Blog Wowrack

Cloud Backup Indonesia dan Jangkauan Kerja Layanan

Apa jadinya jika Anda memiliki sebuah website lalu data di dalam website itu tiba-tiba hilang begitu saja? Pasti akan menjadi masalah besar bagi perusahaan Anda. Agar data website tidak hilang akibat peretas maupun human error, maka dibutuhkan layanan cloud backup Indonesia untuk mengatasi resiko kehilangan data.

Di banyak kasus yang terjadi, data perusahaan adalah tanggung jawab dari perusahaan Anda sendiri bukan dari penyedia cloud computing, Jika hal ini terjadi kepada Anda, kira-kira apa yang akan Anda lakukan?

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemilik bisnis wajib memiliki sistem backup yang baik dan mudah diakses, kabar baiknya, saat ini ada sistem cloud based backup as a service dari Acronis untuk memudahkan perusahaan Anda melakukan backup data penting dengan lebih aman.


Apa Itu Cloud Backup?

Cloud backup adalah proses pencadangan data ke server yang dikelola oleh perusahaan cloud backup. Data backup ini akan disimpan di dua perangkat, yaitu di perangkat fisik dan di sistem cloud milik perusahaan penyedia layanan cloud based backup tersebut.

Layanan cloud backup ini menjadi salah satu bagian penting dari proses perlindungan data dari hal yang tidak diinginkan, karena kita masih memiliki data cadangannya.

Apalagi jika data yang kita miliki ini seperti data perusahaan e-commerce yang di dalamnya banyak database berupa produk dan data transaksi. Di mana jika terjadi kesalahan atau error perlu segera diperbaiki.

Nah, sistem cloud backup ini bisa kita gunakan sebagai solusi terbaik, karena proses integrasi backup dan restore data bisa dilakukan secara otomatis.

Adapun proses kerjanya kurang lebih seperti berikut:

  1. Pemilihan data untuk proses pencadangan
  2. Data enkripsi untuk keamanan
  3. Data dikirim menggunakan koneksi internet ke server cloud
  4. User bisa mengambil dan memulihkan data kapanpun dibutuhkan

layanan backup cloud Indonesia


Mengapa Perusahaan Membutuhkan Cloud Backup?

Banyak sekali aspek tak terduga yang dapat menyebab kehilangan data perusahaan, untuk itu cloud backup adalah solusi paling efisien untuk menghindari kebocoran data. Berikut ini beberapa alasan kenapa perusahaan Anda membutuhkan cloud based backup

Melindungi kehilangan data yang sulit diprediksi

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kehilangan data, seperti gagalnya sistem di perangkat keras, kesalahan manusia itu sendiri, serangan dari hacker, hingga bencana alam yang datang sewaktu-waktu. Dengan antisipasi menggunakan cloud backup, data perusahaan akan disimpan di lokasi yang berbeda sehingga jika terjadi kehilangan data pada server utama, data backup tidak akan terkena dampaknya.

Proses disaster recovery yang lebih cepat

Dengan terintegrasi cloud backup perusahaan Anda bisa melakukan pemulihan data jauh lebih singkat. Data bisa di restore kembali tanpa harus menunggu perbaikan infrastruktur fisik, sehingga bisnis Anda tidak akan mengalami penghentian operasional.

Proteksi data yang lebih terjamin

Layanan ini sudah dilengkapi dengan sistem enkripsi serta sistem keamanan berlapis. Sehingga bisa menjaga kerahasiaan data dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Skalabilitas lebih mudah

Anda bebas menaikan kapasitas penyimpanan sesuai dengan pertumbuhan data perusahaan yang akan di-backup dengan skalabilitas tinggi. Sehingga Anda tidak perlu investasi perangkat tambahan dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda kedepannya.


Apa Saja yang Bisa Di-backup ke Cloud?

Setiap perusahaan membutuhkan pencadangan sistem agar terhindar dari kehilangan data dari berbagai faktor, seperti kerusakan hardware, serangan siber dan agar terhindar dari bencana.

Jenis data yang akan dicadangkan mencakup semua kebutuhan recovery. Berikut ini adalah apa saja yang dapat di backup pada cloud.

1. Backup Server

Anda dapat menggunakan cloud backup untuk menduplikasi data pada server yang mencakup sistem operasi, aplikasi, konfigurasi dan semua data di dalamnya.

Pada cloud backup, Anda dapat melakukan penjadwalan dengan sistem 3-2-1 atau mirroring setiap hari.

2. Backup Virtual Machine

Virtual machine juga dapat Anda cadangkan ke dalam infrastruktur cloud, hampir sama dengan backup server, jika perusahaan Anda menggunakan VM untuk workload, maka semua sistem yang berjalan di dalamnya dapat di backup ke cloud.

3. Backup Database

Database untuk menyimpan data perusahaan dapat di backup secara khusus di cloud, data base yang dapat di backup antara lain MySQL, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, atau database aplikasi.

4. Backup Website

Anda juga dapat melakukan backup untuk data website perusahaan, data website biasanya diletakan pada hosting atau VPS, maka data dari hosting atau VPS ini dapat direplikasi lagi di pencadangan cloud.

Backup website sangat disarankan, karena rawan terjadi serangan siber, untuk itu sebaiknya Anda memiliki 3 replikasi data backup website.

5. Backup Microsoft 365

Jika bisnis Anda menggunakan microsoft 365 untuk operasionalnya, maka semua file mulai dari email, file, dan data kolaborasi sebaiknya dilakukan pencadangan terpisah.

Fungsi backup microsoft 365 adalah untuk menghindari penghapusan data secara tidak sengaja maupun karena serangan siber.

6. Backup Dokumen

File dan dokumen perusahaan seperti kontrak, laporan keuangan, dokumen legal, proposal, desain, spreadsheet dapat dicadangkan ke cloud.

Backup cloud dapat disetting terjadwal secara otomatis. Dengan begitu, salinan data tidak hanya bergantung pada storage lokal yang digunakan karyawan.

Untuk data bisnis yang penting, perusahaan juga dapat mengatur retention policy, sehingga beberapa versi backup tetap tersedia ketika membutuhkan pemulihan file yang berubah atau terhapus.


Fungsi Cloud Backup

Bisnis yang bergerak di bidang keuangan, kesehatan, dan e-commerce harus mematuhi regulasi ketat terkait keamanan data. Mulai dari ISO 27001, UU Perlindungan Data Pribadi (PDP), hingga PCI-DSS, semua standar menuntut perusahaan memastikan data tersimpan aman dan bisa dipulihkan saat dibutuhkan.

Cloud backup membantu perusahaan memenuhi persyaratan ini melalui:

  • Audit Trail yang Jelas – Laporan backup otomatis yang terdokumentasi memudahkan perusahaan menunjukkan bukti kepatuhan dalam audit.
  • Keamanan Data Konsisten – Enkripsi dan monitoring berlapis mendukung standar internasional dan regulasi lokal.
  • Respon Cepat – Proses pemulihan data yang cepat memastikan perusahaan tidak melanggar SLA (service-level agreement) atau aturan waktu pemulihan.

Dengan memanfaatkan cloud backup, perusahaan bukan hanya menjaga keamanan data, tetapi juga memperkuat posisi mereka saat menghadapi audit regulasi.

6 Fitur Cloud Backup untuk Bisnis

Bisnis menggunakan cloud backup karena fiturnya yang lebih baik daripada backup lokal. Fungsi backup pada dasarnya tidak hanya melakukan pencadangan atau membuat penyimpanan salinan data. Tapi juga membutuhkan fitur-fitur untuk mempermudah proses backup.

1. Backup Otomatis

Backup otomatis adalah cara terbaik untuk menghindari kehilangan data karena lupa melakukan pencadangan, karena sistem penjadwalan yang sudah ditentukan di awal tanpa harus dilakukan secara manual oleh admin.

Anda bebas mengatur frekuensi backup, misalnya setiap beberapa jam, harian, atau berdasarkan kebijakan tertentu. Sehingga backup berjalan otomatis dengan lebih aman.

2. Enkripsi Data

Enkripsi data digunakan untuk melindungi kerahasiaan data dari akses orang luar, dengan sistem enkripsi data, maka data yang dibackup selama proses pengiriman dari server menuju storage backup (in transit) maupun ketika tersimpan (at rest) tidak dapat diakses oleh sembarang orang.

3. Incremental Backup

Incremental backup dapat menghemat banyak ruang cloud, karena data hanya disimpan jika ada perubahan terbaru saja, sedangkan data lainya tidak berubah.

Contohnya, backup pertama mencadangkan seluruh data sebesar 500 GB. Jika pada hari berikutnya ada tambahan data 10 GB, dengan incremental backup, maka sistem hanya mencadangkan bagian data baru tersebut, tidak perlu membackup 500GB sebelumnya.

4. Retention Policy

Retention policy adalah fitur untuk menentukan berapa lama backup disimpan sampai waktunya dihapus atau digantikan sesuai aturan admin.

Contohnya:

  • Backup harian disimpan selama 30 hari
  • Backup mingguan disimpan selama 3 bulan
  • Backup bulanan disimpan selama 1 tahun

Dalam membuat kebijakan retention Anda harus menyesuaikan dengan kapasitas storage dan kebutuhan recovery.

5. Backup Monitoring

Fitur backup monitoring digunakan untuk memantau apakah proses pencadangan berjalan sesuai jadwal dan memantau apakah ada kesalahan dalam prosesnya.

Dengan monitoring administrator dapat memeriksa status

  • Backup berhasil
  • Backup gagal
  • Backup tertunda
  • Kapasitas storage
  • Waktu backup terakhir
  • Workload yang belum ter-backup

Sehingga dengan fitur monitoring ini akan membantu tim IT dalam mencegah kegagalan backup.

6. Restore Data

Backup tidak ada fungsinya jika data tidak dapat dipulihkan ketika dibutuhkan. Karena itu, kelancaran restore dari data backup adalah bagian penting dari fitur cloud backup.

Data dapat dipulihkan berdasarkan titik backup yang tersedia, misalnya:

  • File tertentu
  • Folder
  • Database
  • Server
  • Virtual machine
  • Seluruh workload

Kecepatan restore juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan RTO (Recovery Time Objective), yaitu target waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan sistem setelah terjadi gangguan.


Cara Kerja Cloud Backup as a Service

Sebelumnya Anda sudah mengetahui kenapa Anda membutuhkan layanan backup ini, selanjutnya adalah bagaimana cara kerja dan sistem kerja dari cloud backup as a service

1. Proses pencadangan data

Cloud backup as a service bekerja dengan cara mengirimkan backup data dari server ke infrastruktur cloud melalui koneksi internet. Data yang akan dicadangkan harus dipilih terlebih dahulu dengan tahap konfigurasi untuk menentukan perubahan apa saja yang dikirim ke infrastruktur cloud.

2. Proses enkripsi data

Sebelum data backup dikirim ke cloud, sistem akan membuat enkripsi untuk menjaga kerahasiaan data yang akan di-backup. Enkripsi masih berjalan meskipun data sudah disimpan di data center cloud. Sehingga selama proses pengiriman, data tidak dapat dibaca oleh siapapun kecuali pembuat enkripsi.

3. Penjadwalan backup otomatis

Anda bisa mengatur kapan jadwal untuk melakukan backup file, fitur penjadwalan ini bisa disetting dengan otomatis, mau harian, mingguan, atau sesuai interval waktu tertentu, sehingga tidak ada alasan untuk lupa melakukan backup ke cloud. Dengan Acronis backup Anda bebas menentukan lokasi penyimpanan, mau di cloud, internal server atau storage external semua bisa.

4. Monitoring dan pelaporan backup

Selanjutnya Anda akan membutuhkan sistem monitoring untuk pelaporan seluruh aktivitas backup untuk memantau apakah ada kendala atau tidak, dengan dashboard pemantauan Anda bisa dengan real time mengetahui status pencadangan, berapa kapasitasnya dan akan mendapatkan notifikasi jika terjadi error.


Kelebihan Backup Cloud VS Backup Lokal

Banyak manfaat yang bisa perusahaan Anda dapatkan jika menerapkan sistem cloud based backup, salah satunya adalah Anda tidak wajib membangun server on-premise untuk backup, karena harga perangkat keras yang kian mahal berdampak pada modal yang akan dikeluarkan bisa sangat besar, untuk itu kami jabarkan kelebihan dari cloud backup sebagai berikut

1. Bisa diakses dari berbagai lokasi

Tim IT bisa mengakses data backup dari mana saja selama ada koneksi internet. Hal ini sangat bermanfaat jika terjadi gangguan di server utama, sebab proses pemulihan data akan tetap bisa dilakukan tanpa harus berada di lokasi server kantor.

2. Pengelolaan backup secara terpusat

Ada dashboard yang bisa diakses untuk memantau semua proses pencadangan, mulai dari pemantauan, pemulihan data, dan notifikasi jika terjadi error. Dengan dashboard terpusat ini akan memudahkan tim IT dalam mengatur setting backup dan bisa melakukan tindakan cepat jika terjadi masalah.

3. Menghemat biaya infrastruktur

Backup cloud tidak sama dengan backup lokal yang membutuhkan perangkat keras sendiri untuk menyimpan file, sehingga Anda tidak memerlukan investasi besar di awal untuk membeli semua perangkat pengganti server. Dengan berlangganan cloud Anda bisa menekan biaya dengan kapasitas yang fleksibel, sehingga Anda bisa menghemat anggaran tanpa harus menyiapkan server khusus untuk pencadangan data.

Aspek Cloud Backup Backup Lokal
Lokasi penyimpanan Disimpan pada infrastruktur cloud yang lokasinya berbeda dari primary site. Disimpan di server yang lokasinya masih berada di perusahaan
Risiko kerusakan fisik Rendah Tinggi
Skalabilitas Skalabilitas Tinggi Penambahan resource harus menabah perangkat baru
Investasi perangkat Tidak perlu membeli server backup sendiri Membutuhkan perangkat storage, server, atau media backup
Pemeliharaan hardware Infrastruktur dikelola oleh penyedia cloud Hardware menjadi tanggung jawab perusahaan
Akses backup Dapat diakses dari mana saja dengan sistem login Membutuhkan akses ke jaringan lokal
Backup otomatis Terjadwal secara otomatis sesuai keinginan Dapat dibuat otomatis
Disaster Recovery Lebih mudah diposisikan sebagai salinan di lokasi berbeda dari primary site Tidak efektif jika backup berada di lokasi yang sama dengan primary site
Recovery Sistem dapat dipulihkan dari cloud sesuai sistem backup yang digunakan Recovery bergantung pada kondisi perangkat dan media backup
Biaya operasional Bayar sesuai kapasitas dan resource yang di inginkan. Membayar biaya listrik, maintenance, karyawan dan penggantian hardware
Pengelolaan Infrastruktur dikelola penyedia layanan Infrastruktur dikelola oleh tim internal
Keamanan Dapat menggunakan enkripsi, access control, monitoring, dan kebijakan keamanan. Keamanan bergantung pada konfigurasi dan pengelolaan internal
Cocok untuk Bisnis yang membutuhkan backup terpisah, skalabilitas, dan pengelolaan lebih praktis Perusahaan harus mengontrol semua infrastrukturnya di dalam lingkungan perusahaan.

Kekurangan Cloud Backup Tradisional

Backup menggunakan perangkat fisik seperti hard disk, flash disk, atau server lokal sering kali cepat mencapai batas kapasitas. Ketika volume data perusahaan terus bertambah setiap tahun, perusahaan terpaksa membeli perangkat tambahan, memindahkan data secara manual, dan menata ulang sistem backup. Akibatnya, semakin banyak perangkat yang digunakan, semakin kompleks pula sistemnya. Kompleksitas ini meningkatkan risiko human error serta menyulitkan proses pemeliharaan.

Risiko Kerusakan Perangkat dan Bencana Alam

Perangkat penyimpanan fisik memiliki usia pakai yang terbatas. Hard disk dan flash disk bisa rusak, dan server lokal juga rentan terhadap kerusakan akibat panas atau gangguan listrik. Parahnya lagi, perangkat di lokasi fisik perusahaan juga tidak kebal terhadap kebakaran, banjir, atau gempa. Sekali perangkat tersebut rusak, data yang tersimpan berisiko hilang permanen.

Biaya Tinggi untuk Infrastruktur On-Premise

Menjaga infrastruktur backup tradisional memerlukan investasi yang besar. Mulai dari pembelian server, lisensi software backup, hingga kebutuhan ruangan dengan pendingin khusus dan daya listrik tambahan. Selain itu, perusahaan juga perlu menyiapkan tim IT khusus untuk memantau, mengelola, dan memulihkan data secara rutin. Semua biaya tersebut bisa membebani anggaran, terutama bagi perusahaan yang sedang berkembang.

Contoh Kasus Cloud Backup dari Wowrack

Berikut ini adalah contoh use case bagaimana cara kerja cloud backup dari Wowrack digunakan pada perusahaan e-commerce. Nama perusahaan disamarkan karena terkait NDA.

Sebuah perusahaan e-commerce di Indonesia memiliki website dengan traffic tinggi, setiap transaksi dilakukan langsung di website dan aplikasi mobile. Primary sitenya menjalankan aplikasi, website, database, dalam beberapa virtual machine.

Masalah yang timbul adalah perusahaan meletakan seluruh data produksi di satu lingkungan.

Celahnya datang jika ada kesalahan konfigurasi, atau kerusakan server, perusahaan saat ini masih menggunakan sistem backup tradisional, ditaruh di dalam satu server yang lokasinya sama.

Untuk keamanan dan compliance, akhirnya perusahaan e-commerce ini kemudian menggunakan cloud backup dari Wowrack untuk membuat sistem backup dan disaster recovery di cloud, yang diharapkan lokasinya berbeda dari lokasi utama.

1. Infrastruktur yang digunakan

Sebelum menggunakan cloud backup, perusahaan memiliki:

  • 3 virtual machine untuk aplikasi dan layanan internal
  • 1 database utama
  • ±2 TB data bisnis
  • Pertumbuhan data sekitar 100–150 GB per bulan
  • Backup lokal sebagai salinan utama
  • Tim IT internal yang melakukan monitoring backup

2. Cara Kerja Cloud Backup Wowrack

Wowrack memindahkan salinan backup yang sebelumnya di server yang sama, ke lingkungan cloud baru.

Arsitekturnya dapat digambarkan seperti

  • Server Produksi
  • Backup Agent
  • Cloud Backup Wowrack
  • Monitoring
  • Restore

Tim Wowrack kemudian membuat penjadwalan backup sesuai request dari tim e-commerce.

Data yang menjadi prioritas cloud backup antara lain

  • Database transaksi
  • File website
  • Virtual machine
  • Konfigurasi aplikasi
  • Dokumen operasional

Cara Memilih Perusahaan Cloud Backup Terbaik

Meski layanan cloud backup ini penting dan wajib anda gunakan, jangan asal memilih perusahaan backup cloud. Karena apabila salah pilih, malah bisa jadi boomerang.

Untuk itu, pastikan Anda memilih dan menggunakan layanan backup cloud dari perusahaan terbaik dan terpercaya.

1. Memberikan Jaminan yang Pasti

Perusahaan cloud backup mestinya dapat memberikan jaminan yang pasti. Mulai dari kecepatan layanan, spesifikasi server backup yang digunakan, hingga jaminan keamanan data dan lainnya.

2. Memiliki Teknologi Proteksi yang Bagus

Selain itu, perhatikan juga teknologi proteksi yang mereka miliki. Pastikan perusahaan penyedia layanan backup cloud ini memberikan jaminan keamanan yang jelas.

3. Sistem Pencadangan yang Jelas

Tidak hanya itu, sistem pencadangannya juga harus pasti. Software apa yang mereka gunakan dan bagaimana sistem pencadangan mereka bekerja. Seberapa sering mereka melakukan backup data.

4. Memberikan Garansi

Dan hal paling penting untuk diperhatikan adalah layanan garansinya. Perusahaan layanan backup cloud profesional pasti dapat memberikan garansi yang jelas.


Kesimpulan

Jadi, bagi Anda yang sedang mencari perusahaan backup cloud terbaik dan terpercaya di Indonesia dengan fitur dan layanan yang memadai, Wowrack sudah lebih dari cukup.
Selain menawarkan storage yang lebih luas, kecepatan yang lebih tinggi, Wowrack juga menawarkan garansi backup data yang lebih terjamin.

Ayoni Sulthon

Halo, saya Ayoni Sulthon, seorang penulis teknologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang TI dan infrastruktur digital. Saya lulusan Sarjana Ilmu Komputer dan memiliki keahlian khusus di bidang cloud computing, layanan hosting, keamanan siber, dan teknologi terbaru. Di Wowrack, saya mengubah penjelasan teknis menjadi informasi yang mudah dipahami.

Share this post on social media:

Tinggalkan komentar



Konsultasikan Sekarang!
Isi form berikut dan tim kami akan menghubungi Anda untuk memberikan solusinya

    © 2026 Wowrack dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.