Jika bisnis Anda memiliki server sendiri dengan menggunakan layanan colocation server dapat menghemat biaya listrik dan maintenance. Karena, membuat server di kantor sendiri tentu saja membutuhkan usaha yang besar, selain harus menyiapkan internet dan listrik yang harus aktif 24 jam, Anda juga harus membayar biaya maintenance server, jika di total-total tentu tidak murah.
Untuk itu Anda harus tahu apa itu colocation server untuk tempat penyimpanan server dengan biaya yang lebih hemat.
Sebelum mencari tempat colocation server, Anda bisa cek terlebih dahulu pengertian dari colocation server data center, lalu dimana saja penyedianya di Indonesia yang sudah tier 3 dan Tier 4
Apa itu Colocation ?
Colocation adalah layanan untuk persewaan tempat yang akan digunakan untuk meletakkan server dalam sebuah data center. Data center ini merupakan data center milik pihak ketiga yang tidak dikelola sendiri.
Keuntungannya menggunakan colocation adalah Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.
Pihak ke 3 ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatan hardware.
Tugas utama pihak ketiga ini sebagai penyedia layanan adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring sistem kelistrikan, pendingin dan keamanan pada data center. Namun, pihak ketiga tidak bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik server.

Lalu apa saja yang perusahaan Anda dapatkan?
Jika Anda menyewa colocation server, maka Anda akan mendapatkan fasilitas antara lain ruangan menyimpan server, listrik yang aktif 24/7, sistem pendingin, jaringan internet multi provider, bandwidth, dan keamanan server dari pencurian baik dari segi fisik maupun digital.
Dengan menyewa pada penyedia layanan yang terpercaya, perusahaan Anda bisa berhemat puluhan juta rupiah karena tidak perlu membangun data center dari awal, sebab biaya untuk membangun data center sangatlah besar, belum lagi biaya maintenance dan biaya tim IT yang harus mengurus data center on premise.
Kami sarankan lebih baik menyewa layanan colocation server yang ditempatkan pada data center tier 3 atau yang lebih bagus yaitu tier 4 data center.
Apa Itu Server Colocation?
Server colocation adalah sebuah layanan persewaan rak server untuk menyimpan server perusahaan Anda di data center milik pihak ketiga. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center untuk ditempati server Anda maka syaratnya arus listrik yang stabil, memiliki sistem UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediaan dan kestabilan akses internet, keamanan akses control, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.
Bahasa mudahnya, server colocation adalah rak tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Colocation dan data center tidak dapat dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah kamarnya. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan banyak server yang terletak pada rak maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.
Lalu rack server adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam kolokasi. Rak-rak ini harus dijaga dengan suhu dan temperatur tertentu agar perangkat keras tidak panas. Mengapa server bisa jadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 tanpa pernah beristirahat. Server yang terlalu panas ini bisa mengakibatkan kerusakan sehingga menyebabkan server down.

Manfaat Colocation Server
Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Berikut ini adalah beberapa manfaat colocation server.
Lebih hemat biaya
Karena membangun tempat server sendiri (on-premise server) tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan kolokasi adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
Lebih efisien
Ketika memilih layanan server colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
Tingkat produktivitas yang meningkat
Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel mengapa bantuan remote anda sangat diperlukan.
Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
Tidak perlu upgrade sistem server
Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
Layanan server selama 24/7
Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
Tidak bergantung pada penyedia hosting
Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.
Cara Kerja Colocation Server
Cara kerja colocation server data center adalah Anda harus tahu apakah penyedia tempat server benar-benar mendukung dalam hal pemberian fasilitas, konektivitas dan keamanan? Sehingga dalam memilih penyedia kolokasi harus dipastikan bahwa berlokasi di tempat yang bebas banjir, selain itu harus memiliki sistem pendingin yang baik, listrik yang stabil agar data center perusahaan Anda selalu aktif 24 jam.
1.Menentukan kebutuhan ruang
Pertama Anda tentukan berapa server yang akan diletakan di colocation, berapa ukuran ruang yang disewa, apakah full rack, half rack 1/4 rack atau per u. Lalu tentukan perangkat keras pendukung yang akan ditempatkan nantinya.
Langkah selanjutnya adalah mengetahui semua spesifikasi layanan yang ditawarkan oleh penyedia, pastikan Anda tahu apakah nantinya server Anda mendapatkan spesifikasi yang dibutuhkan, karena terkait dengan kelancaran di bisnis Anda dimasa depan.
2. Mulai menyewa
Ketika perusahaan Anda sudah berdiskusi tentang layanan ini dan sudah memutuskan untuk menggunakan layanan colocation data center pada perusahaan tertentu, Anda sudah siap menyewa ruangan yang nantinya Anda letakan server data center.
3. Mendapatkan Akses Ke Lokasi
Setelah langkah 1 dan 2 sudah disekapakati, selanjutnya mulai memindahkan server perusahaan Anda ke data center. Hal pertama yang harus Anda dapatkan adalah akses masuk ke lokasi data center, lalu masuk ke bagian colocation yang Anda sewa dan mulai menginstall perangkat server di lokasi.
4. Maintanance
Langkah terakhir setelah server sudah berhasil di instal adalah melakukan maintenance server secara berkala, Anda bisa melakukanya secara mandiri atau menyewa layanan remote hands pada penyedia layanan colocation.
Perbedaan Colocation, On-Premise dan Cloud Data Center
Perbedaan utama antara colocation on-premise ataupun cloud data center adalah siapa pemilik dan siapa yang akan pengelolaan infrastruktur ini nantinya.
Colocation Server
Cara kerja colocation server data center server adalah perusahaan memiliki dan mengelola perangkat keras mereka sendiri namun lokasinya berada di gedung milik perusahaan lain atau penyedia layanan.
On-premise
Sedangkan on-premise semua perangkat keras server berada di lokasi perusahaan itu sendiri dan semua infrastruktur dikelola oleh perusahaan yang bersangkutan.
Cloud Data Center
Sedangkan infrastruktur cloud data center, semua jenis perangkat keras, perangkat jaringan disediakan oleh penyedia layanan cloud dan perusahaan Anda hanya tinggal mengakses melalui internet.
Data Center
Data center adalah tempat untuk penyimpanan server dengan ukuran bisa di bilang berskala besar. Tempat penyimpanan server ini akan dipakai oleh perusahaan untuk menyimpan data perusahaanya.
Tak cuma itu saja, fungsi dari data center lainya adalah menyewakan ruangan colocation kepada perusahaan yang ingin menempatkan servernya di data center ini.

Jenis-Jenis Colocation Server
Semakin berkembangnya penyedia data center, maka semakin banyak juga pilihan yang bisa perusahaan Anda pilih, berikut ini adalah jenis jenis layanan colocation yang ada di Indonesia
Retail colocation
Dengan menyewa retail server colocation, berarti Anda menyewa ruang di dalam pusat data, beberapa hal yang Anda dapatkan nantinya adalah rak, area di dalam rak, atau ruang tertutup Anda sendiri.
Wholesale colocation
Dengan menyewa wholesale colocation, Anda akan mendapatkan ruang data center tetapi dengan harga yang lebih murah. Namun Anda harus menyewa ruangan dengan ukuran yang lebih luas, sehingga, daya yang disediakan data center untuk menjalankan peralatan Anda diberikan yang lebih besar, namun dengan harga lebih rendah daripada yang dibayarkan di penyedia layanan.
Hybrid cloud colocation
Hybrid cloud adalah gabungan dari layanan colocation data center milik Anda yang nanti sistemnya akan digabung dengan cloud, pada penggunaan nyata biasanya sistem operasi dan aplikasi di install pada cloud, sedangkan data penting perusahaan disimpan pada server sendiri pada data center.
Kelebihan Colocation Server Dibanding Server On-premise
Dari banyak hal yang paling menguntungkan saat menyewa colocation server adalah biaya bulanan yang lebih hemat, Anda cuma membayar sewa tempat di data center, harganya akan tetap sama meskipun Anda memiliki spesifikasi server yang besar.
Namun, untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan kelebihan dari server colocation.
1. Infrastruktur Terbaik Tanpa Perlu Membangun
Dengan menyewa colocation server data center, perusahaan Anda tidak perlu lagi membangun dari awal semua infrastruktur, karena bisa memanfaatkan fasilitas data center kelas enterprise dari penyedia layanan.
2. Keamanan Lebih Terjamin
Infrastruktur colocation sudah di desain dengan keamanan penuh, antara lain sistem keamanan security, CCTV, akses kontrol biometrik, firewall dan proteksi DDoS kelas enterprise.
Tak hanya itu saja, pihak penyedia layanan akan menjaga server Anda secara nonstop selama 24 jam. Jadi Anda tidak perlu takut akan serangan virus, pencurian data oleh pihak luar.
3. Koneksi Lebih Stabil
Layanan colocation menyediakan banyak pilihan koneksi jaringan (carrier neutral), Anda bisa memilih jenis jaringan yang sesuai dengan server Anda, mana yang koneksi internet paling cepat dan bandwidth yang juga sesuai dengan kebutuhan bisnis.
4. Skalabilitas Lebih Cepat
Saat bisnis Anda berkembang, Anda bisa dengan mudah menambah server di rack tanpa bingung dengan kapasitas ruangan saat ini, sehingga tim IT Anda bisa lebih mudah untuk melakukan scale up pada server yang sudah berjalan saat ini.
Melihat perusahaan yang terus berkembang di masa depan, sehingga membuat perusahaan Anda membutuhkan sistem penyimpanan yang memadai.
Kabar baiknya adalah spesifikasi colocation dapat meningkatkan seiring dengan bekembangnya kebutuhan penyimpanan perusahaan.
5. Lebih Praktis
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyedia layanan server colocation sudah menyediakan semua kebutuhan dan fasilitas antara lain pendeteksi kebakaran, sistem pendingin, rak server, sistem kelistrikan memadai, keamanan dari bencana dan tim manajemen server. sehingga perusahaan Anda tidak perlu lagi berpikir tentang operasional di dalam gedung data center.
6. Lebih Handal
Layanan colocation data center sudah memakai teknologi yang memadai seperti genset, baterai cadangan, dan stabilizer untuk kelistrikan.
Sehingga server perusahaan Anda bisa terhindar dari resiko gangguan arus listrik.
7. Performa Tinggi
Menyewa colocation server bagi perusahaan Anda dapat meningkatkan kecepatan server, up-time maksimal, dan performa yang tinggi jika dibandingkan membangun data center on-premise sendiri.
Selain itu, Anda juga akan mendapatkan bandwidth yang besar untuk semua transfer data pada server data center.
Harga Colocation Server
Kami menawarkan layanan colocation dengan tiga pilihan, Per U, Half Rack, dan Full Rack.
Layanan per U cocok untuk startup yang baru membutuhkan satu server, sementara half rack untuk kapasitas sedang. Full rack tersedia bagi perusahaan yang membutuhkan kapasitas, kecepatan, dan keamanan maksimal.
Sebagai gambaran umum di industri colocation Indonesia
Per U: mulai dari Rp 500.000 – Rp 1.500.000/bulan
Half Rack (21U): mulai dari Rp 3.000.000 – Rp 8.000.000/bulan
Full Rack (42U): mulai dari Rp 6.000.000 – Rp 20.000.000/bulan
Wowrack beroperasi di data center Tier 3 di Jakarta dan Surabaya, dengan koneksi ke lebih dari 35 ISP.
Untuk penawaran harga yang akurat sesuai kebutuhan bisnis kamu, disarankan menghubungi tim Wowrack langsung melalui kontak kami di https://www.wowrack.com/id-id/contact/
Jenis-Jenis Ukuran Colocation
Jenis-jenis ukuran colocation server bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Berikut ini adalah beberapa ukuran server kolokasi
Per U (server satuan): Jenis ini adalah ruang dengan bentuk vertikal dan ukuranya mulai mulai dari 1U, 2U, hingga 3U
1U = 1,75 inci (4,45 cm)
Fraksi Rack: Sebagian rak dibagi, seperti 1/4 rack atau 1/2 rack bisa digunakan sampai 10-20 server.
Full Rack: Yaitu Anda menyewa satu kabinet penuh (tinggi standar 40U-45U) yang dapat menampung puluhan server sekaligus
40U: Tinggi internalnya sekitar 1,77 meter.
45U: Tinggi internalnya sekitar 2 meter.
Private Cage: Yaitu menyewa ruangan khusus tertutup.

Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet.
Pemilihan jenis colocation server ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Kapan Bisnis Anda Membutuhkan Colocation?
Colocation server sangat berguna ketika perusahaan membutuhkan kontrol penuh atas perangkat keras mereka tetapi tidak ingin menangani infrastruktur fisik seperti daya, pendinginan, dan keamanan. Misalnya, perusahaan yang sudah memiliki server dan perangkat keras lainnya tetapi tidak memiliki fasilitas untuk menempatkannya dengan aman dapat sangat diuntungkan dengan menyewa layanan.
Dalam kasus ini, colocation berguna bagi perusahaan untuk menyimpan perangkat keras mereka di data center yang aman dan andal, dengan biaya yang lebih rendah daripada membangun data center sendiri.
Selain itu, layanan ini menjadi pilihan yang tepat ketika perusahaan membutuhkan tingkat uptime yang tinggi dan tidak dapat mentoleransi downtime yang sering terjadi dengan hosting internal.
Data center colocation memiliki infrastruktur yang dioptimalkan untuk ketersediaan tinggi, antara lain redundansi daya dan pendinginan, yang memastikan server Anda tetap online dalam hampir semua kondisi.
Untuk bisnis yang sedang berkembang, colocation server adalah pilihan yang dapat mendukung pertumbuhan tanpa memerlukan investasi besar dalam infrastruktur.
Saat bisnis tumbuh, kebutuhan akan kapasitas server dan penyimpanan data juga meningkat. Layanan ini bisa membantu bisnis untuk memudahkan melakukan penambahan server baru di data center tanpa harus membangun fasilitas tambahan.
Colocation server juga memiliki skalabilitas yang lebih besar dibandingkan shared hosting. Saat kebutuhan bisnis berubah, perusahaan dapat dengan cepat menyesuaikan infrastruktur mereka di data center tanpa gangguan besar di operasional.
Banyak industri yang memiliki persyaratan keamanan data yang ketat dan regulasi yang harus dipatuhi. Colocation server dapat membantu perusahaan memenuhi standar ini dengan lebih mudah. Data center dilengkapi dengan fitur keamanan fisik yang canggih, seperti kontrol akses, pengawasan 24/7, dan redundansi daya, yang membantu melindungi data dari ancaman fisik dan gangguan operasional.
Perbedaan Colocation Vs Hosting
Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa server dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya.
Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting?
Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Kolokasi hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.
Perbedaan Colocation Vs Dedicated Server
Dalam server kolokasi, perusahaan memiliki perangkat keras sendiri dan hanya menyewakan ruang di pusat data untuk menyimpannya. Yang berarti Anda bertanggung jawab penuh atas perangkat keras tersebut, seperti pembelian, pemeliharaan, dan upgrade.
Sebaliknya, dedicated server adalah layanan di mana penyedia hosting menyediakan perangkat keras server dan menyewakannya kepada pelanggan. Dalam model ini, penyedia dedicated server mengelola perangkat keras, sementara Anda memiliki kontrol atas perangkat lunak dan aplikasi yang berjalan di server.
Dedicated server cocok untuk perusahaan yang tidak ingin repot dengan pengelolaan perangkat keras, tetapi tetap membutuhkan kontrol atas sistem operasi dan aplikasi
Kekurangan Colocation Server
Ada beberapa kekurangan yang ada pada layanan colocation data center, antara lain Kurangnya pilihan keamanan pada software seperti alat pemantauan jaringan.
Sehingga Anda harus bergantung pada layanan yang disediakan oleh penyedia layanan colocation.
Selain itu kekurangan lainya adalah lebih sulitnya untuk membuat sistem redundan yang dapat menjalankan sistem operasi secara paralel lebih dari satu colocation.
Disisi lain, disarankan menggunakan layanan colocation digabung dengan layanan hybrid cloud, karena lebih mudah membuat duplikat data atau salinan data.
Contoh Penyedia Colocation Server Murah di Indonesia
Wowrack adalah salah satu penyedia layanan colocation server di Indonesia sekaligus memiliki data center dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Kami percaya, sertifikasi dan team profesional kami dapat membantu Anda memenuhi semua kebutuhan server yang dibutuhkan.
Kami menyediakan layanan kelas dunia dengan keamanan tinggi dan jaringan berkecepatan tinggi agar server Anda bisa mendapatkan uptime maksimal.
Kami akan selalu memberikan layanan profesional, karena itu perusahaan kami sudah tersertifikasi BSSN, ISO 27001, SOC 2 type II, Tidak hanya itu saja, data center kami sudah tersertifikasi HIPAA, PCI-DSS v 3.2.1 mappings dan GDPR.
Selain itu fasilitas yang Anda dapatkan ketersediaan 24x7 smart hands untuk kebutuhan bantuan teknis, pusat operasi jaringan (NOC) 24x7 dan jaminan kerusakan hardware.

Kelebihan Colocation Server Wowrack
- Data center Tier 3 & Tier 4
- Lokasi strategis di Jakarta, Surabaya, Bali, Medan Seattle (USA), dan Singapura
- Multi-upstream network
- Koneksinya : Port 1G/10G, LAN, cross-connect, atau koneksi khusus
- Keamanan Server 24/7 , Managed firewall, Anti DDoS protection, ACL dll
- Power & cooling redundand
- Tim teknis 24 jam (Remote Hands)
- ISO 27001
- SOC 2 Type 2
Pengalaman tidak pernah mengecewakan hasil, itulah salah satu peribahasa yang menggambarkan Wowrack. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, kami tahu hal-hal apa saja yang Anda butuhkan terkait colocation data center. Untuk itu ini adalah beberapa alasan kenapa Anda harus menggunakan layanan kami.
Infrastruktur Colocation Server Kelas Enterprise
Wowrack menyediakan layanan kolokasi dengan ukuran yang besar, yaitu kapasitas sampai 450 rak, tersedia ruang terkunci hanya untuk bisnis Anda. Ukuran Rak 1/4, Rak 1/2, full rak dan sudah dilengkapi dengan fitur premium seperti sistem daya cadangan 2N, N+1, generator 24 MVA, up to 20KW power per cabinet dan masih banyak lagi.
Lokasi Colocation : Jakarta, Surabaya Bali, Medan
Wowrack memiliki beberapa lokasi di Indonesia, lokasi data center kami tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu di Jakarta (Kuningan, Menteng) dan Surabaya (Sudirman, Genteng Kali), Bali dan Medan.
Konektivitas Dengan Latensi Rendah
Wowrack sudah menggunakan multi ISP dengan akses lebih dari 35 ISP di Jakarta dan 25 di Surabaya, serta koneksi langsung ke Internet Exchange (IIX dan IIX‑JKT).
Keamanan Tingkat Tinggi
Layanan server colocation kami didesain dengan keamanan fisik ketat: pra-registrasi, akses kartu dan biometrik, anti-tailgating, kamera CCTV 24/7, serta sistem deteksi asap, fire suppression (IG55 dan FM200) dan proteksi anti-ramming yang aktif 24/7.
Infrastruktur Redundan & High Uptime
Colocation data center tier-3 dan tier-4 yang kami gunakan sudah didesain dengan redundansi listrik, pendingin, dan jaringan. Untuk mendapatkan uptime tahunan mampu mencapai 99,9 % SLA (maksimal 1,5 jam downtime per tahun).
Banyak pilihan Tipe Colocation Server
Ukuran data center kami cukup luas, sehingga kami menyediakan beberapa pilihan paket server colocation mulai dari Per U, 1/4 Rack, 1/2 Rack, dan Full Rack, Anda bebas memilih ukuran rak mana yang ingin Anda sewa.
Untuk mendapatkan informasi terkait layanan kami, Anda bisa menghubungi kami melalui tombol dibawah ini
Sertifikasi Colocation Server Wowrack Indonesia
Demi melayani kebutuhan compliance perusahaan Anda, Wowrack menyiapkan beberapa sertifikasi pada perusahaan dan data center, agar perusahaan Anda juga bisa mendapatkan sertifikasi yang Anda inginkan.
-
ISO 27001:2025
-
PCI-DSS
-
Tier-3, Tier-4 Data Center
-
ISO 9001 & ID-GCG
- SOC 2 type II
Selain itu, kami juga memiliki lebih dari 50 engineer bersertifikat global terkait cloud, cyber security, jaringan dan beberapa brand lain seperti AWS, Google Cloud, Cisco, ISC2, dan lainnya

Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran colocation data center yang Anda butuhkan.
Kesimpulan
Colocation data center adalah pilihan yang bijak bagi perusahaan yang ingin mendapatkan infrastruktur untuk server yang lebih hemat biaya dan tidak perlu investasi mahal hanya untuk sekadar membangun server on-premise sendiri,
