Blog Wowrack

Perbedaan SOAR dan SIEM Dalam Mencegah Serangan Siber

Firstian     8 April 2026     Keamanan     0 Comments

Dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks saat ini, bisnis membutuhkan sistem keamanan seperti SOAR dan SIEM yang tidak hanya mampu mendeteksi, tetapi juga merespons serangan dengan cepat dan tepat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai perbedaan SOAR vs SIEM sehingga Anda dapat membangun strategi keamanan yang efektif dan terintegrasi.

Apa Itu SIEM?

SIEM (Security Information and Event Management) adalah sebuah solusi keamanan IT yang bekerja dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data log dari seluruh infrastruktur IT yang digunakan oleh bisnis.

Anda bisa membayangkan SIEM sebagai pusat komando yang memberikan visibilitas yang menyeluruh terhadap aktivitas yang terjadi. Dengan adanya teknologi ini, tim IT dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.

Untuk pemahaman yang lebih mendalam, Anda bisa membaca artikel yang lebih lengkap mengenai pengertian SIEM, cara kerja, dan fungsinya di sini.

Fungsi SIEM

  • Log collection: SIEM bekerja dengan cara mengumpulkan log dari berbagai sumber seperti server, aplikasi, firewall, dan endpoint untuk mempermudah pemantauan keamanan infrastruktur IT.
  • Event correlation: SIEM mengorelasikan berbagai event dari sumber yang berbeda yang digunakan untuk mengidentifikasi pola aktivitas mencurigakan.
  • Threat detection: SIEM mendeteksi ancaman menggunakan rule, signature, dan analisis berbasis perilaku untuk mengidentifikasi potensi serangan.
  • Compliance reporting: SIEM membantu organisasi memenuhi persyaratan regulasi dengan menyediakan laporan keamanan yang terstruktur dan terdokumentasi sesuai standar yang berlaku dalam industri.

Cara Kerja SIEM

  • Mengumpulkan data dari banyak sumber: SIEM mengintegrasikan data dari berbagai sistem, mulai dari jaringan, aplikasi, hingga perangkat endpoint untuk dilakukan analisis yang terpusat dan komprehensif.
  • Menganalisis berdasarkan rule: data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan rule yang sudah ditentukan dengan bantuan machine learning untuk mengidentifikasi aktivitas yang abnormal atau indikasi ancaman.
  • Menghasilkan pemberitahuan: apabila ditemukan kejanggalan atau ancaman, SIEM akan mengirimkan alert kepada tim IT untuk kemudian ditindaklanjuti dengan saksama.

Apa Itu SOAR?

SOAR (Security Orchestration, Automation, and Response) adalah sebuah platform keamanan yang mengintegrasikan orkestrasi, otomatisasi, dan respons terhadap insiden siber. Teknologi ini membantu tim IT mengelola dan merespons ancaman secara lebih cepat melalui alur kerja yang terorganisir, mengurangi beban kerja manual yang repetitif dan mempercepat waktu pemulihan.

Fungsi SOAR

  • Orkestrasi sistem keamanan: SOAR menghubungkan berbagai tools keamanan agar dapat bekerja secara terintegrasi dalam satu alur kerja yang efisien.
  • Otomatisasi respons: SOAR menjalankan tindakan otomatis terhadap ancaman tanpa campur tangan tim IT untuk memitigasi serangan yang terdeteksi dengan sangat cepat.
  • Incident management: SOAR menyediakan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk melacak, mendokumentasikan, dan mengelola setiap tahap penanganan insiden keamanan dari awal hingga selesai.

Cara Kerja SOAR

  • Menerima alert: SOAR menerima sinyal peringatan dari sistem deteksi seperti SIEM. Ia bertindak sebagai pusat komando yang memvalidasi setiap alert sebelum memulai prosedur penanganan insiden lebih lanjut.
  • Menjalankan playbook otomatis: SOAR menjalankan urutan instruksi digital yang telah dikonfigurasi. Langkah ini mencakup pemblokiran IP berbahaya hingga isolasi perangkat yang terinfeksi secara otomatis sesuai standar keamanan perusahaan.

Perbedaan SOAR dan SIEM

Perbedaan utama SOAR vs SIEM terletak pada fungsi deteksi dan respons otomatis.

Fokus

SIEM: Berfokus pada monitoring, pengumpulan log, dan deteksi ancaman untuk memberikan visibilitas penuh terhadap aktivitas keamanan dalam sistem.

SOAR: Berfokus pada otomatisasi respons dan orkestrasi proses keamanan untuk menangani insiden secara cepat dan efisien

Cara Otomatisasi

SIEM: Memiliki kemampuan otomatisasi terbatas, biasanya hanya pada alerting dan korelasi data berdasarkan rule yang telah ditentukan sebelumnya.

SOAR: Menggunakan otomatisasi berbasis playbook untuk menjalankan berbagai tindakan respons secara terstruktur tanpa intervensi manual

Penggunaan Pada SOC

SIEM: Digunakan untuk memberikan visibilitas dan insight kepada analis keamanan SOC terkait aktivitas dan potensi ancaman dalam sistem.

SOAR: Membantu mengurangi beban kerja analis dengan mengotomatisasi proses investigasi dan respons terhadap insiden keamanan.

Implementasi

SIEM: Biasanya diimplementasikan lebih awal sebagai fondasi sistem keamanan untuk monitoring dan deteksi ancaman secara menyeluruh.

SOAR: Digunakan pada tahap lanjutan untuk meningkatkan efisiensi dengan otomatisasi dan orkestrasi proses keamanan.

Bagaimana SOAR dan SIEM Bekerja Bersamaan?

  • Alur Integrasi: SIEM dan SOAR diintegrasikan dalam satu ekosistem untuk menciptakan alur deteksi hingga respons yang otomatis dan efisien.
  • SIEM sebagai detector: SIEM berperan dalam mendeteksi ancaman dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber secara real-time.
  • SOAR sebagai eksekutor: SOAR menindaklanjuti alert dari SIEM dengan menjalankan respons otomatis berdasarkan konfigurasi yang telah ditentukan.

Kapan Membutuhkan SIEM?

  • Infrastruktur kompleks: Organisasi dengan sistem IT yang kompleks membutuhkan SIEM untuk memantau dan mengelola berbagai sumber data keamanan secara terpusat.
  • Banyak endpoint: Semakin banyak endpoint yang digunakan, semakin besar kebutuhan akan sistem monitoring seperti SIEM untuk mendeteksi ancaman.
  • Kebutuhan regulasi: SIEM membantu memenuhi standar regulasi dengan menyediakan log dan laporan keamanan yang terstruktur dan terdokumentasi.
  • Monitoring secara real-time: SIEM diperlukan untuk memantau aktivitas sistem secara real-time dan mendeteksi ancaman sebelum berkembang menjadi insiden serius.

Kapan Membutuhkan SOAR?

  • Alert terlalu banyak: Ketika jumlah alert meningkat drastis, SOAR membantu memfilter, mengkategorikan, dan merespons ancaman secara otomatis sehingga tidak membebani tim SOC.
  • Respons manual lambat: Jika respons terhadap insiden masih manual dan memakan waktu, SOAR dapat mempercepat proses dengan otomatisasi berbasis playbook.
  • Ingin efisiensi tim SOC: SOAR memungkinkan tim SOC bekerja lebih efisien dengan mengurangi tugas repetitif dan fokus pada analisis yang lebih strategis.
  • Skalabilitas keamanan: SOAR membantu organisasi mengelola keamanan secara scalable seiring pertumbuhan infrastruktur dan kompleksitas ancaman.

Layanan SIEM di Indonesia

Di Indonesia, layanan cyber security semakin banyak digunakan oleh organisasi untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan sistem IT.

Penyedia layanan biasanya menawarkan implementasi, monitoring, serta integrasi dengan sistem keamanan lain. Dengan dukungan tenaga ahli lokal, layanan ini membantu perusahaan mengelola ancaman siber secara lebih efektif dan sesuai dengan regulasi industri yang berlaku.

Kesimpulan

Memahami perbedaan SOAR vs SIEM membantu organisasi menentukan strategi keamanan yang tepat. SIEM berperan dalam deteksi dan monitoring, sedangkan SOAR fokus pada otomatisasi respons. Kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi terhadap ancaman siber.

Tinggalkan komentar



Logo Wowrack Horizontal breathing space-02
Surabaya (Kantor Pusat)
Jl. Genteng Kali No. 8, Kel. Genteng,
Surabaya, Jawa Timur 60275
Indonesia
(031) 6000-2888

Jakarta (Kantor Penjualan)
Menara BCA Lt. 50 Unit 4546,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
Indonesia

© 2026 Wowrack dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.