

Kemudian pada awal 2000’an, teknologi ini mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan, seperti:

  1. Tahun 2002: Amazon meluncurkan AWS
  2. Tahun 2001: Wowrack didirikan sebagai layanan komputasi awan di Amerika
  3. 2006: Google dan Microsoft mulai memperkenalkan layanan komputasi awan mereka
  4. 2010: Mulai bermunculan perusahaan penyedia layanan ini di berbagai negara, termasuk di Indonesia

Bahkan sampai saat ini ada banyak perusahaan yang menyediakan layanan ini. Bahkan sekarang, siapa saja bisa menikmati dan menggunakannya dengan mudah bahkan dengan biaya yang relatif lebih murah ketimbang bangun infrastruktur dari nol.


Cara Kerja Cloud

Lalu bagaimana cara kerja cloud computing? Semua berawal dari menghubungkan pengguna (user) ke jaringan server yang tersebar.

Data yang dikirimkan akan di pusatkan pada infrastruktur yang disebut dengan data center milik si penyedia layanan. Untuk membuatkan lebih maksimal pada server akan dibuat virtualisasi dan kontainer yang berguna agar satu server bisa menjalankan banyak aplikasi secara efisien.

Nah, berikut saya berikan gambaran sederhana soal sistem kerjanya

  1. Anda akses layanan komputasi awan dari perangkat yang digunakan
  2. Anda bisa menyimpan data apapun di layanan tersebut
  3. Permintaan Anda akan dikirim ke data center server
  4. Nah, server ini tersebar di berbagai negara dan dikendalikan langsung oleh si penyedia layanan
  5. Server akan memproses permintaan Anda kapanpun, baik itu menginput data, menyimpan file, menjalankan aplikasi, ataupun memproses data besar
  6. Semua proses ini dilakukan secara otomatis
  7. Data disimpan dan diproses di server dengan resource RAM, CPU dan storage yang besar
  8. Selain itu, data juga di duplikasi ke banyak server (redundancy) untuk menghindari kehilangan data apabila terjadi kerusakan file data
  9. Data yang disimpan akan dikirim kembali ke user kapanpun user minta

Jenis-Jenis Layanan Cloud Yang Paling Banyak Digunakan Saat ini

Dilihat dari layanan, penggunaannya cloud ini memiliki beberapa jenis. Mungkin Anda juga sudah sering menemukannya atau bahkan menggunakannya. Berikut adalah beberapa jenisnya

Berdasarkan layanan

Berdasarkan layanannya, cloud dibedakan menjadi

  1. IaaS (Infrastructure as a Service)

Infrastructure as a Service merupakan salah satu layanan komputasi awan yang menyediakan infrastrukturnya, seperti server, storage, dan jaringan. Contoh layanan IaaS yaitu Wowrack, AWS EC2, Google Compute Engine.

  1. PaaS (Platform as a Service)

PaaS adalah layanan yang menyediakan platformnya atau wadahnya bagi developer yang ingin membangun atau buat aplikasi tanpa harus memikirkan infrastruktur servernya.

  1. SaaS (Software as a Service)

SaaS adalah aplikasi yang dapat dipakai secara langsung dengan menggunakan akses internet, contohnya yaitu: Gmail, Google Docs, Zoom.


Penggunaan dan Contoh Implementasi

Sedangkan menurut implementasinya, teknologi cloud ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Public: Ini adalah layanan komputasi awan yang dibagi dengan banyak pengguna dalam satu rangkaian server fisik.
  2. Private: Layanan yang dibuat oleh sebuah organisasi tertentu secara eksklusif dan dikelola oleh tim mereka sendiri secara mandiri
  3. Hybrid: Merupakan salah satu layanan komputasi awan yang merupakan kombinasi dari public cloud dan juga private cloud
  4. Multi Tenant: Jenis ini yang dibuat oleh sebuah komunitas atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan yang sama

Manfaat Untuk Bisnis

Bisnis di era sekarang tentu sangat jauh berbeda dengan bisnis di era 80an, 90an bahkan era 2000an sekalipun. Sekarang bisnis sudah masuk ke era otomatisasi yang serba instan dan cepat.

Layanan cloud memiliki peran yang amat penting dalam menunjang keberlangsungan bisnis era sekarang. Secara langsung komputasi awam dapat memberikan peran penting pada perkembangan bisnis. Bisnis yang pakai layanan ini pasti punya nilai plus.

Dilihat dari sisi manfaatnya, komputasi awan punya banyak manfaat untuk bisnis, di antaranya:

1. Skalabilitas

Dengan cloud pemilik bisnis bisa mengatur kapasitas daya kapan saja sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus menunggu lama.

2. Biaya Lebih Hemat

Selain itu, biaya infrastruktur server jadi lebih murah. Karena kalau bangun sendiri, tentu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih tinggi lagi. Belum lagi biaya perawatan server yang tidak murah, belum termasuk dengan SDM yang harus digaji setiap bulan.

3. Aksesibilitas Global

Cloud juga sangat membantu dalam percepatan bisnis. Dimana data bisa diakses dari mana saja dan kapan saja bermodalkan koneksi internet saja.

Anda tidak lagi harus membawa banyak perangkat hanya untuk mengakses data. Cukup modal laptop atau handphone dan jaringan internet, Anda bisa langsung terhubung.

4. Backup & Pemulihan

Nah ini yang paling penting. Anda tidak perlu lagi khawatir soal kehilangan data. Karena sekalipun terjadi crash pada 1 server, Anda masih memiliki data backup yang bisa di restore kapan saja.


Kekurangan dan Risiko Jika Menggunakan

Meski memiliki banyak kelebihan, teknologi ini ternyata juga memiliki beberapa kekurangan yang mesti kita pertimbangan sebelum menentukan untuk menggunakannya.

Nah beberapa kekurangan dan risikonya, berikut ini adalah contohnya

1. Ketergantungan Pada Internet

Ini adalah masalah utama cloud. Karena satu-satu akses yang bisa menghubungkan kamu dengan data di server adalah internet.

Maka dari itu, Anda akan sangat bergantung pada jaringan internet. Baik server sebagai tempat penyimpanan data maupun akses Anda ke server, keduanya membutuhkan koneksi internet yang stabil.

2. Isu Keamanan

Cloud pasti dikelola oleh pihak ketiga, cenderung memiliki isu risiko keamanan yang perlu perhatian khusus. Terlebih dari aksi hacking yang marak terjadi, server ini juga dikelola oleh pihak ketiga yang mesti kita perhatikan profesionalismenya.

Maka dari itu, ketika memutuskan untuk menggunakan layanan ini, pastikan Anda memilih perusahaan terbaik dan terpercaya untuk mengelolanya.

3. Downtime dari Provider

Hal menjengkelkan lainnya adalah sering terjadi downtime pada server yang kita gunakan. Ini tentu akan sangat mengganggu sekali, terlebih jika perusahaan yang dipakai tidak memberikan layanan support yang memadai.

Hal ini seringkali memunculkan masalah yang cukup serius. Maka dari itu, selain spek server yang mesti diperhatikan, layanan support yang diberikan oleh perusahaan cloud juga mesti diperhatikan dengan baik.

4. Potensi Vendor Lock-in

Hal ini akan membuat Anda sulit pindah ke provider lain apabila sudah terlalu dalam terintegrasi dengan layanan cloud sebelumnya.


Apakah Cloud Aman?

Berbeda dengan jenis layanan server lainnya, cloud memiliki sistem keamanan ganda. Jadi, sistem keamanan tidak sepenuhnya dipegang oleh penyedia layanan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

Penyedia layanan bertanggung jawab terhadap keamanan infrastruktur server, sedangkan user bertanggung jawab terhadap akses, seperti password, otentikasi verifikasi dan lain sebagainya.

Namun biasanya, pihak penyedia layanan sudah memiliki sertifikasi keamanan yang bagus, seperti

  1. ISO/IEC 27001
  2. SOC 2
  3. PCI DSS

Jadi, semisal Anda akan menggunakan layanan cloud, pastikan mereka sudah memiliki 3 sertifikasi keamanan tersebut. Jika sudah memiliki salah satu atau bahkan ketiga hal di atas, artinya sudah sangat bagus.


Perbedaan Cloud Dengan Hosting

Untuk menunjang keberlangsungan bisnis di dunia digital sebenarnya tidak masalah mau menggunakan hosting lokal maupun infrastruktur awan. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sebagai konsumen pemilik usaha yang akan memaksimalkan bisnis di internet, Anda harus bijak dalam menentukan pilihan antara menggunakan cloud maupun hosting tradisional.

Keduanya harus dilihat dari kacamata yang sama, karena pada akhirnya Andalah yang akan merasakan manfaatnya.

Berikut gambaran perbandingan antara komputasi awan dan hosting tradisional:

Aspek Cloud Hosting Tradisional
Skalabilitas Sangat fleksibel Terbatas kapasitas fisik
Biaya Sesuai penggunaan Bayar tetap
Pemeliharaan Ditangani provider Harus mandiri
Aksesibilitas Bisa dari mana saja Terbatas lokasi/server

Tren Cloud di Masa Depan

Teknologi cloud adalah salah satu infrastruktur masa depan yang paling menjanjikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi AI sekarang ini membawa banyak perubahan pada semua sistem teknologi.

Komputasi awan bisa mendukung perkembangan edge computing, AI dan machine learning serta serverless computing. Bahkan teknologi ini juga digadang-gadang sebagai “green technology” yang dapat mengurangi jejak carbon pada sistem servernya.

Ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari bagian komputasi awan untuk dibahas. Karena bisa memberikan pandangan masa depan yang jauh lebih efisien dan lebih ramah bagi keberlangsungan hidup.


Istilah-Istilah Dasar Terkait Cloud

Apabila Anda merupakan user pemula, pasti akan merasa bingung dengan beberapa istilah yang sering muncul.

Supaya lebih mudah memahaminya saat Anda mengakses dan menggunakan layanan ini, berikut saya berikan daftar istilah yang sering ditemui dan populer digunakan

  1. CDN: Jaringan server distribusi konten
  2. API: Cara aplikasi berkomunikasi satu sama lain
  3. VM (Virtual Machine): Komputer virtual dalam satu server fisik
  4. Container: Ringan seperti VM tapi lebih efisien (contoh: Docker)
  5. DevOps: Kolaborasi pengembangan & operasi TI

Kesimpulan

Cloud merupakan sebuah teknologi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengolah dan juga menjalankan aplikasi tertentu sesuai kebutuhan penggunanya.

Apabila Anda sekarang merupakan seorang pebisnis, pedagang yang ingin mulai mengenalkan produknya ke internet, cloud merupakan salah satu pilihan infrastruktur yang paling pas untuk Anda coba.

Namun pastikan, Anda memilih dan menggunakan layanan cloud terpercaya dan profesional supaya bisnis bisa berkembang dengan baik.

Share this post on social media:

Tinggalkan komentar



Konsultasikan Sekarang!
Isi form berikut dan tim kami akan menghubungi Anda untuk memberikan solusinya

    © 2026 Wowrack dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.