Blog Wowrack

Pengertian Cloud Computing, Cara Kerja dan Layanan

Cloud computing adalah teknologi guna menyediakan semua kebutuhan server, storage, database, jaringan, dan aplikasi yang dapat diakses melalui internet. Untuk mendapatkan layanan cloud computing, Anda dapat menyewa kepada penyedia layanan cloud pihak ketiga untuk menggantikan kewajiban membangun infrastruktur IT sendiri karena resource Anda sewa melalui penyedia layanan cloud.


Pengertian Cloud Computing?

Cloud computing adalah sebuah teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengakses kemampuan komputer modern seperti penyimpanan data, pemrosesan sistem dan menjalankan aplikasi melalui server sehingga bisa diakses dari berbagai tempat.

Dengan teknologi ini, Anda tidak perlu berada pada lokasi yang sama untuk memanfaatkan kemampuan komputasi yang dimiliki. Inilah yang mendorong komputasi awan ini menjadi solusi dalam kebutuhan digital saat ini.

Arti computing adalah penggunaan teknologi komputer untuk membantu menyelesaikan sebuah permasalahan dan dapat juga digunakan sebagai pemroses informasi. Proses computing adalah aktivitas yang menggunakan perhitungan serta pengolahan data dengan menggunakan software.

Alih-alih menggunakan perangkat keras yang di instal di suatu tempat, infrastruktur ini dapat mempermudah Anda mengakses server ataupun aplikasi melalui internet. Infrastruktur ini dikelola oleh layanan cloud private seperti Wowrack, Microsoft Azure atau Google Cloud Platform (GCP).

apa itu cloud computing


Fungsi Cloud Computing Untuk Bisnis

Cloud computing adalah sistem yang hanya bisa diakses melalui internet, dan memiliki beberapa fungsi untuk memudahkan perusahaan dalam mengelola data. Berikut beberapa fungsi-fungsinya

1. Penyimpanan Data

Komputasi awan menyediakan ruang penyimpanan yang besar tanpa memerlukan perangkat keras seperti hardisk. Data Anda dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui internet.

2. Pengolahan Data

Komputasi awan juga dapat mengelola data secara cepat dengan dukungan server berteknologi tinggi. Ini sangat berguna untuk analisis data skala besar.

3. Hosting Aplikasi

Website Anda dapat dijalankan langsung di komputasi awan yang disebut hosting, hosting dapat bekerja seperti mengaktifkan layanan email, software manajemen proyek seperti sistem ERP.

Cara Kerja Cloud Computing

Cara kerja cloud computing adalah menggunakan resource komputasi awan yang ada di infrastruktur penyedia layanan, sedangkan untuk mengakses Anda harus login ke virtual machine yang dibuat menggunakan hypervisor untuk mengakses server. Namun untuk lebih detail, Anda dapat melihat urutan-urutan berikut ini

  • User mengirim request

User dapat mengakses aplikasi, website, database melalui perangkat yang terhubung ke jaringan internet.

  • Internet menghubungkan user dengan cloud

Permintaan dari perangkat user akan diteruskan melalui jaringan internet menuju infrastruktur cloud.

  • Cloud server memproses request

Server akan mengembalikan respons ke user sesuai dengan permintaan pengguna, sebelum respons dikirim ke user, maka request akan diolah dulu oleh cloud server sebagai aplikasi.

  • Virtualisasi mengatur resource

Untuk mendapatkan resource, pengguna akan diberikan virtualisasi sebagai resource fisik seperti CPU, RAM dan storage sehingga resource ini dapat Anda pakai untuk pembuatan aplikasi kerja.

  • Hasil dikirim kembali kepada user

Setelah request diproses di aplikasi, selanjutnya hasilnya akan dikirim melalui jaringan kembali ke user.


Jenis Layanan Cloud Computing Berdasarkan Service Model

Saat ini jenis jenis cloud computing memiliki tiga model layanan yang disewakan ke user, ketiganya antara lain Infrastruktur as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS).

Pembeda dari ketiga layanan ini adalah resource yang disediakan oleh provider serta cakupan tanggung jawab dari provider dan cakupan yang dikelola oleh user.

NIST menjelaskan bahwa ketiga layanan ini masuk dalam NIST SP 800-145, ini adalah rujukan penting dalam memahami definisi apa itu cloud computing.

1. Infrastruktur as a Service (IaaS)

Infrastruktur as a Service (IaaS) adalah jenis layanan yang disediakan provider cloud dengan kriteria menyewakan on-demand (server, penyimpanan data, atau jaringan secara instan) melalui cloud. Sehingga Anda memiliki akses kontrol terhadap infrastruktur yang lebih luas.

Pada IaaS, Anda mendapatkan akses yang luas pada server fisik dan perangkat di dalamnya seperti storage, jaringan, dan virtualisasi, sistem operasi, middleware, data, dan aplikasi yang digunakan.

Contoh penggunaan IaaS

  • Menjalankan website di server
  • Membuat virtual machine di dalam server.
  • Menyimpan data dalam cloud storage
  • Membuat dan menjalankan database
  • Menyiapkan kebutuhan development seperti docker atau kubernetes

Cocok untuk: perusahaan yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap infrastruktur dan konfigurasi IT.

2. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service (PaaS) adalah layanan yang menyewakan lingkungan dan alat yang siap pakai untuk developer aplikasi.

Pada PaaS Anda tidak diberikan akses untuk mengakses infrastruktur virtual machine, resource server (CPU, RAM) sehingga Anda mendapatkan kemudahan tanpa harus mengelola infrastruktur dasar.

Fungsi menyewa PaaS adalah agar tim Anda fokus pada pembuatan coding, pengujian aplikasi dan maintenance, tanpa harus memikirkan infrastruktur dasarnya.

Anda bisa mengatur sistem operasi pada lingkungan dasar tempat aplikasi berjalan. Lalu mengelola perangkat lunak yang menghubungkan aplikasi atau sistem yang disebut middleware.

Contoh penggunaan PaaS

  • Pembuatan website
  • Pembuatan aplikasi Android atau IoS
  • Menjalankan aplikasi tanpa mengelola server secara langsung

3. Software as a Service (SaaS)

Software as a Service (SaaS) menyediakan aplikasi yang langsung dapat diakses dari web browser. Penyedia harus bertanggung jawab terhadap berjalanya aplikasi dan update, pada SaaS user dimudahkan karena langsung dapat menggunakan software tanpa harus mengelola server.

Contoh yang paling mudah dipahami adalah seperti Figma, Jira dan Canva, tentu Anda pernah menggunakan aplikasi ini kan, nah ketiganya harus diakses menggunakan internet yang selalu aktif.

Jenis Cloud Computing Berdasarkan Deployment Model

Cloud computing terdapat beberapa model deployment terkait cara penggunaan dan pengelolaannya. Berdasarkan dari sumber NIST, saat ini terdapat empat model deployment antara lain public cloud, private cloud, community cloud dan terakhir hybrid cloud.

Namun Google Cloud memiliki pandangan tersendiri, mereka hanya mengelompokkan model deployment ini menjadi tiga model saja, yaitu private cloud, public cloud dan hybrid cloud.

1. Public Cloud

Public cloud adalah model layanan cloud dengan segala yang berhubungan dengan infrastruktur sudah disediakan oleh penyedia layanan. User tinggal mengelola compute, storage dan network saja, karena semua infrastruktur sudah disediakan penyedia layanan.

Public cloud sangat memudahkan user, karena mengurangi tugas mengelola infrastruktur server, dimana provider lah yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur cloud agar layanan dapat berjalan, sedangkan user tinggal menyewa resource yang dibutuhkan.

Public cloud cocok untuk

  • Hosting Aplikasi Website Dengan Traffic Tinggi
  • Startup dan bisnis digital
  • Kebutuhan Development
  • Workload yang membutuhkan skalabilitas

Contoh penyedia public cloud antara lain Google Cloud, Wowrack, AWS, dan Microsoft Azure.

2. Private Cloud

Private cloud adalah jenis layanan cloud berdasarkan deployment model dengan penggunaan eksklusif oleh satu organisasi saja. Uniknya pada infrastruktur private cloud ini segala infrastrukturnya dikelola oleh organisasi sendiri yang disediakan oleh pihak ketiga.

Karena resource didedikasikan khusus untuk satu organisasi, sehingga pengguna memiliki kontrol dalam membuat konfigurasi dan pengelolaan data. Google cloud juga menjelaskan bahwa private cloud sebagai lingkungan yang didedikasikan untuk satu organisasi dengan kontrol dan setting sesuai keinginan penyewa.

Sehingga private cloud cocok untuk

  • Perusahaan dengan kebutuhan kontrol infrastruktur tinggi
  • Workload dengan persyaratan keamanan tertentu
  • Data yang membutuhkan pengelolaan khusus
  • Perusahaan dengan kebutuhan compliance

3. Hybrid Cloud

Cara kerja hybrid cloud adalah menggabungkan dua atau lebih lingkungan cloud yang berbeda, contoh mudahnya adalah private cloud dan public cloud yang dijadikan satu infrastruktur yang saling terhubung meskipun jenis infrastrukturnya terpisah.

Dengan hybrid cloud, pengguna dapat membuat custom infrastruktur tertentu, contohnya pembagian workload dan pembagian penyimpanan data dapat dipisah infrastrukturnya.

Penggunaan hybrid cloud cocok untuk

  • Perusahaan yang masih memiliki infrastruktur on-premise
  • Bisnis yang sedang melakukan cloud migration
  • Workload yang membutuhkan kombinasi lingkungan
  • Untuk penggunaan disaster recovery

Apa Saja Manfaat Cloud Computing untuk Bisnis?

Berbagai bisnis di Indonesia mulai beralih ke layanan cloud computing karena manfaatnya lebih besar dibandingkan infrastruktur on-premise. NIST mencatat bahwa berlangganan cloud dapat menghemat biaya lebih besar sekaligus memiliki kelebihan rapid elasticity yaitu fitur untuk menambah atau mengurangi resource secara cepat tanpa harus membongkar perangkat server fisik, sehingga kami ringkas beberapa manfaat cloud computing untuk bisnis.

1. Mengurangi Investasi Perangkat Server

Cloud computing dapat mengubah kebutuhan investasi awal untuk membangun data center seperti membeli server, storage, dan perangkat infrastruktur lainnya yang kini harganya semakin mahal menjadi sewa bayar perbulan.

2. Mempercepat Deployment Aplikasi

Google cloud menyebut bahwa cloud dapat membuat instance baru dalam waktu lebih singkat sebagai salah satu faktor mempercepat development.

Dampak dari proses deployment yang lebih cepat dapat membantu produk lebih cepat dirilis dan merespons perubahan kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat.

3. Memudahkan Skalabilitas Saat Bisnis Bertumbuh

Fitur yang paling dicari oleh bisnis dari cloud computing adalah rapid elasticity, yaitu kemampuan menaik turunkan resource dengan cepat.

Fitur ini dapat menggantikan pembelian hardware yang disebabkan resource penuh, hanya tinggal beberapa kali klik, kapasitas CPU dan RAM dapat ditingkatkan.

4. Untuk Backup dan Disaster Recovery

Perusahaan dapat menggunakan cloud sebagai tempat penempatan file backup dan disaster recovery. Fungsinya ditempatkan di cloud adalah untuk mengantisipasi jika server utama mengalami gangguan.

Karena ditempatkan di lokasi yang berbeda dengan sistem replikasi, maka operasional dapat dipulihkan melalui cloud computing.


Contoh Penggunaan Cloud Computing

Berikut adalah contoh pemanfaatan dari komputasi awan yang ada pada saat ini.

1. Cloud Storage

Penyimpanan ini adalah penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan file secara online, cloud storage bisa diakses dari berbagai jenis perangkat

Contoh: Google Drive, Dropbox, OneDrive, dan iCloud.

2. Layanan Email

Layanan email adalah layanan yang sering digunakan untuk mengirim email dan mengelola email. Email ini nantinya akan disimpan di server cloud dan Anda bisa mengakses melalui aplikasi browser.

Contoh: Gmail, Yahoo Mail, Outlook, Zimbra.

3. Layanan Dokumen Online

Layanan dokumen online berbasis awan sangat berguna saat ini, karena Anda bisa berkolaborasi dengan tim Anda secara langsung dari tempat yang berbeda

Contoh: Google Docs, Microsoft Word Online, Zoho Writer.

4. Layanan Streaming Musik

Streaming musik saat ini seperti spotify memanfaatkan layanan cloud computing untuk menyediakan ribuan lagu tanpa harus mengunduh terlebih dahulu. Musik akan diputar secara langsung dengan akses dari server, Hal ini sangat menghemat penyimpanan pengguna.

Contoh: Spotify, Apple Music, Amazon Music.


Tipe - Tipe Layanan Cloud

Agar suatu layanan bisa disebut Cloud Computing, layanan tersebut harus memenuhi lima karakteristik menurut standar NIST. Karakteristik ini menggambarkan tentang bagaimana cara layanan cloud seharusnya bekerja. Berikut ini penjelasan dan karakteristiknya

1. On-Demand Self-Service

Pengguna bisa mengatur layanan cloud sendiri sesuai yang diharapkan, tanpa perlu bantuan penyedia layanan.

- Akses Mandiri

Pengguna bebas memilih dan mengelola sumber daya sesuai kebutuhan.

- Interface yang Ramah

Penyedia membuat dashboard yang mudah digunakan, bahkan tanpa harus memiliki skill teknis pengguna sudah bisa menggunakan.

- Proses Cepat

Pengadaan sumber daya CPU, RAM, GPU dll bisa selesai dalam hitungan menit atau detik.

- Otomatisasi

Semua proses dari pemesanan cloud computing bisa dijalankan dengan otomatis.

- Full Akses

Pengguna bisa menghentikan layanan kapan saja sewaktu-waktu. Jadi ketika aplikasi Anda sudah selesai Anda bisa mematikan layanan cloud computing.

2. Broad Network Access

Layanan cloud computing harus bisa diakses dari mana saja dan dari berbagai perangkat yang berbeda-beda.

- Akses Lewat Internet

Selama terhubung ke internet, layanan bisa digunakan dari manapun dan kapanpun.

- Multiplatform

Bisa diakses melalui laptop, ponsel, tablet, atau perangkat lainnya.

- Tanpa Aplikasi Khusus

Cloud computing biasanya berbasis web, bisa dibuka dengan browser tanpa perlu menginstall aplikasi tambahan.

- Protokol Standar

Komunikasi sudah menggunakan protokol HTTP/HTTPS, sehingga bisa digunakan untuk multi platform dan lebih aman.

3. Resource Pooling

Sumber daya cloud computing bisa dikelola secara bersamaan ke banyak pengguna sekaligus.

- Penggabungan Sumber Daya

Semua kebutuhan komputasi sudah disediakan oleh data center penyedia layanan.

- Isolasi Logis

Meski satu server dipakai secara bersama-sama, akan tetapi semua pengguna punya ruang sendiri-sendiri sehingga pengguna lain tidak bisa mengakses ruangan yang bukan miliknya.

- Efisiensi Tinggi

Sumber daya RAM, CPU dan Penyimpanan yang tidak terpakai bisa langsung dialihkan ke pengguna lain.

- Skalabilitas

Data center cloud computing bisa memberikan pelayanan sesuai kebutuhan yang terus berubah.

4. Rapid Elasticity

Koputasi awan harus bisa menyesuaikan kapasitas secara otomatis.

- Skalabilitas Dinamis

Kapasitas bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan pengguna secara otomatis.

- Respons Cepat

Ketika ada lonjakan beban, sistem langsung menyesuaikan kebutuhan prioritas mana yang harus didahulukan dan mana yang akan di terminate terlebih dahulu untuk menghindari gangguan layanan.

- Otomatisasi Skalabilitas

Penyesuaian kapasitas seperti RAM, CPU dilakukan secara otomatis, tanpa perlu campur tangan manusia.

- Biaya Lebih Murah

Pengguna hanya membayar kapasitas yang dipakai dan jika tidak dipakai bisa tidak dikenakan biaya layanan.

5. Measured Service

Semua penggunaan layanan bisa diukur secara transparan.

- Pemantauan Otomatis

Penggunaan pemakaian user tercatat secara real-time.

- Laporan Terperinci

Data penggunaan bisa user lihat melalui dashboard untuk analisis.

- Bayar Sesuai Pemakaian

Tidak ada biaya tetap per bulan, pengguna akan ditagih bayar sesuai sumber daya yang sudah digunakan.

- Biaya

Dengan informasi penggunaan yang jelas, pengguna bisa mengatur berapa banyak biaya yang ingin Anda habiskan dalam satu bulan bahkan satu tahun kedepan.

- Audit & Kepatuhan

Data penggunaan bisa digunakan untuk pelaporan kebutuhan dan audit internal.


Kekurangan Dari Cloud Computing

Cloud computing memang memiliki lebih banyak kelebihan, namun bukan berarti sistem tidak memiliki celah. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda sepenuhnya bergantung pada penyedia layanan.

Selain banyak manfaat dari layanan ini, ada juga beberapa kekurangannya, antara lain

1. Butuh Koneksi Internet

Cloud computing harus membutuhkan koneksi internet yang lancar. Jika terjadi gangguan internet, layanan komputasi awan tidak akan bisa diakses.

2. Keamanan

Penggunanya harus memiliki sistem keamanan jaringan data sendiri, Karena risiko kebocoran data selalu tetap ada. Untuk itu Anda harus memasang tambahan aplikasi untuk mengamankan data penting, seperti menginstall next generation firewall


Contoh Penyedia Cloud di Indonesia

Berikut ini adalah penyedia layanan cloud computing yang sudah terpercaya di Indonesia

1. Wowrack

Wowrack merupakan penyedia cloud dan managed services Amerika yang telah ekspansi ke Indonesia. Layanannya mencakup private cloud, hybrid cloud, penyedia colocation, dan disaster recovery dan data center. Wowrack menyediakan layanan apapun yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan IT di bisnis. terutama untuk sektor finansial, e-commerce, dan enterprise.

Dengan data center di Jakarta dan Surabaya, support servis lokal 24/7, Wowrack cocok untuk perusahaan yang membutuhkan performa tinggi, keamanan, dan bisnis continuity.

2. Google Cloud

Google Cloud hadir di Indonesia dengan region di Jakarta memberikan layanan dengan latensi rendah dan performa tinggi. GCP menyediakan layanan komputasi, penyimpanan, analitik, machine learning, dan DevOps.

GCP Ideal untuk startup, SME, hingga enterprise yang membutuhkan performa yang besar, sistem yang modern, dan ekosistem Google.

Secara khusus, Google Cloud terintegrasi dengan produk Google lain seperti BigQuery, Kubernetes Engine, TensorFlow, dan lain-lain.

3. Alibaba Cloud Indonesia

Penyedia lain adalah Alibaba Indonesia yang merupakan satu dari banyak perusahaan di bawah naungan Alibaba Group. Mengusung data center di Jakarta, layanan ini mencakup komputasi elastis, penyimpanan, database, keamanan, big data, dan AI.

Alibaba Cloud biasa digunakan oleh perusahaan yang sudah mengetahui komputasi awan tingkat lanjut. Fiturnya melayani e-commerce, fintech serta aplikasi pengembang.

Penyedia ini menawarkan kebutuhan multi-cloud dan integrasi hybrid cloud di pasar Asia Tenggara yang ramah. Pengguna baru tidak akan kesulitan dalam mengelola infrastruktur karena dashboard Alibaba cukup mudah.

4. Microsoft Azure

Azure atau Microsoft sudah hadir di Indonesia yang tanpa diragukan lagi akan mempercepat proses adaptasi global dengan pengguna lokal. Layanan Azure antara lain komputasi, database, AI, IoT, dan DevOps dan telah fully integrated dengan produk Microsoft lain termasuk Office 365, Windows Server, dll.

Layanan ini ideal digunakan oleh perusahaan yang sudah menggunakan produk Microsoft. Microsoft mendukung pengembangan hybrid cloud dan solusi enterprise besar.


Kesimpulan

Kesimpulannya, cloud computing adalah platform pemecah masalah untuk bisnis modern dalam hal kemudahan mengakses, menyimpan, dan mengelola data. Seperti penyimpanan pada lemari arsip namun dengan teknologi cloud, Anda tidak perlu ke kantor untuk mengakses data yang sudah Anda simpan. Tanpa perlu perangkat khusus atau ruang fisik, siapapun di dunia dapat melakukan pengunjung dengan cara yang lebih cepat dan lebih aman, dari di mana saja.

Ayoni Sulthon

Halo, saya Ayoni Sulthon, seorang penulis teknologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang TI dan infrastruktur digital. Saya lulusan Sarjana Ilmu Komputer dan memiliki keahlian khusus di bidang cloud computing, layanan hosting, keamanan siber, dan teknologi terbaru. Di Wowrack, saya mengubah penjelasan teknis menjadi informasi yang mudah dipahami.

Share this post on social media:

Tinggalkan komentar



Konsultasikan Sekarang!
Isi form berikut dan tim kami akan menghubungi Anda untuk memberikan solusinya

    Your information will be securely sent to and stored in Google Sheets for the purpose of processing your form submission.
    Logo-Wowrack-Horizontal-breathing-space-02
    Surabaya (Kantor Pusat)
    Jl. Genteng Kali No. 8, Kel. Genteng,
    Surabaya, Jawa Timur 60275
    Indonesia
    (031) 6000-2888

    Jakarta (Kantor Penjualan)
    Menara BCA Lt. 50 Unit 4546,
    Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
    Indonesia

    © 2026 Wowrack dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.