Perjalanan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
![]() |
| Img : Pixabay |
![]() |
| Img : Pixabay |
Jumlah pengguna aplikasi berbasis AI / bot tentu saja juga akan terus semakin meningkat. Dengan adanya hal ini, tentu juga berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia. Tentu saja perkembangan trend dan budaya yang semakin bergeser ke dunia digital harus segera diikut, jika tidak tentu saja akan jauh tertinggal. Melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kunci untuk membuat produk sebagai solusi bagi permasalahan konsumen tersebut. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan di bidang komunikasi di dunia digital ini, sudah seharusnya layanan yang diberikan juga disesuaikan. Pertumbuhan pada mobile dan messaging yang berlipat-lipat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Jadi jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan bisnis dalam skala global, sebagai pemilik bisnis harus lebih jeli melihat peluang dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
![]() |
| Img : Pixabay |
-
Sistem reporting
Dengan banyaknya client dengan data-data serta variabel yang perlu dianalisis, report menjadi salah satu fokus penting. Dengan bisnis yang berkembang semakin besar, otomatisasi pengumpulan data dari sistem akan lebih menguntungkan dan dapat menghemat waktu cukup banyak. -
Automatic content maker
Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti pembuatan konten dapat dihandle oleh sistem dan mesin. Hal ini tentu masih butuh pengembangan karena konten memerlukan value yang tepat agar dapat secara tepat sasaran disampaikan kepada konsumen. -
Meminimalkan double to-do
Bekerja secara team dapat membantu mempermudah pekerjaan. Namun juga bisa menimbulkan resiko terjadinya pengerjaan tugas yang dilakukan secara double oleh beberapa orang dikarenakan kurangnya koordinasi, sistem komunikasi yang kurang baik, dan hal lainnya. Namun dengan kecerdasan AI, hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Tidak akan ada pekerjaan sia-sia dan waktu yang percuma karena mengerjakan suatu pekerjaan secara double lagi. -
Case-based reasoning
Pada saat terjadi suatu masalah, sistem AI akan mencari arsip data dalam database untuk menyelesaikan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahapannya adalah :
- Retrieve yaitu sistem secara otomatis akan mencari dari database, darimana kasus berasal serta solusi penyelesaiannya
- Reuse yaitu mengadopsi solusi yang dibutuhkan dari kasus-kasus sebelumnya
- Revisi yaitu jika solusi yang baru belum bisa berjalan dengan sempurna, maka sistem akan melakukan revisi hingga penyelesaian cocok dengan kasusnya
- Retain yaitu ketika solusi baru dapat menyelesaikan masalah, sistem akan menyimpan solusi tersebut dalam memori database
![]() |
| Img : Pixabay |
-
Karena AI adalah bot sistem dan kecerdasan buatan yang diciptakan, tentu AI tidak memiliki common sense, perasaan sensitif, dan kepekaan seperti manusia.
-
AI memang sangat cerdas jika dikaitkan dengan bilangan data, hitungan, perhitungan sebuah data, dan lain sebagainya. Namun kecerdasan AI masih belum bisa menggantikan otak manusia dalam melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru.
-
Terbatasnya kecerdasan pada sebuah AI sesuai dengan apa yang manusia berikan padanya. AI tidak akan dapat belajar dengan sendirinya kecuali manusia yang menginstall program update atau tambahan informasi kepada AI tersebut.
-
Pengembangan AI juga masih dilakukan yaitu untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI dengan program AI itu sendiri.
Pengaplikasian AI pada beberapa perusahaan besar memang benar-benar telah dilakukan. Dan hal ini terjadi pada semua bidang, mulai dari business intelligence, produktivitas, manajemen pelanggan, SDM dan talent, penjualan dan pemasaran B2B, pemasaran konsumen, keuangan dan operasi, perdagangan digital, data science, engineering, keamanan dan resiko, hingga industri dan manufaktur. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bitnesia, berikut ini adalah contoh perusahaan-perusahaan yang bergerak secara B2B yang telah melakukan perubahan besar dengan mengaplikasikan kecerdasan AI dalam sektor bisnisnya. Daftar perusahaan tersebut antara lain adalah 6Sense, Albert, Aviso, BrightFunnel, Clari, Conversica, InsideSales, Lattice Engines, Mintigo, Radius, Sudo, Salesforce Einstein, Tact, dan Zensight.
Bahkan ada juga perusahaan yang melakukan terobosan besar dengan cara melakukan akuisisi terbesar pada bidang AI. Kedua perusahaan itu adalah Google dan Intel. Google dengan pengembangan Google Assistant serta Google Home nya. Intel yang mengakuisisi Nervana dengan pengembangan program NVIDIA nya. Pertarungan dari kedua raksasa penguasa teknologi ini akan terus berlanjut demi mencoba mendapatkan solusi teknologi yang terbaru.
![]() |
| Img : Pixabay |
Kesuksesan di masa depan akan dengan sangat mudah dicapai apabila Anda menginvestasikan budget dalam bisnis berbasis AI. Dengan bantuan AI, sistem otomatisasi mulai dari mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasikan data, hingga menarik kesimpulan dapat dilakukan dengan bantuan AI. Dengan bantuan AI, pekerjaan Anda akan semakin mudah karena AI dapat membantu pada berbagai bidang sektor bisnis.






