Blog Wowrack

RTO dan RPO: Pengertian & Perbedaan Pada Disaster Recovery

RTO dan RPO adalah dua indikator penting yang dapat menjaga operasional bisnis tetap berjalan ketika berhadapan dengan ancaman digital.

Di dunia yang serba cepat seperti sekarang, sebagai pelaku bisnis Anda pasti berusaha sekuat mungkin untuk menghindari downtime dalam operasional bisnis. Tapi apa yang terjadi jika tiba-tiba server bisnis Anda gagal, baik karena serangan digital atau karena terjadi bencana?

Maka dari itu, yuk pahami lebih dalam mengenai RTO dan RPO dan bagaimana mereka dapat membantu bisnis Anda.

Pengertian RTO (Recovery Time Objective)

Recovery Time Objective atau RTO mengacu pada target waktu maksimum sebuah sistem untuk dapat kembali beroperasi setelah mengalami gangguan. Semakin kecil nilai RTO menandakan bahwa sistem dapat bekerja kembali dalam waktu yang semakin cepat.

Fungsi RTO Pada Disaster Recovery

Tujuan utama dari RTO adalah untuk membantu tim IT menentukan prioritas pemulihan layanan yang kritikal untuk operasional bisnis. Dengan menentukan batas RTO, bisnis dapat memastikan produktivitas dapat segera pulih dengan dampak yang sudah terencana.

Contoh RTO Dalam Sistem IT

Semisal ada sebuah bisnis e-commerce yang operasionalnya bergantung pada web store yang digunakan. Bisnis ini menentukan batas RTO-nya adalah 15 menit.

Maka, jika web store yang digunakan oleh bisnis ini mengalami gangguan dan tidak dapat diakses oleh pelanggan mereka, makaharus kembali seperti keadaan normal dalam waktu 15 menit.

Pengertian RPO (Recovery Point Objective)

Recovery Point Objective atau RPO adalah titik waktu pemulihan data yang ditentukan oleh bisnis. Dengan kata lain, RPO adalah batas maksimal bisnis dapat mentoleransi kehilangan data.

Fungsi RPO Pada Disaster Recovery

Dalam strategi RTO dan RPO, RPO berfungsi untuk menentukan frekuensi backup data bisnis Anda. Semakin kecil target RPO, maka semakin sering juga frekuensi replikasi data yang harus dilakukan.

Contoh RPO dalam Sistem IT

Menggunakan bisnis e-commerce yang sama sebagai contoh, mari kita bayangkan jika bisnis ini menentukan nilai RPO pada 10 menit. Maka, bisnis ini harus melakukan backup data setiap 10 menit.

Manfaatnya adalah apabila terjadi gangguan atau data yang dimiliki hilang, bisnis memiliki data dari 10 menit sebelumnya yang bisa dipulihkan untuk mengembalikan operasional bisnis seperti semula.

Perbedaan RTO dan RPO

Walau saling berkaitan, RTO dan RPO memiliki fokus pengukuran yang berbeda.

Fokus

Dalam konsep RTO dan RPO, fokus RTO terletak pada waktu pemulihan sistem setelah gangguan. Sementara fokus RPO terletak pada seberapa banyak data yang boleh hilang berdasarkan rentang waktu backup terakhir.

Manfaat Bagi Bisnis

Manfaat RTO dan RPO bagi bisnis adalah menjaga keberlangsungan dari layanan dan data bisnis. Dengan RTO operasional bisnis dapat cepat pulih. Sedangkan dengan RPO, data penting bisnis terjaga dan tetap tersedia setelah insiden.

Cara Pengukuran

Dalam implementasi strategi RTO dan RPO, RTO diukur dengan skala menit atau jam downtime maksimum. Sedangkan, RPO diukur dari selisih waktu antara gangguan dengan backup data terakhir.

Cara Implementasi

Cara mengimplementasikan RTO dan RPO itu berbeda. Sistem yang dibutuhkan oleh RTO di antaranya adalah failover, redundansi server, dan otomasi recovery. Sedangkan, untuk RPO bisnis membutuhkan backup yang berkala, snapshot, serta sistem replikasi data secara real-time.

Prioritas dalam Disaster Recovery

Pada strategi RTO dan RPO, bisnis dengan tingkat aktivitas yang tinggi seperti perbankan cenderung menggunakan nilai RTO dan RPO yang rendah. Sedangkan bisnis dengan tingkat aktivitas yang rendah biasanya memiliki toleransi lebih longgar.

Cara Kerja RTO dan RPO pada Disaster Recovery

Bisnis yang sudah menerapkan strategi RTO dan RPO dalam operasionalnya menjadikan mereka sebagai acuan saat terjadi insiden.

Saat Terjadi Downtime

Ketika server mengalami downtime, target RTO dan RPO harus langsung digunakan sebagai acuan. Tim IT dapat menghitung apakah pemulihan dari downtime masih sesuai dengan batas yang ditentukan dan menyiapkan kebutuhan untuk pemulihan data.

Proses Pemulihan Sistem

Dalam strategi RTO dan RPO, proses recovery dilakukan melalui failover atau perpindahan ke server cadangan. Kemudian dilakukan restore pada aplikasi dan data, dan melakukan verifikasi layanan agar bisnis dapat beroperasi kembali dengan normal sesuai waktu target.

Pemulihan Data Berdasarkan RPO

Target RTO dan RPO memastikan data dipulihkan dari backup data yang terbaru. Jika bisnis sebelumnya menentukan RPO di 15 menit, maka data yang hilang tidak boleh melebihi 15 menit terakhir sebelum terjadinya gangguan.

Integrasi dengan Backup System

Supaya target RTO dan RPO dapat tercapai, bisnis dapat mengimplementasikan sistem seperti backup otomatis, snapshot storage, cloud replication, dan menggunakan infrastruktur yang redundan yang siap digunakan kapan saja.

Monitoring dan Evaluasi

Dalam menerapkan RTO dan RPO, bisnis juga perlu melakukan pemantauan rutin. Bisnis harus menguji secara berkala disaster recovery plan mereka dan mengevaluasi apakah setiap target yang ditentukan masih realistis sesuai kebutuhan bisnis dan dapat dicapai.

Risiko Jika Tidak Menggunakan RTO dan RPO

RTO dan RPO didesain untuk membantu bisnis mengamankan data dan operasional bisnis. Apabila tidak digunakan, bisnis dapat merasakan dampak gangguan jauh lebih besar.

Kehilangan Data

Tanpa target RTO dan RPO, bisnis tidak akan memiliki aturan yang mengatur frekuensi backup. Akibatnya, data pelanggan, transaksi, atau dokumen penting berisiko hilang secara permanen jika terjadi insiden.

Downtime Berkepanjangan

Selain itu, RTO dan RPO didesain agar bisnis mempunyai SOP yang jelas untuk menangani dan mengatasi insiden. Tanpa RTO dan RPO, struktur penanganan insiden tidak terlihat dengan jelas dan dampaknya dapat mengganggu operasional bisnis dalam waktu yang berkepanjangan.

Kerugian Finansial

Bisnis yang mengabaikan RTO dan RPO rentan akan serangan dari ancaman digital. Akibatnya, bisnis dapat kehilangan pendapatan serta merusak reputasi di mata pelanggan.

Cara Menentukan RTO dan RPO yang Tepat

Cara menentukan nilai RTO dan RPO terbaik untuk bisnis harus didasari atas kebutuhan bisnis saat ini.

Analisis Kebutuhan Bisnis

Lakukan analisis kebutuhan bisnis di awal, mulai dari proses bisnis, tingkat aktivitas layanan yang ada, tingkat risiko dan dampak jika operasional terganggu, dan sebagainya. Melalui proses analisis ini, bisnis dapat menentukan nilai RTO dan RPO yang ingin dicapai.

Identifikasi Sistem Kritis

Perlu diingat juga, bahwa tidak semua sistem dalam operasional bisnis membutuhkan nilai RTO dan RPO sama. Sebagai contoh, prioritaskan sistem yang kritis bagi operasional bisnis seperti ERP, email, database, dan website yang mengandung layanan transaksi.

Menentukan Toleransi Downtime

Bisnis perlu menentukan nilai RTO dan RPO dengan menghitung berapa lama layanan boleh berhenti tanpa merugikan bisnis secara signifikan. Hasil dari analisis kebutuhan bisnis bisa digunakan sebagai acuan.

Menentukan Batas Kehilangan Data

Selama masih dalam proses penyusunan RTO dan RPO, tentukan juga data apa yang wajib untuk selalu tersedia dan berapa menit data tersebut bisa ditoleransi untuk hilang.

Uji Disaster Recovery Plan

Setelah menetapkan RTO dan RPO, lakukan simulasi berkala untuk memastikan target benar-benar dapat dicapai saat insiden nyata.

Layanan Disaster Recovery di Indonesia

Untuk memenuhi target RTO dan RPO, bisnis membutuhkan partner IT yang andal. Wowrack menyediakan layanan cloud backup, disaster recovery, cloud infrastructure, dan monitoring SOC 24/7 untuk membantu bisnis menjaga ketersediaan sistem. Dengan solusi terintegrasi, implementasi RTO dan RPO dapat berjalan lebih optimal, aman, dan sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

Kesimpulan

RTO dan RPO adalah komponen utama dalam disaster recovery modern. RTO menentukan seberapa cepat sistem harus kembali online, sedangkan RPO menentukan batas kehilangan data yang dapat diterima. Dengan menetapkan RTO dan RPO secara tepat, perusahaan dapat meminimalkan downtime, melindungi data penting, dan menjaga kontinuitas bisnis saat gangguan terjadi.

Tinggalkan komentar



Konsultasikan Sekarang!
Isi form berikut dan tim kami akan menghubungi Anda untuk memberikan solusinya

    Logo Wowrack Horizontal breathing space-02
    Surabaya (Kantor Pusat)
    Jl. Genteng Kali No. 8, Kel. Genteng,
    Surabaya, Jawa Timur 60275
    Indonesia
    (031) 6000-2888

    Jakarta (Kantor Penjualan)
    Menara BCA Lt. 50 Unit 4546,
    Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
    Indonesia

    © 2026 Wowrack dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.