Era digital dan ekonomi 5.0, teknologi cloud atau komputasi awan menjadi salah satu penunjang bisnis yang tidak bisa dilepaskan. Keduanya saling berkaitan dan saling membutuhkan.
Bayangkan, sebuah bisnis bisa berjalan tanpa harus memiliki gedung dan karyawan ribuan tapi bentuk bisnis dan transaksi terjadi. Dimana? Di dunia digital. Nah, sistem dan transaksi ini berlangsung menggunakan salah satu teknologi komputasi bernama “cloud”.
Cloud adalah sebuah teknologi yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dan mengolah data serta menjalankan aplikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan user.
Artikel ini akan mengupas secara mendalam apa yang dimaksud dengan cloud, fungsi, manfaat dan sistem kerjanya.
Apa itu Cloud?
Sederhananya, cloud adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut sistem penyimpanan dan pengolahan data yang dilakukan secara digital (online) bukan melalui komputer pribadi.
Sistem ini bisa Anda pakai untuk mengakses data yang sudah diinput secara online dari mana saja dan kapan saja dengan mudah.
Lebih sederhananya, kita bisa lihat pada salah satu layanan cloud yang disediakan oleh Google yaitu, Google Drive. Anda dapat mengunggah data tertentu ke Google Drive dan dapat mengaksesnya kapan saja dan dari mana saja.
Keren bukan? Nah sistem ini tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan seperti ini saja, tapi lebih luas lagi.

Supaya lebih paham, mari kita belajar lebih jauh lagi.
Sejarah dan Perkembangan Cloud Computing
Kita flashback dulu pada sejarah awal mula ide tercetusnya sistem ini. Sebenarnya ide soal sistem cloud ini sudah ada sejak 1963, ide ini dicetuskan oleh “John McCarthy” yang merupakan seorang pionir komputer pada masa itu.
Dia membayangkan bahwa teknologi ini bisa menjadi utilitas publik layaknya listrik. Dimana setiap orang dapat menggunakannya dengan mudah sesuai kebutuhan.
Kemudian pada awal 2000’an, teknologi cloud ini mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan, seperti:
- Tahun 2002: Amazon meluncurkan AWS
- Tahun 2001: Wowrack didirikan sebagai layanan komputasi awan di Amerika
- 2006: Google dan Microsoft mulai memperkenalkan layanan cloud mereka
- 2010: Mulai bermunculan perusahaan penyedia layanan ini di berbagai negara, termasuk di Indonesia
Bahkan sampai saat ini ada banyak perusahaan yang menyediakan layanan ini. Bahkan sekarang, siapa saja bisa menikmati dan menggunakannya dengan mudah bahkan dengan biaya yang relatif lebih murah ketimbang bangun infrastruktur dari nol.
Penyedia Cloud Untuk Enterprise di Indonesia
Wowrack adalah penyedia cloud yang sudah lama berdiri di Indonesia, Wowrack berdiri sejak tahun 2001, sampai saat ini sudah memiliki ribuan pengalaman melayani bisnis dalam memenuhi semua kebutuhan IT perusahaan. Lebih dari dua dekade, Wowrack terus mengembangkan bisnisnya tidak hanya penyedia terbaik di Indonesia, tetapi sudah menjadi pemain penting di industri dengan menyediakan layanan yang tersertifikasi ISO 27001, PCI DSS, HIPAA, SOC 2 type II dan masih banyak sertifikasi lainya.

Sistem dan Cara Kerja Cloud Computing
Lalu bagaimana cara kerja cloud computing? Semua berawal dari cara kerja cloud dengan menghubungkan pengguna (user) ke jaringan server yang tersebar.
Data yang dikirimkan akan di pusat data yang disebut dengan “data center” milik si penyedia layanan. Teknologi seperti virtualisasi dan kontainer digunakan agar satu server bisa menjalankan banyak aplikasi sekaligus secara efisien.
Nah, berikut saya berikan gambaran sederhana soal sistem kerjanya:
- Anda akses layanan cloud dari perangkat yang digunakan
- Anda bebas menyimpan data apapun di layanan tersebut
- Permintaan Anda akan dikirim ke data center server
- Nah, server ini tersebar di berbagai negara dan dikendalikan langsung oleh si penyedia layanan
- Server akan memproses permintaan Anda kapanpun, baik itu menginput data, menyimpan file, menjalankan aplikasi, ataupun memproses data besar
- Semua proses ini dilakukan secara otomatis
- Data disimpan dan diproses di server dengan resource RAM, CPU dan storage yang besar
- Selain itu, data juga di duplikasi ke banyak server (redundancy) untuk menghindari kehilangan data apabila terjadi kerusakan file data
- Data yang disimpan akan dikirim kembali ke user kapanpun user minta
Apabila saya sederhanakan sistem dan alur kerja cloud yaitu seperti ini:
| Tahapan | Penjelasan |
| 1. Akses | Pengguna membuka layanan via internet |
| 2. Permintaan | Dikirim ke server |
| 3. Pemrosesan | Data diproses di server |
| 4. Penyimpanan | Data disimpan aman di data center |
| 5. Hasil | Dikirim kembali ke perangkat pengguna |
Jenis-Jenis Cloud
Dilihat dari layanan dan implementasi penggunaannya, cloud ini memiliki beberapa jenis. Mungkin Anda juga sudah sering menemukannya atau bahkan menggunakannya. Berikut adalah beberapa jenisnya

Berdasarkan layanan
Berdasarkan layanannya, cloud dibedakan menjadi:
-
IaaS (Infrastructure as a Service)
Infrastructure as a Service merupakan salah satu layanan komputasi awan yang menyediakan infrastrukturnya, seperti server, storage, dan jaringan. Contoh layanan IaaS yaitu Wowrack, AWS EC2, Google Compute Engine.
-
PaaS (Platform as a Service)
PaaS adalah layanan yang menyediakan platformnya atau wadahnya bagi developer yang ingin membangun atau buat aplikasi tanpa harus memikirkan infrastruktur servernya.
-
SaaS (Software as a Service)
SaaS adalah aplikasi yang dapat dipakai secara langsung dengan menggunakan akses internet, contohnya yaitu: Gmail, Google Docs, Zoom.

Berdasarkan Implementasi
Sedangkan menurut implementasinya, teknologi cloud ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Public: Ini adalah layanan komputasi awan yang dibagi dengan banyak pengguna dalam satu rangkaian server fisik.
- Private: Layanan yang dibuat oleh sebuah organisasi tertentu secara eksklusif dan dikelola oleh tim mereka sendiri secara mandiri
- Hybrid: Merupakan salah satu layanan komputasi awan yang merupakan kombinasi dari public cloud dan juga private cloud
- Multi Tenant: Jenis ini yang dibuat oleh sebuah komunitas atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan yang sama

Contoh Layanan Cloud Populer
Di internet ada banyak banget contoh layanan cloud yang cukup populer bahkan mungkin Anda sendiri juga sudah menggunakannya saat ini. Nah, beberapa contoh layanan cloud yang paling populer digunakan orang-orang di Indonesia, di antaranya:
| Contoh Layanan | Jenis Layanan | Fungsi |
| Google Drive | SaaS | Menyimpan dan berbagi file |
| Wowrack | IaaS | Penyedia infrastruktur komputasi awan untuk bisnis |
| AWS | IaaS/PaaS | Infrastruktur dan layanan developer |
| Microsoft Azure | IaaS/PaaS | Layanan komputasi awan untuk bisnis dan enterprise |
| Google Cloud | IaaS/PaaS | Infrastruktur dan AI |
Selain ini tentu masih ada banyak contoh lainnya. Namun beberapa istilah inilah yang paling sering dan populer dipakai.

Manfaat Cloud Computing untuk Perkembangan Bisnis
Bisnis di era sekarang tentu sangat jauh berbeda dengan bisnis di era 80an, 90an bahkan era 2000an sekalipun. Sekarang bisnis sudah masuk ke era otomatisasi yang serba instan dan cepat.
Layanan cloud memiliki peran yang amat penting dalam menunjang keberlangsungan bisnis era sekarang. Secara langsung cloud memberikan peran penting pada perkembangan bisnis. Bisnis yang pakai layanan ini pasti punya nilai plus.
Dilihat dari sisi manfaatnya, komputasi awan punya banyak manfaat untuk bisnis, di antaranya:
1. Skalabilitas
Dengan cloud pemilik bisnis bisa mengatur kapasitas daya kapan saja sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus menunggu lama.
2. Efisiensi Biaya
Selain itu, biaya infrastruktur server jadi lebih murah. Karena kalau bangun sendiri, tentu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih tinggi lagi. Belum lagi biaya perawatan server yang tidak murah, belum termasuk dengan SDM yang harus digaji setiap bulan.
3. Aksesibilitas Global
Cloud juga sangat membantu dalam percepatan bisnis. Dimana data bisa diakses dari mana saja dan kapan saja bermodalkan koneksi internet saja.
Anda tidak lagi harus membawa banyak perangkat hanya untuk mengakses data. Cukup modal laptop atau handphone dan jaringan internet, Anda bisa langsung terhubung.
4. Backup & Pemulihan Sata
Nah ini yang paling penting. Anda tidak perlu lagi khawatir soal kehilangan data. Karena sekalipun terjadi crash pada 1 server, Anda masih memiliki data backup yang bisa di restore kapan saja.
Kekurangan dan Risiko Cloud
Meski memiliki banyak kelebihan, teknologi ini ternyata juga memiliki beberapa kekurangan yang mesti kita pertimbangan sebelum menentukan untuk menggunakannya.
Nah beberapa kekurangan dan risiko cloud, di antaranya yaitu
1. Ketergantungan Pada Internet
Ini adalah masalah utama cloud. Karena satu-satu akses yang bisa menghubungkan kamu dengan data di server adalah internet.
Maka dari itu, Anda akan sangat bergantung pada jaringan internet. Baik server sebagai tempat penyimpanan data maupun akses Anda ke server, keduanya membutuhkan koneksi internet yang stabil.
2. Isu Keamanan & Privasi Data
Cloud computing dikelola oleh pihak ketiga, cenderung memiliki isu risiko keamanan yang perlu perhatian khusus. Terlebih dari aksi hacking yang marak terjadi, server ini juga dikelola oleh pihak ketiga yang mesti kita perhatikan profesionalismenya.
Maka dari itu, ketika memutuskan untuk menggunakan layanan cloud, pastikan Anda memilih perusahaan terbaik dan terpercaya untuk mengelolanya.
3. Downtime dari Provider
Hal menjengkelkan lainnya adalah sering terjadi downtime pada server yang kita gunakan. Ini tentu akan sangat mengganggu sekali, terlebih jika perusahaan yang dipakai tidak memberikan layanan support yang memadai.
Hal ini seringkali memunculkan masalah yang cukup serius. Maka dari itu, selain spek server cloud yang mesti diperhatikan, layanan support yang diberikan oleh perusahaan cloud juga mesti diperhatikan dengan baik.
4. Potensi Vendor Lock-in
Hal ini akan membuat Anda sulit pindah ke provider lain apabila sudah terlalu dalam terintegrasi dengan layanan cloud sebelumnya.
Keamanan di Cloud
Berbeda dengan jenis layanan server lainnya, cloud memiliki sistem keamanan ganda. Jadi, sistem keamanan tidak sepenuhnya dipegang oleh penyedia layanan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.
Penyedia layanan bertanggung jawab terhadap keamanan infrastruktur server, sedangkan user bertanggung jawab terhadap akses, seperti password, otentikasi verifikasi dan lain sebagainya.
Namun biasanya, pihak penyedia layanan sudah memiliki sertifikasi keamanan yang bagus, seperti
- ISO/IEC 27001
- SOC 2
- PCI DSS
Jadi, semisal Anda akan menggunakan layanan cloud, pastikan mereka sudah memiliki 3 sertifikasi keamanan tersebut. Jika sudah memiliki salah satu atau bahkan ketiga hal di atas, artinya sudah sangat bagus.
Cloud untuk Pengguna Umum vs Bisnis
Di internet kita bisa temukan banyak praktik penggunaan cloud. Namun penting untuk diperhatikan, karena komputasi awan ini untuk penggunaan umum dan untuk bisnis ini memiliki perbedaan.
Berikut contohnya
| Pengguna Umum | Pengguna Bisnis |
| Google Drive, iCloud | AWS, Azure, Google Cloud |
| Fokus pada penyimpanan | Fokus pada pengolahan data |
| Umumnya gratis/tier murah | Memiliki fitur enterprise-level |
Para pelaku usaha UMKM maupun corporate sekarang sudah menggunakan layanan cloud untuk menunjang bisnisnya. Hal ini karena efisiensi biaya, kecepatan, fleksibilitas dan infrastruktur server yang ditawarkan sangat bagus dan mampu menunjang perkembangan bisnis jangka panjang yang lebih baik.
Cloud vs Hosting Tradisional
Untuk menunjang keberlangsungan bisnis di dunia digital sebenarnya tidak masalah mau menggunakan hosting lokal maupun infrastruktur awan. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Sebagai konsumen pemilik usaha yang akan memaksimalkan bisnis di internet, Anda harus bijak dalam menentukan pilihan antara menggunakan cloud maupun hosting tradisional.
Keduanya harus dilihat dari kacamata yang sama, karena pada akhirnya Andalah yang akan merasakan manfaatnya.
Berikut gambaran perbandingan antara komputasi awan dan hosting tradisional:
| Aspek | Cloud | Hosting Tradisional |
| Skalabilitas | Sangat fleksibel | Terbatas kapasitas fisik |
| Biaya | Sesuai penggunaan | Bayar tetap |
| Pemeliharaan | Ditangani provider | Harus mandiri |
| Aksesibilitas | Bisa dari mana saja | Terbatas lokasi/server |
Tren Masa Depan Cloud Computing
Teknologi cloud adalah salah satu infrastruktur masa depan yang paling menjanjikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi AI sekarang ini membawa banyak perubahan pada semua sistem teknologi.
Komputasi awan bisa mendukung perkembangan edge computing, AI dan machine learning serta serverless computing. Bahkan cloud juga digadang-gadang sebagai “green cloud computing” yang dapat mengurangi jejak carbon pada sistem servernya.
Ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari bagian komputasi awan untuk dibahas. Karena bisa memberikan pandangan masa depan yang jauh lebih efisien dan lebih ramah bagi keberlangsungan hidup.
Istilah Penting dalam Dunia Cloud
Apabila Anda merupakan user pemula, pasti akan merasa bingung dengan beberapa istilah yang sering muncul.
Supaya lebih mudah memahaminya saat Anda mengakses dan menggunakan layanan ini, berikut saya berikan daftar istilah yang sering ditemui dan populer digunakan
- CDN: Jaringan server distribusi konten
- API: Cara aplikasi berkomunikasi satu sama lain
- VM (Virtual Machine): Komputer virtual dalam satu server fisik
- Container: Ringan seperti VM tapi lebih efisien (contoh: Docker)
- DevOps: Kolaborasi pengembangan & operasi TI
Kesimpulan
Cloud merupakan sebuah teknologi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengolah dan juga menjalankan aplikasi tertentu sesuai kebutuhan penggunanya.
Apabila Anda sekarang merupakan seorang pebisnis, pedagang yang ingin mulai mengenalkan produknya ke internet, cloud merupakan salah satu pilihan infrastruktur yang paling pas untuk Anda coba.
Namun pastikan, Anda memilih dan menggunakan layanan cloud terpercaya dan profesional supaya bisnis bisa berkembang dengan baik.




